0

Suara Indonesia News  – NTT, Rote Ndao. Semangat  Kapolres Rote Ndao, AKBP. I Nyoman Putra Sandika,SIK,SH.MH. untuk menangani berbagai kasus hukum dipolres Rote Ndao dinilai sangat cepat, namun sayangnya dinilai keluarga Korban lambat penanganan oleh Pihak Penyidik Polres Rote Ndao.

Dikonfirmasi media ini, Via Wats APP, Sabtu (1/4/2023) Kapolres Rote Ndao AKBP. I Nyoman Putra Sandika,SIK,SH.MH mengatakan pihaknya telah melimpahkan kewenangan ke penyidik, sehingga mempersilahkan wartawan untuk mengkonfirmasi kepada penyidik perkembangan penanganan kasus penganiayaan MA dibilangan Mokdale pekan lalu yang dilakukan oleh  YN dan rekan-rekannya, dan berjanji penanganan kasus dipastikan sesuai SOP.

“Silahkan konfirmasi ke penyidik setiap Laporan Polisi ditangani sesuai SOP Dan ada SP2HP,” imbuh Kapolres Via Wats APP.

Kekecewaan Keluarga Korban.

Ibunda Korban kepada media ini, Sabtu (1/4/2023), kembali mengkronologiskan kekecewaannya kepada penyidik bahwa  Dalam SP2HP tersebut dicantumkan bahwa penyidik dalam waktu 12 hari akan dilakukan penyelidikan dan jika diperlukan waktu perpanjangan, maka akan diberitahukan lebih lanjut. Apabila ada keluhan silakan hubungi Penyidik PPA yang ditunjuk, yakni Aipda Okto Lay,” jelas Yenny.

sebelumnya diberitakan media ini, Yenny juga menceritakan, kedatangan petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Rote Ndao bernama Gusty yang mendampingi kasus penganiayaan yang dialami anaknya, MA, Senin (12/3/2023). Petugas itu melakukan wawancara investigasi dan klarifikasi di kediamannya.

Katanya, petugas Dinsos akan berkoordinasi dengan penyidik kepolisian untuk kembali meminta keterangan terhadap semua orang yang ada di video, termasuk melontarkan kata-kata bersiat provokatif yang terekam di video tersebut.

Ibunda MA itu mengaku sudah mengkonfirmasi ke penyidik di Unit PPA Polres Rote Ndao. Penyidik itu membenarkan sudah ada koordinasi dengan petugas Dinsos. Namun kasus ini dinyatakan masih memerlukan keterangan saksi tambahan untuk gelar pekara kasus tersebut.

Yenny mengaku kesal karena sudah melaporkan penganiayaan sejak 21 Februari 2023, namun hingga saat ini belum ada pemeriksaan saksi. Kesannya kasus ini tidak ditangani serius.

“Saya minta baru dikasih, kalau tidak minta maka tidak akan dikasih oleh mereka. Setidaknya mereka harus kasih aduan dengan SOP dan alasan yang seperti apa,” kata Yenny.

Bahkan dia mempertanyakan alasan bahwa terduga pelaku dalam video itu belum diperiksa karena akan menghadapi ujian sekolah. “Ujian diadakan bulan Maret, laporan saya dari bulan Februari, kenapa belum juga diperiksa,” katanya.

MA berstatus pelajar di SMAN 1 Rote Selatan. “Anak saya ini tidak tidak ada kesalahan dengan pelaku,” katanya.

Yenny menunjukan surat laporan di Polres Rote Ndoe nomor LP /D /17 /11 /2023 /SPKT /Polre Rote Ndao Polda Nusa Tenggara Timur Tanggal 21 Februari 2023 dan sesuai laporan saudari SPKT Polres Rote Ndao Nomor LP /D /17 /III /2023 /SKPT/RES/RN/Polda NTT 21 Februari 2023 Tentang terjadi tindak pidana penganiayaan.

Surat pemberitahuan hasil penyelidikan ke-1 (A1) Nomor D /13 /II /RES1.6 /2023 /RESKRIM tanggal 22 Februari 2023 yang mencantumkan 1. Yenni Coralina Fanggidae sebagai sakasi pelapor, 2. MA sebagai anak dan korban penganiayan, 3. RAN sebagai saksi dan YN sebagai terduga pelaku atau terlapor.

Kasat Reskrim Polres Rote Ndao, Iptu Yeni Setiono yang dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Octo Lay menjelaskan, “Sudah tidak usah telepon lagi besok saja baru konfirmasi,” katanya singkat, kemudian pesawat selulernya dimatikan.

Reporter : Dance henukh

0

Suara Indonesia News – Aceh. Personil Kompi 1 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh yang dipimpin Komandan Kompi 1 Batalyon B Pelopor AKP Rizki Julianda Putera Buna, S.IK ikut mengamankan kunjungan kerja Menteri Perhubungan Budikarya Sumadi untuk meninjau stasiun kereta api di Bungkah Aceh Utara, Stasiun kereta api di Kutablang Kabupaten Bireuen serta Jembatan kereta api di Paya Nie Kabupaten Bireuen.Sabtu (01/4/23)

Rombongan Menteri Perhubungan disambut oleh PJ Bupati Bireuen Bapak Aulia Sofyan, Ph.D, Anggota Komisi V DPR RI Bapak H. Ruslan Daud dan Forkopimda Plus.

Komandan Batalyon B Pelopor AKBP Ahmad Yani melalui Danki 1 Batalyon B Pelopor AKP Rizki Julianda Putera Buna,S.I.K. mengatakan, dalam rangka kunjungan menteri tersebut kami siapkan personel pengamanan VIP, serta kami lakukan pengamanan sesuai dengan SOP.

“Ya, pengamanan VIP tersebut kami perketat guna mengantisipasi adanya gangguan keamanan, personel yang terlibat dalam pengamanan di perintahkan untuk terus tingkatkan kewaspadaan dan jangan lengah dalam melaksanakan pengamanan” jelasnya

Sementara AKP Rizki menambahkan, kunjungan sejumlah menteri mendapat pengawalan dan pengamanan ketat dengan melibatkan personel TNI, dan personel Polres, Lhokseumawe, Polres Bireuen beserta jajarannya.

Pengamanan jalur melibatkan PJR satlantas Polres Lhokseumawe dan PJR Polres Bireuen. Juga pengamanan Escape beserta kendaraannya di lokasi kegiatan.

AKP Rizki menambahkan, “unit Escape diturunkan guna memberikan rasa aman dan nyaman. Serta keamanan selama berlangsungnya kegiatan yang ditujukan bagi seluruh tamu undangan.(zal)

0

Suara Indonesia News – Indramayu. Kemelut kredit macet yang mendera Bank Perkreditan Rakyat Karya Remaja (BPR KR) Kabupaten Indramayu memang menyita perhatian. Hal ini dikarenakan jumlah kredit macet jumlahnya fantastis untuk ukuran BPR tingkat kabupaten.

Angka kredit macet BPR KR Indramayu awalnya hanya Rp29 miliar pada 2021. Angka ini melonjak tajam menjadi Rp141 miliar di tahun 2022. Namun update terbaru OJK menyatakan, angka kredit macet melampaui angka Rp230 miliar. Fantastis.

Angka kredit macet di BPR KR Indramayu bahkan disebut-sebut terbesar di Indonesia. Kasus yang terjadi di BPR setingkat kabupaten di daerah lain angkanya jauh di bawah angka kredit macet di BPR KR Indramayu.

Angka sebesar itu merupakan perhitungan akhir jumlah uang yang dikemplang debitur nakal. Dampaknya, uang milik nasabah penyimpan tak bisa diambil karena kas BPR KR Indramayu mengendap dalam kasus kredit macet.

Direktur Operasional BPR KR Indramayu, Bambang Supena menyatakan, terjadinya kredit mecat sebesar Rp230 miliar dikarenakan adanya permainan dari beberapa oknum. Ada tiga orang yang disebut sebagai biang kerok tersebut. (01/4/23)

Dua nama disebut sebagai mantan direksi dan satu nama disebut staf bagian kredit. Mereka adalah mantan Direktur Utama (Dirut) berinisial S, telah ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat dan mantan Direktur Operasional berinisial MAA, sudah tak lagi menjabat. Sementara seorang lainnya adalah mantan staf bagian kredit berinisial VA.

Ketiga nama yang disebut Bambang diduga menjadi otak dari kasus kredit macet tersebut. Mereka, jelas Bambang, bersekongkol membuat skenario pencairan kredit untuk debitur yang kini masuk dalam kelompok penunggak angsuran. Skenario yang dibuat berupa akal-akalan, memanipulasi agunan dan pemohon kredit.

“Mereka yang tahu persis bagaimana alur kredit bisa cair tanpa mekanisme yang benar. Semua akal-akalan ketiga orang yang saya sebut tadi. Jadi mereka lah yang harus bertanggung jawab terhadap timbulnya kredit macet,” jelas Bambang. (Toro)

0

Suara Indonesia News – Rote Ndao, NTT. Bunda  MA, korban tindak pidana penganiayaan oleh YN, di jalan raya depan kantor Bupati Rote Ndao, Senin (20/02/2022) lalu, dinilai tidak serius ditangani Penyidik Polres Rote Ndao.
kasus ini ditangani Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Rote Ndao melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

Keluarga korban berharap proses hukum terhadap kasus penganiayaan yang dialami MA secepatnya selesai dan anak mereka mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya.
Jumat (31/4/2023), Yenny Caroline Fangidae

menjelaskan, sejak dilaporkan pada Selasa (21/02/2023), penyidik telah memproses hukum kasus tersebut dan dirinya senang, Penyidik PPA telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan Perkara (SP2HP) yang ditandatangani  Kasat Reskrim
Iptu Yeni Setiono  kepada dirinya selaku pelapor.

“Dalam SP2HP tersebut dicantumkan bahwa penyidik dalam waktu 12 hari akan dilakukan penyelidikan dan jika diperlukan waktu perpanjangan, maka akan diberitahukan lebih lanjut. Apabila ada keluhan silakan hubungi Penyidik PPA yang ditunjuk, yakni Aipda Okto Lay,” jelas Yenny.

Menurutnya, pada Senin (12/03/2023), Pak Gusty, petugas dari Dinas Sosial Kabupaten Rote Ndao yang bertugas mendampingi kasus yang dialami anaknya itu, melakukan wawancara investigasi dan klarifikasi di kediamannya.

Setelah itu,kata Yenny, petugas Dinsos menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Penyidik untuk kembali mengambil keterangan terhadap semua yang ada saat kejadian dan melontarkan kata-kata bersifat provokatif yang terekam video itu. Selanjutnya keluarga diharapkan menunggu kabar dari pihak Polres lagi.

Selanjutnya, dirinya mengkonfirmasi terkait perkembangan penyelidikan kepada Pak Okto Lay (Unit PPA), dan ternyata benar bahwa sudah ada koordinasi dari petugas Dinsos. Sehingga, Pak Okto katakan masih akan memeriksa tambahan saksi, selanjutnya dilakukan gelar perkara kasus tersebut.

Ia berharap proses hukum terhadap kasus penganiayaan yang dialami anaknya itu segera selesai dan mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. Namun,saat ini membuat dirinya tak lagi percaya, penyidik terkesan memberikan informasi tidak konsisten.

Jum’at (31/4/2023) dirinya kesal, Dirinya melaporkan kasus tanggal 21 februari 2023 tetapi sampai sekarang belum ada pemeriksaan saksi, Mereka memberikan surat panggilan pertama mereka memberitahukan bahwa nanti kalau masih butuh maka mereka akan memberikan lagi surat yang ke-2.

ia kesal, penyidik selalu mengulur, “  saya minta baru di kasih kalau tidak minta maka tidak akan di kasih oleh mereka, setidaknya mereka harus kasih aduan dengan SOP  dan alasan yang seperti apa.

para pelaku atas nama Jastin dan Sani penyidilk alasan para pelaku ada ujian, namun ujian baru di adakan bulan ini Maret sedangkan laporan saya dari bulan lalu tanggal 21 februari 2023 sebelum ujian kenapa belum di periksa.

berharap media  memuat kasus yang di alami oleh anak saya dengan inisial  M.A,anak saya masih berstatus sebagai seorang siswa di SMAN 1 ROTE SELATAN, anak saya ini tidak tidak ada kesalahan dengan pelaku, ungkapnya .

“Saya sudah melapor lalu mereka memberikan surat perkembangan kasus bahwa mereka sudah memeriksa kasus, terus saya mengecek lagi lalu mereka beralasan kan bahwa mereka masih menunggu surat rekomendasi untuk gelar perkara.

Yeni menunjukan surat  laporan di polres nomor LP/D/17/11/2023/SPKT/POLRES ROTE NDAO POLDA NUSA TENGGARA TIMUR Tanggal 21 Februari 2023

Dan sesuai laporan saudari SPKT POLRES ROTE NDAO Nomor LP/D/17/III/2023/SKPT/RES/RN/POLDA NTT 21 FEBRUARI 2023 Tentang terjadi tindak pidana penganiayaan.

Surat pemberitahuan hasil penyelidikan ke-1 (A1) Nomor D/13/II/RES1.6/2023/RESKRIM,Tanggal 22 Februari 2023
1.  YENI CAROLINA FANGGIDAE (Saksi
Pelapor)
2. MUHAMMAD ALFIAN ( Anak Korban)
3. ROY ALDIRANGGA NAUK (Saksi)
4. YESAYA NDUN ( Terlapor)

Kasat Reskrim Polres Rote Ndao YENI SITIONO yang di konfirmasi media ini pada Jumat tanggal 31 Maret 2023 melalui Kanit Reskrim OCKTO LAY menjelaskan “sudah tidak usah telepon lagi besok saja baru konfirmasi ” Katanya dengan Singkat dan hempon di matikan.

Reporter : Dance henukh

0

Suara Indonesia News – Sumenep. Organisasi Kewartawanan PJI (Persatuan Jurnalis Indonesia) Perwakilan Sumenep berbagi kebaikan menggelar acara bagi bagi takjil kepada masyarakat dan buka puasa bersama, Jumat, 31/03/2023.

250 Paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan dan abang becak di lokasi Taman Tajamara, Sumenep.

Kegiatan berbagi dari PJI yang sudah berusia 24 tahun tersebut mendapat pengawalan Polsek Sumenep Kota, Polres Sumenep.

Ketua PJI Perwakilan Sumenep, Igusty Madani mengungkapkan, kegiatan sosial ramadhan itu agenda rutin tahunan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia dan nikmat yang telah diberikan.

“Karena hakikat syukur bukan hanya ucapan, tapi perbuatan yang baik dan bermanfaat”, ujar pria gondrong yang selalu berpenampilan ala santri ini.

Melalui kegiatan rutin tahunan ini,
Jurnalis Vokal kelahiran Pasongsongan ini
mengajak semua anggota PJI Sumenep terus mengasah kepedulian sosial terhadap sesama.

“Jadikan bulan Ramadhan ini sebagai momentum penguat kebersamaan dan mengasah empati orang lain”, ajaknya.

Igusty Madani juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota PJI yang kompak turun ke jalan guna berbagi kebahagiaan dalam pembagian takjil Ramadhan.

“Suksesnya acara ini juga berkat partisipasi dari hamba Allah, teman teman PJI. Semoga bermanfaat dan menjadi ladang kebaikan bagi kita semua”, doanya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Jurnalis Indonesia (DPP PJI), Hartanto Boechori memberikan apresiasi atas kekompakan anggota PJI di Sumenep berbakti sosial.

“Intinya, DPP PJI akan terus mensupport kegiatan yang memberikan azas manfaat terhadap masyarakat, apalagi ini bulan Ramadhan. Pupuk silaturahmi dan selalu tebar kebaikan. Terima kasih kawan telah menebar kebaikan”, dukungan pemilik Sasana Kicboxing BKBC ini melalui pesan tertulisnya. (Toro)

0

Suara Indonesia News – Konawe. Polres Konawe, Sulawesi Tenggara, mengadakan kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat di depan Pos Lantas Polres Konawe. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Konawe AKBP Ahmad Setiadi, S.I.K. Bersama Ketua bhayangkari cabang konawe Ny Rini ahmad setiadi dan dihadiri oleh beberapa pejabat Polres Konawe dan Pengurus Cabang Bhayangkari Konawe. Jum’at, 31/03-2023.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 150 nasi kotak dan 180 takjil dan dibagikan kepada masyarakat yang melintas dan tukang ojek. Kegiatan berlangsung selama 10 menit dan berakhir pada pukul 16.40 Wita dengan situasi yang aman dan kondusif.

Kapolres Konawe, AKBP Ahmad Setiadi, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Polres Konawe untuk memberikan dukungan dan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadan. Ia juga berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan hubungan yang baik antara Polres Konawe dan masyarakat setempat.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dan partisipasi dari Pengurus Cabang Bhayangkari Konawe dan diapresiasi oleh masyarakat yang menerima takjil. Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi institusi lain untuk memberikan dukungan dan pelayanan kepada masyarakat di sekitarnya. (Red SI)

0

Suara Indonesia News – Jakarta. Eks pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo telah resmi dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jum’at. (32/03/2023).

Diketahui kasus Rafael Alun Trisambodo belakangan ini telah membuat mata masyarakat semakin menyoroti kasus flexing dan menyerat banyak pejabat harus mendapat ganjaran atas sikap pamer kekayaan yang selama ini dilakukan di Media Sosial (Medsos).

Tidak berhenti disitu, Ormas Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) meminta pemerintah Khususnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk juga memeriksa sejumlah artis yang juga hobi pamer kekayaan.

Dalam hal ini PPTK, saya menduga adanya kongkalikong diantara pelaku Money Laundry dan pejabat PPATK yang terkesan pura-pura tidak tahu maraknya para pejabat yang pamer harta yang pantastis dan sangat tidak wajar, kata Milano.

Lanjut Milano, selama ini ada pembiaran dari PPATK atau kalau perlu bubarkan saja PPATK bila tidak mampu bertindak tegas mengungkap para pelaku Money Laundry, Ucapnya.

Jelas sekali masyarakat dipertontonkan dengan postingan para artis dan pejabat di media sosial pamerkan kekayaan yang tak wajar, bahkan ada benerapa pejabat yang jabatannya biasa saja namun harta kekayaannya mencapai ratusan millyar, mereka bebas flexyng seakan bangga dan merasa tak akan terorot aparat penegak hukum, lalu apa kerja PPATK selama ini..?

“Itu banyak juga artis yang kalau diperhatikan punya kekayaan ngga wajar, harus diperiksa juga,” ujar Sekjend Pekat IB, Milano melalui siaran pers, Jumat (31/3/23).

Hari ini, kata Milano, ada keterlibatan Artis berinisial R dalam kasus eks pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo. Hal tersebut menurutnya semakin menunjukkan bahwa kinerja Kemenkeu melalui dirjen pajak selama ini sangat lemah.

“Jika ini tidak juga berhasil diungkap, maka untuk apa lagi Sri Mulyani bertahan menjadi Menteri Keuangan, lebih baik mundur atau dicopot saja,” tegasnya.

Lebih jauh, Milano menantang Menkeu berani memeriksa para artis yang diduga ikut menikmati dan merampok uang pajak rakyat.

“Kami siap mengawal Menkeu dan KPK memeriksa kekayaan para Artis-artis yang kekayaannya dianggap tidak wajar,” pungkasnya. (Sendi)

0

Suara Indonesia News – Tanjungbalai. SPBU Tuah Kanda yang beralamat di Jalan Alteri, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, diduga terlihat bebas jual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dengan menggunakan jerigen siang hari maupun sore hari bahkan malam hari seolah-olah tidak ada masalah.

Seperti hari ini Jum’at 31 Maret 2023, tepat pada pukul 15.00 Wib di lakukan pengisian terhadap jerigen yang di bawa oleh along-along untuk di jual belikan kembali kepada nelayan yang membutuhkan dengan harga tertinggi.

Kegiatan yang di lakukan SPBU Tuah sudah bukan hanya kali ini saja tetapi setiap harinya, bahkan untuk mobil yang mengisi bahan bakar solar kadang tidak ada atau sudah habis karena di jual kepada yang memakai derigen.

Pihak SPBU Tuah yang akan di jumpai untuk konfirmasi tidak ada, Kumpul yang akrab di sapa juga tidak di tempat. Hingga berita ini di turunkan belum ada tanggapan dari pihak SPBU Tuah.

Ditempat terpisah Kapolres Tanjungbalai AKBP Ahmad Yusuf Afandi melalui Kasi Humas Polres Tanjungbalai AKP Ahmad Dahlan Panjaitan mengatakan “Trimks Infonya Pak, akan ditindak lanjuti. Trmka” Kata Humas simpel dan ringkas.

Humas Polda Sumatera Utara Kombes Hadi yang di konfirmasi melalui WhatsApp nya mengatakan “Silahkan ke kasi Humas tanjungbalai atau ke pelaksana SPBU, Kan bisa ditanyakan lnsng aturan dan kebijaknnya” Jawab Humas Polda Kombes Hadi. (Taufik H)