0

Suara Indonesia News – Indramayu. Untuk mengurangi jumlah sampah terbuang, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melakukan terobosan dalam pengolahan sampah dengan menggunakan teknik ecobrick.

Lapas Indramayu telah menjalankan pengolahan sampah dengan metode ini selama 2 minggu terakhir dalam upaya mendukung pengurangan pencemaran akibat sampah plastik dan langkah pelestarian lingkungan.

“Kita berkomitmen mendukung pelestarian lingkungan. Kita lakukan penyortiran sampah-sampah sebelum dibuang. Dengan begitu jumlah sampah buang menjadi minim. Kita pisahkan mana yang dapat kita kelola agar lebih memiliki manfaat dengan metode ecobrick ini,” kata Kepala Lapas Indramayu, Beni Hidayat, Senin (18/09/2023).

Masih dikatakan Beni, teknik pengolahan sampah ecobrick ini dapat mengurangi jumlah sampah plastik terbuang hingga 6 kg, dalam 1 hari.

Teknik ecobrick sendiri dilakukan dengan cara mencacah sampah plastik menjadi kecil kemudian dimasukkan pada media botol plastik hingga botol tersebut menjadi keras dan padat.

Hasil dari pengolahan sampah dengan metode ecobrick ini akan dimaksimalkan untuk membuat berbagai kerajinan seperti tempat duduk, meja, pot bunga, dan lain-lain, yang akan digunakan di Lapas Indramayu. (Toro)

0

Suara Indonesia News – Indramayu. Seluruh Pejabat Struktural, Staff Jabatan Fungsional Umum (JFU), dan Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu, mengikuti Apel pagi, Senin (18/09/2023).

Dalam Apel tersebut, Kepala Lapas Indramayu, Beni Hidayat, bertindak sebagai Pembina Apel. Dalam amanatnya, Beni menyampaikan beberapa poin kepada seluruh jajarannya.

Salah satunya, mengingatkan seluruh jajaran untuk melaksanakan tugas pelayanan kunjungan dengan maksimal sejalan dengan keputusan Dirjenpas tentang pelaksanaan layanan pemasyatakatan pasca berakhirnya pandemi covid-19.

“Seluruh jajaran Lapas Indramayu harus tetap menjaga perilaku dan berkepribadian baik ditengah masyarakat agar citra positif instansi tetap terjaga,” tutur Beni dalam Amanatnya.

“Mari kita jaga citra positif instansi ini. Mengutip kata-kata orang bijak, jika tidak bisa menjernihkan maka jangan memperkeruh, jika tidak dapat membantu maka jangan membebani. Mari bersama memajukan Lapas Indramayu semakin PASTI dan Berkualitas,” tutup Beni.

Terakhir, Beni juga melakukan evaluasi tentang sejauh mana pemahaman jajarannya dalam menerapkan budaya kerja 5R di lingkungan  Lapas Indramayu. (Toro)

0

Suara Indonesia News – Nias Selatan. Peselancar profesional Indonesia, Rio Waida berhasil menjuarai WSL QS 5000 Nias Pro 2023 kategori pria dan mengalahkan saingannya Tully Wylie dari Australia pada Babak Final di Teluk Lagundri, Sorake Beach, Nias Selatan, Sumatera Utara. Minggu, (17/9/2023).

Rio Waida merupakan seorang peselancar profesional berkebangsaan Indonesia. Pada 2019, ia pernah meraih medali perak untuk Indonesia pada Pesta Olahraga Asia Tenggara yang berlangsung di Filipina, sedangkan medali emas diraih oleh sesama peselancar Indonesia, Oney Anwar.

Rio Waida menjadi satu-satunya peselancar Indonesia yang masuk ke Babak Final Kejuaraan World Surf League (WSL) Nias Pro 2023 QS5000 setelah 27 orang peselancar terbaik Indonesia lainnya berhenti di babak-babak sebelumnya.

Di babak final kali ini, Rio Waida menantang dan bertransaksi di atas papan selancar dengan sangat sempurna. Aksi pertamanya berhasil mencetak skor terbaik di moment ini 8,77 dan terakhir 9,60. Dari 7 gelombang yang ditantangnya, Rio kumpulkan skor 18,37 hampir sempurna dari target 20.

Sementara saingannya peselancar profesional Tully Wylie dari Australia dari 7 kali gelombang yang diambil, dia hanya mampu menghasilkan nilai terbaik 6,73 dan 7,50. Setelah melalui waktu 30 menit di atas air, ia berhasil mengumpulkan skor 14,23.

Para penonton di Pantai Sorake bersorak bahagia menyerukan nama Rio yang memimpin putaran pertama di babak ini sambil bendera Indonesia dikibarkan di pantai Sorake. Sesampainya di pantai langsung disambut oleh Bupati Nias Selatan, Dr. Hilarius Duha, Wakil Bupati Nias Selatan, Firman Giawa, Forkopimda Nias Selatan, Kepala Disbudparpora Nias Selatan, Anggreani Dachi, Panitia WSL, dan PSOI.

Rio menyampaikan bahwa dirinya sangat bahagia selain karena menang dia juga sangat bahagia bisa datang untuk pertama kali menjelajahi ombak di Nias.

Lebih lanjut, Rio menyampaikan bahwa Ombak Nias sangat baik bahkan terbaik di dunia.

“Saya sangat bahagia karena bisa berada di sini. Ini pertama kali saya ke Nias. Ombaknya sangat bagus, terbaik di dunia,” katanya. (HERMAN TELAUMBANUA)

0

Suara Indonesia News – Medan. Personel Polrestabes Medan dan  jajarannya  berhasil mengungkap 56 kasus narkoba sepanjang tanggal 11 September hingga 17 September 2023.

Dari 56 kasus tersebut jumlah tersangka sebanyak 70 orang, di mana  dari jumlah tersebut 59 orang merupakan jaringan pengedar narkoba dan 11 orang merupakan pemakai atau pengguna narkoba.

“Jumlah barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 61,71 gram sabu, 119,22 Gram ganja, 20 butir ekstasi, 3 unit sepeda motor, 23 unit ponsel, 1 unit timbangan elektrik, 15 buah bong dan uang sebanyak Rp 7.107.000,, ” ucap Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda SIK MSi melalui Kasat Narkoba AKBP John Hery Rakutta Sitepu kepada wartawan, Minggu (17/9/2023).

    Lebih lanjut, Kasat Narkoba menuturkan pengungkapan kasus narkoba yang melibatkan Polsek sejajaran Polrestabes Medan berdasarkan perintah bapak Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.

Selama ini, pihaknya terus berupaya menekan angka peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polrestabes Medan dengan melakukan upaya persuasif. Salah satunya dengan memberikan sosialisasi kepada pelajar, dan juga ikut terlibat cegah narkoba.

Pihaknya menyebutkan bahwa marilah  bersama-sama memerangi narkoba karena itu merusak moral dan masa depan generasi bangsa.

“Kami harapkan upaya pemberantasan narkoba ini dapat dilakukan semua pihak, mulai dari elemen pemerintahan hingga masyarakat. Kepada para orang tua juga kita harapkan dapat memantau atau mengawasi pergaulan anak-anak yang sudah beranjak remaja,” sebutnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga  tidak berhenti yang mana  telah melakukan GKN (Gerebek Kampung Narkoba) dan menghancurkan barak-barak narkoba dengan menggunakan alat berat beko pada hari Rabu (13/9/ 2023) sekira pukul 14.00 WIB hingga selesai di Jalan Jambur Dusun VII, Tanjung Pamah, Desa Namo Rube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.

“Dengan melibatkan personel gabungan Polrestabes Medan beserta personel Direktorat Narkoba Polda Sumut, anggota Koramil 02/01 Medan dan Den POM 1/5. Di seputaran lokasi personel berhasil mengamankan 8 buah alat hisap sabu, 1 bungkus plastik koin jackpot dan 1 buah pisau belati, ” pungkasnya. (Rizky Zulianda)

0

Suara Indonesia News – Medan. Badan Pelaksanaan Operasional Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (BPO Kokam) Sumatera Utara melaksanakan kegiatan selama tiga hari di tiga tempat, terakhir kegiatan di Jalan Demak Medan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam menghadapi Pemilu 2024 sebagai keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Adapun ketiga kegiatan itu yakni, pertama, bagi-bagi sembako sebanyak 300 sembako di sejumlah titik di Kota Medan, kedua, pengajian, penceramah oleh Ustadz Dr Winda Gustiawan, MA dan ketiga, dialog kenegaraan yang ditunjuk sebagai moderator Chandra Siregar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut ratusan anggota dan pengurus Kokam yang ada di Sumut.

Dalam kesempatan itu, Komandan Kokam Sumut, M Siddik Gurning, SH, MH menjelaskan tiga agenda yang digelar, pertama yaitu pembagian sembako, yang kedua pengajian, dan ketiga dialog negarawan.

Menurutnya, kegiatan ini dalam rangka bagaimana kita mendukung pemilu ke depan, pemilu dalam kondisi yang damai, aman, dan kondusif, sehingga masyarakat merasakan pemilu yang akan datang.

“Ada beberapa titik pembagian sembako yang kita laksanakan untuk orang-orang yang layak menerimanya, atau dikatakan kategori miskin di Kota Medan, seperti di Medan Tembung, Indrakasih, Titi Papan, dan itu door to door kita lakukan,” ucap Siddik, Sabtu (16/9/2023).

“Setelah itu kita melaksanakan pengajian penguatan moderasi beragama. Di mana Kokam menjadi penengah menghadapi pemilu di negara kita. Kemudian, dialog itu adalah bentuk penguatan bagaimana moderasi beragama di negara ini bahwa kita adalah bhinneka tunggal ika. Karena NKRI adalah perjuangan pahlawan pendahulu kita yang telah mengorbankan segalanya,” jelasnya.

Pada intinya, ditegaskannya, Kokam mendukung negara agar benar-benar menjalankan pemilu dengan damai.

Acara penutupan dialog kenegarawan dalam acara para anggota di perbolehkan tanyak tentang pemilu damai.

Selain itu, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumut, Amrizal, S.Si, M.Pd memaparkan kesiapan penyelenggaran kegiatan yang dilaksanakan Kokam Wasathiyyah sebagai gerakan moderasi beragama menjaga kondusifitas dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sebagai keutuhan NKRI, tema “Kokam berkemajuan, progresif sebagai generasi Negarawan, membangun Indonesia menuju generasi emas”.

“Dari tanggal 7 sampai tanggal 15 persiapan dan hari inilah hari terakhir juga, selain ini kita nanti mengadakan pengajian dan dialog negarawan. Kita juga akan bagi sembako kepada anggota yang ada di sini. Karena ini yang bisa kita lakukan dan berikan,” papar Amrizal kepada anggota Kokam yang hadir pada (16/9/2023).

Lebih lanjut, Amrizal menuturkan peran Kokam di organisasi dan Pemerintahan Indonesia.

“Kalau di Muhammadiyah kita bagian dari generasi kita bagian dari pasukan cadangan untuk negeri ini saat ini, kita tahu bahwa kondisi negeri kita memang tidak aman-aman saja maka ada kita bagaimana kita menghadapi nantinya dalam hal memahami ini karena kita di sini multikultural banyak agama, budaya dan adat,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan kesiapan Kokam dalam menghadapi  Pemilu 2024.

“Kita doakan sama-sama bagaimana Pemilu ke depan nanti ini dalam kondisi yang aman-aman aja dan kondisi mesin yang dicapai semoga pemimpin-pemimpin yang terpilih nantinya dapat menjadi aspirasi dapat menjaga NKRI tanpa merusak atau menyakiti menzalimi masyarakat yang ada itu kita harapkan. Kita akan tetap ada pada awal pemilu 2024 supaya pemilu damai,” pungkasnya. (Rizky Zulianda)

0

Suara Indonesia News –  Nias Selatan. Tumbangnya pohon di jalan lintas gunung sitoli – teluk dalam  ( Jln Nari Nari ) Desa Nanowa Kec Teluk dalam Kab Nias Selatan. akibat hujan yang deras mengguyur di beberapa wilayah di Kabupaten Nias Selatan pada Minggu  (17/09/2023) membuat anggota Sat lantas polres Nias Selatan dibantu dengan warga membersihkan batang dan puing puing pohon tumbang agar tidak mengganggu jalan raya.

Dua orang personel yang turun yakni Briptu A. Simaremare dan Bripda Victor Waruwu  nampak mengatur lalu lintas dan juga membersihkan puing puing pohon tumbang yang jatuh hampir memenuhi seluruh badan jalan.

Keberadaan anggota Polri ini pun mendapatkan reaksi positif dari warga sekitar. Tak hanya warga sekitar, turunnya dua personil Sat Lantas Polres Nias Selatan tersebut juga dinilai sebagai hal yang baik oleh para pengguna jalan. Ketepatan dan kecepatan penanganan musibah pohon tumbang mendapat apresiasi positif.

Kasat lantas polres Nias Selatan AKP AGUS ENTI MANSYAH yang dihubungi melalui sambungan seluler pada Minggu (17/09/2023) menuturkan jika keberadaan anggota Polri ini untuk mencegah terjadinya kemacetan dan laka lantas yang bisa ditimbulkan akibat dampak dari pohon tumbang.

“Ini adalah bentuk kesigapan anggota Polri yang selalu hadir memberikan pelayanan yang prima dan terbaik kepada masyarakat dalam situasi apapun. Inilah wujud polri yang selalu hadir di baris terdepan memberikan yang terbaik untuk seluruh lapisan masyarakat,” terang AKP AGUS ENTI MANSYAH

Tak lupa juga personil sat lantas yang bertugas menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berkendara,tetap waspada dan mematuhi aturan lalu lintas, terlebih-lebih saat cuaca yang tidak bagus seperti ini. (HERMAN TELAUMBANUA)

0

Suara Indonesia News – Pekanbaru. Total 37 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerhah (DPRD) Kabupaten Bengkalis buat dagelan di hadapan wakil kementerian dan narasumber dari luar daerah, keluar ruangan atau walk out saat pembukaan Bimbingan Tekhnik (Bimtek) yang digelar di salah satu hotel di Pekanbaru, pada Kamis (14/9) kemarin.

Para legislator “Negeri Junjungan” nama lain dari Kabupaten Bengkalis walk out saat pembukaan Bimtek, konon kabarnya lantaran Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Khairul Umam yang pimpin pembukaan Bimtek.

Apakah ini buntut dari mosi tak percaya 36 anggota DPRD Kabupaten Bengkalis kepada Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Khairul Umam? Entahlah, tapi peristiwa walk out 37 anggota DPRD Kabupaten Bengkalis saat pembukaan Bimtek yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Khairul Umam, benar terjadi dan bisa jadi presedent buruk bagi citra lembaga DPRD Kabupaten Bengkalis di mata masyarakat ke depan.

Dari rilis yang diterima sejumlah wartawan yang tergabung dalam Pengurus Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Bengkalis pada Minggu (17/9/2023), pembukaan Bimtek terpaksa diundur beberapa saat disebabkan para legislator DPRD Kabupaten Bengkalis keluar dari ruangan (walk out).

Tapi, setelah berdiskusi lewat musyawarah dan mufakat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Syofyan yang dipercaya pimpin pembukaan Bimtek. Sebanyak 37 anggota DPRD Kabupaten Bengkalis tadinya keluar kembali masuk mengikuti pembukaan dan Bimtek sesuai yang direncanakan.

“Kita hormati keputusan kawan-kawan. Ini bagian dari dinamika politik. Keputusan kawan-kawan ini bagian dari kesepakatan mosi tak percaya yang takkan menghadiri rapat, kalau masih dipimpin Khairul Umam dan Syahrial,” ujar Sofyan.

Kata Sofyan, keputusan yang diambil 36 anggota DPRD Kabupaten Bengkalis takkan menganggu sidang maupun agenda DPRD Kabupaten Bengkalis, sebab intinya mereka hanya menolak dipimpin Khairul Umam dan Syahrial.

“Begitu Khairul Umum tak lagi pimpin kegiatan, 36 kawan-kawan yang walk out masuk lagi dan Bimtek berjalan lancar hingga selesai. Intinya kawan-kawan tak mau dipimpin Khairul Umam dan Syahrial lagi,” tegas Sofyan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Syaiful Ardi mengaminkan Syofian. Mereka yang tandatangani mosi tak percaya komit dengan kesepakatan tak menghadiri rapat, kalau masih di pimpin Khairul Umam dan Syahrial.

“Apa yang terjadi sesuai kesepakatan. Kami takkan menghadiri sidang ataupun rapat kalau dipimpin Khairul Umam dan Syahrial. Ini tak hanya berlaku di Bengkalis tapi di luar Bengkalis. Buktinya, kawan-kawan meninggalkan Bimtek lantaran dipimpin Khairul Umam, tutur,” Politisi Partai Amanat Nasional ini.

Diketahui, delapan perwakilan 7 Fraksi DPRD Kabupaten Bengkalis serahkan mosi tak percaya ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Bengkalis, pada Senin (28/8) lalu.

Sebanyak 36 anggota DPRD Kabupaten Bengkalis tandatangi mosi tak percaya sepakat tidak mengikuti rapat paripurna selagi masih dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Khairul Umam dan Syahrial Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bengkalis.

Kesepakatan sudah mereka tunjukkan saat paripurna di DPRD Kabupaten Bengkalis beberapa waktu lalu dan berlanjut saat pembukaan Bimtek di salah satu hotel di Pekanbaru.

Apa Salah Saya? Cuma Tindaklanjuti Surat Dari Partai

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis, Khairul Umam tanggapi dingin keluar atau walk out 37 anggota DPRD Kabupaten Bengkalis saat dirinya selaku Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis diminta buka Bimbingan Tekhnik (Bimtek) yang digelar di salah satu hotel di Pekanbaru, pada Kamis (14/9).

Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis saat dimintai keterangan bye telepon genggamnya sedang berada di Pekanbaru, pada Jumat (15/9) lalu menjelaskan, mereka, apa namanya, saya tidak tahu apa wacananya. Bimtek itu, agenda resmi DPRD Kabupaten Bengkalis.

Saya selaku Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis diminta membuka acara Bimbingan Tekhnik (Bimtek), tiba-tiba meraka bikin dagelan, apa namanya ya seperti anak-anak.

“Bagi saya itu seperti anak-anak, mereka keluar. Padahal, di acara itu ada perwakilan kementerian, tamu undangan, dan ada narasumber dari Jakarta, pihak luar, dan  penyelenggaranya itu dari pihak ketiga,” ujarnya.

Bagi saya kata Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis ini, mereka melakukan itu, mereka ingin mempermalukan saya. Saya terus terang saja, saya enggak malu tapi mereka mempermalukan lembaga ini dan mempermalukan tatanan. Ini akan tercatat, apa namanya istalahnya bakal tercatat dalam sejarah mosi tak percaya yang tidak berdasar.

Artinya, yang mereka mosikan sendiri enggak bisa dibuktikan, dan belum tentu mereka benar. Saya sudah pernah paparkan. Perbuatan-perbutan mereka seperti menegakkan benang basah, mereka melakukan mosi itu lantaran mereka menuduh saya ini mengusulkan 4 orang Pergantian Antar Waktu (PAW) padahal itukan sudah saya jelaskan. Itu adalah proses yang tak bisa terbukti, mereka ingin menunjukkan, silahkan saja secara politik. Itukan mempermalukan lembaga.

Bila nanti mereka melakukan tanpa Ketua DPRD, silahkan saja. Tapi, hal-hal seperti ditatib itu terkait keuangan-keuangan yang keluar tanpa Ketua DPRD, mereka tak sanggup dan mereka akan ini. Itu saja, bagi saya tidak merasa malu.

Bagi pribadi saya, itu enggak masalah. Mereka itu permalukan lembaga ini. Jadi, ya itukan tergantung masyarakat yang menilainya.

Penyebab mereka mosi itu enggak jelas, dan kemudian mereka melakukan itu di depan tamu-tamu ya seperti dagelanlah. Mereka buat mosi itu, apa substansinya yang mereka lakukan. Dari obrol-obrol di belakang, saya menilai ada dalang di belakang dan dagelan politik ini saya duga ada yang setingn

“Saya berharap teman-teman mencabut mosi itu, kembali pada kebenaran. Saya salah apa, apa yang saya langgar,” jelasnyam

Ditambahkan KU sapaan akrab Ketua DPRD Bengkalis ini yang dituduhkan kepada saya, yakni diduga melanggar PP 12 tahun 2018, ini tatib. Partai yang bersangkutan yang mengirim. Ada proses di dewan 7 hari, KPU 7 hari, Bupati 7 dan paling lama 14 hari di gubernur baru turun surat.

Kenapa surat dari KPU tidak dipersoakan? Koka surat DPRD Bengkalis dipersoalkan. Apa salah saya?

“Saya bertahan menjaga kegormatan negara dan lembaga eksistensi bukan pribadi saya. Saya enggak apa apa dihina, dan saya perjuangkan kebenaran. Jangan sampai ini menjadi catatan sejarah kelam bagi lembaga ini. Jadi, kita bicara logika saja, kebenaran itu mesti dicari,” sebutnya. (Mus)

0

Suara Indonesia News – Duri. Rasa peduli Zainal Habib tentang organisasi Muhammadiyah sangatlah besar hal ini terlihat saat Zainal Habib yang sekarang duduk menjadi anggota DPRD Bengkalis dapil 4 Mandau dari Partai PAN memberikan motifasi kepada kader Muhammadiyah yang sedang melangsungkan pembukaan Muscab ke XI Muhamadiyah di hotel Susuka Duri.

Saat di temui Suara Indonesia News Zainal Habib memaparkan bahwa dirinya dikenal masyarakat luas berawal dari pengabdiannya di Muhammadiyah.

“Saya mulai dikenal oleh masyarakat Mandau itu berkat saya berlindung di pohon besar yakni Muhammadiyah, tanpa bimbingan Muhamadiyah saya ini tidak ada apa-apanya di kecamatan Mandau dan inilah dasar hidup saya,” katanya Minggu 17 September 2023.

“Saya punya tekat dan saya sudah sampaikan saya cinta Muhammadiyah, saya cinta Aisyiyah saya hibahkan diri saya buat Muhammadiyah dan Aisyiyah,” ulasnya.

Selama di Muhammadiyah seorang Zainal Habib berbuat mengabdikan diri untuk kemajuan Muhammadiyah banyak hal yang sudah dilakukan dan tidak segan untuk menjumpai siapapun baik itu Mentri Pendidikan, Bupati Bengkalis, DPRD Kabupaten maupun DPRD Provinsi bahkan DPR-RI. Istilah jadi pengemis berdasipun dilakukan oleh Zainal Habib saat itu.

“Alhamdulillah, saya yang dulu kader Muhammadiyah berkat Doa warga Muhammadiyah dan warga Aisyiyah, Allah berikan kesempatan duduk di legislatif Kabupaten Bengkalis saat ini,” tuturnya.

Tentu warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Kecamatan Mandau dapat berbangga hati karena seorang kader Muhammadiyah yang telah ditetapkan sebagai anggota legislatif Kabupaten Bengkalis meskipun hanya jabatan hingga 2024 nanti.

“Saya sudah sampaikan kepada warga Muhammadiyah dan Aisyiyah satu yang akan kita perjuangkan adalah Muhamadiyah dan Aisyiyah, in sya Allah melalui pokok pikiran legislatif Kabupaten Bengkalis,” imbuhnya.

Zainal Habib yang dibesarkan dari muhamadiyah dan selama ini telah mengabdikan diri di Muhammadiyah juga turut serta membesarkan Muhammadiyah di kecamatan Mandau bukan tanpa tantangan dan rintangan yang melanda.

Hal ini di akuinya, saya selama ini hidup memang di Muhammadiyah, berawal di Muhammadiyah, saya curahkan kehidupan saya di Muhammadiyah walaupun kadangkala tidak semua orang yang senang dengan saya, tidak semua orang menganggap yang selama ini baik, tapi itu biarlah, kita manusia punya pikiran yang berbeda.

Sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Zainal Habib tidak patah arang untuk terus maju bersama kader Muhammadiyah dan Aisyiyah sesuai motto yang diusung Muhammadiyah ” Memajukan Mandau, Mencerahkan Bengkalis ” tutupnya penuh semangat.(Mus)