0

Suara Indonesia News – Teluk Kuantan. Pengurus Cabang (Pengcab) Esport Indonesia (ESl) Kuantan Singingi (Kuansing) telah selesai melaksanakan seleksi Daerah(Selekda) Pra Pon untuk 4 nomor pertandingan.

Giat seleksi tersebut dilaksanakan secara online yang dimulai dari Tanggal 22-27 Februari 2023. Demikian disampaikan Ketua Pengcab ESI Kuansing Rocky Ramadani. (01/03-2023).

“Alhamdulillah sudah selesai dan sudah ada 7 tim terbaik yang akan mewakili Kuansing untuk seleksi pra pon tingkat Provinsi Riau,” ujarnya.

Tambahnya selekda tingkat Provinsi Riau akan dilaksanakan Tanggal 19 Maret 2023. Akan diikuti seluruh perwakilan Kabupaten Kota se Riau.

“Tentunya kita berharap Doa dan dukungan dari masyarakat Kuansing agar Tim yang dikirimkan bisa memberikan prestasi terbaik untuk Daerah ini,” ujarnya.

Dikatakan Rocky bahwa kita yakin dan optimis dengan 7 tim yang akan mewakili Kuansing ini akan memberikan prestasi terbaik. Tapi tentunya mesti dibarengi dengan kerja keras dan ketekunan dalam berlatih.

“Saya sudah sampaikan kepada atlit agar berlatih serius untuk menghadapi selekda pra pon tingkat Provinsi Riau. Dan kita optimis salah satu dari tim yang dikirim akan lolos ke PON Aceh 2024,” tandasnya.

Berikut 7 Tim Terbaik yang Akan Mewakili Kuansing Untuk Selekda Tingkat Provinsi Riau :

Divisi PUBG

  1. ESI KUANSING ALIN
  2. ESI KUANSING REXS FIVE STAR

Divisi Mobile Legend

1.ESI KUANSING ODYSSEYS

  1. ESI KUANSING INFINITY

Divisi Free Fire

  1. ESI KUANSING BLACK ALIEN
  2. ESI KUANSING PLBJ OMEGA PH

Divisi E-Football

  1. Yogi Pratama Putra
  2. Ahmad Deca Fauzal
  3. Santo. (RC)

0

Suara Indonesia News – Konawe. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) ke- 63 tahun, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menggelar rapat paripurna yang merupakan masuk dalam rangkaian HUT Konawe ke- 63 tahun, bertempat di Aula Rapat Gedung DPRD Konawe, Rabu (1/03-2023).

Dalam kesempatan Rapat Paripurna, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa (KSK) menyampaikan rasa haru atas terselenggaranya pemerintahan di masa dua periodenya. Ia memaparkan capaian selama memimpin Konawe menurutnya banyak tantangan.

Kata KSK, pertama memimpin Konawe tahun 2013 pertumbuhan ekonomi berada di level -7,86%, angka kemiskinan masih mencapai 16,58%, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) baru mencapai 68,23, dengan status sedang.

Sedangkan pendapatan per kapita penduduk baru mencapai 19,4 juta atau hanya 1,6 juta, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) baru mencapai 65,06%, Kabupaten Konawe masih masuk kategori daerah tertinggal.

Kata dia sama halnya kondisi penyelenggaraan pemerintahan daerah masih belum memenuhi perinsip – perinsip akuntabilitas yang baik dimana opini BPK terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban daerah masih berstatus Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Namun ia berkomitmen bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nya untuk terus berusaha semaksimal mungkin membuka peluang usaha agar investor tertarik masuk berinvestasi, serta menggerakkan sektor lainnya sehingga mengalami kemajuan, tahun 2015 Konawe keluar dari status daerah tertinggal.

“Pertumbuhan ekonomi Konawe selalu menjadi terbaik dalam lima tahun terakhir ini, bahkan pada tahun 2022 Konawe dapat tumbuh melampaui daerah lain di Sultra yaitu 15,38%, angka kemiskinan ditekan menjadi 12,57%, IPM telah mencapai 72,04 dengan status IPM tinggi, pendapatan per kapita penduduk naik signifikan 34 juta/kapita/tahun atau 2,8 juta/kapita/tahun, TPAK sudah mencapai 70%,” jelasnya.

Selama tujuh tahun berturut – turut Kabupaten Konawe meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dan juga beberapa penghargaan nasional.

“Upaya pemerintah meningkatkan kapasitas fiskal daerah melalui peningkatan proporsi peran Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap total pendapatan pada APBD tahun 2013 hanya mencapai sebesar 2,72%, dengan nilai 23 miliar rupiah, namun dalam kurun waktu 10 tahun terakhir secara perlahan dan konsisten mampu meningkatkan proporsi PAD hingga mencapai 13,33%, dimana tahun 2022 realisasi PAD sudah mencapai 201 miliar rupiah,” ungkap KSK.

Sementara Itu Ketua DPRD Konawe Dr H Ardin S.Sos,M.Si., mengatakan, pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah selam kurun waktu tahun 2022-2023, DPRD Konawe bersama pemerintah daerah konawe telah mengukir banyak perestasi dan dedikasi dalam mengawal pembangunan ini,

Beragam keberhasilan pembangunan telah kita raih, akan tetapi kita pun tak bisa menutup mata bahwa masih banyak permasalahn bangsa yang belum terselesaikan. Permasalahan tersebut memerlukan penyelesaian secara bertahap untuk menyelesaikannya, ucap ardin.

Lanjut ketua DPRD Konawe, dalam sisitim politik, demokrasi, pemerintahan, ekonomi, sosial, dan sistim hukum, DPRD Konawe secara internal saat ini telah merubah paradigma berfikir kearah kinerja. Atas nama konstitusi, DPRD memegang kekuasaan membentuk peraturan daerah bersama dengan pemerintah daerah kab. Konawe. DPRD menetapkan politik anggaran dengan memperhatikan input, output, outcome, benefit dan impact. Semuanya ini merupakan sebuah wujud implementasi kebangkitan revolusi mental.

Implementasi kebangkitan revolusi mental telah diawali DPRD Konawe dengan mengimplementasikan berbagai manifestasi kearifan lokal dalam melalui pembentukan peraturan daerah dalam rangka menstimulun kebangkitan konawe sebagai pusat kebudayaan dan pusat peradaban. (Red SI)

0

Suara Indonesia News – Konawe. Jelang Ramadhan 1444/H 2023, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, mengeluarkan himbauan satuan pendidikan jenjang SD dan SMP Negeri Swasta se-Kab.Konawe untuk melaksanakan pesantren kilat atau bimbingan keagamaan sesuai nomor surat Nomor : 420/355/DIKBUD/2023.

Dr Suriyadi,S.Pd.M.Pd Kepala Dinas Pendidikan Konawe mengatakan, pesantren kilat ini dilaksanakan dalam rangka memasuki bulan suci ramadhan 1444/H 2023 M. Sehingga diharapkan para kepala satuan pendidikan SD, SMP Negeri dan swasta untuk menyelenggarakan pesantren kilat di sekolah atau rumah-rumah ibadah bagi peserta didik muslim dan nonmuslim, dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan agama masing-masing. (01/03-2023)

“Himbauan pelaksanaan pesantren kilat ini bertujuan agar peserta didik dapat meningkatkan pemahaman tentang ajaran agama, memperdalam serta memantapkan ajaran agama, menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan nilai pengetahuan agama, kebersamaan, keagamaan, mempererat tali silaturahmi, dan meningkatkan nilai toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucap Kadis.

Agar pelaksanaan bimbingan keagamaan kepala satuan pendidikan dan pendidik senantiasa memperhatian usia peserta didik, materi, waktu, tata tertip, dan aturan yang berlaku, sehingga kegiatan tersebut efektif, efisien, dan memberikan manfaat sesuai yang kita harapkan bersama, Tutup Suriyadi. (Red SI)

0

Suara Indonesia News – Kabupaten Cirebon. Ratusan warga sangat antusias menyerbu operasi pasar beras murah yang diselenggarakan Satgas Pangan Polresta Cirebon, Perum Bulog Cabang Cirebon, dan IJTI Cirebon Raya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Warujaya, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, (Rabu, 1/3/2023).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon, Budi Sultika, dan Ketua IJTI Cirebon Raya, Faizal Nurathman. Mereka menyerahkan secara simbolis beras yang dijual di operasi pasar tersebut kepada perwakilan masyarakat.

Bahkan, warga yang membeli beras dalam operasi pasar tersebut mendapatkan bonus telur gratis dari Polresta Cirebon. Para petugas membagikan telur tersebut kepada ratusan warga Desa Warujaya setelah membeli beras dalam operasi pasar murah tersebut.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K, M.H, mengatakan, pembagian telur tersebut sebagai bentuk bhakti sosial kepada masyarakat dalam rangka untuk pencegahan stunting di Kabupaten Cirebon. Setiap warga yang membeli beras dalam operasi pasar tersebut mendapatkan enam butir telur.

“Kami menyiapkan 1000 paket telur yang berisi masing-masing enam butir untuk dibagikan kepada masyarakat yang membeli beras di operasi pasar kali ini. Pemberian telur tersebut sebagai bentuk baksos dari Polresta Cirebon sebagai upaya untuk menekan angka stunting di Kabupaten Cirebon,” ujar Kombes Pol Arif Budiman, SIK, MH.

Ia mengatakan, kegiatan operasi pasar beras murah tersebut juga bertujuan untuk mengintervensi harga beras di pasaran, khususnya di wilayah Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon. Pasalnya, saat ini harga beras di wilayah Kecamatan Cirebon masih berkisar antara Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu per kilogram.

Namun, dalam operasi pasar tersebut beras yang dijual dipastikan di bawah harga pasaran, yakni Rp 9400 per kilogram dan penjualannya dalam kemasan lima kilogram seharga Rp 47 ribu. Setiap warga yang datang ke operasi pasar tersebut hanya diperkenankan membeli maksimal dua kemasan atau 10 kilogram.

“Beras yang dijual dalam operasi pasar ini untuk dikonsumsi sendiri, bukan untuk dijual lagi. Kami mempersilakan masyarakat di Desa Warujaya untuk memanfaatkannya, dan menyiapkan telur untuk dibagikan secara gratis kepada warga yang membeli beras di operasi pasar,” kata Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K, M.H.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Budi Sultika, menyampaikan, dalam operasi pasar di Desa Warujaya jumlah beras yang disediakan mencapai 10 ton. Beras tersebut merupakan kualitas medium yang dijual di operasi pasar seharga Rp 9400 per kilogram.

“Kami rutin menggelontorkan untuk operasi pasar murah yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Bahkan, dalam sehari bisa lebih dari lima titik lokasi pelaksanaan operasi pasar murahnya di Wilayah III Cirebon,” ujar Budi Sultika.

Senada, Ketua IJTI Cirebon Raya, Faizal Nurahman, mengatakan, kegiatan kali ini sebagai bentuk kontribusi IJTI Cirebon Raya dalam membantu pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi. Selain itu, pihaknya juga membantu masyarakat untuk mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau.

“Kami berkolaborasi dengan Satgas Pangan Polresta Cirebon, Perum Bulog Cabang Cirebon, dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan operasi pasar murah ini. Alhamdulillah, kegiatan kali ini disambut tingginya antusias warga,” kata Faizal Nurathman. (Hatta)

0

Suara Indonesia News – NTT Rote Ndao. Diksel S. Haning, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rote Ndao didampingi Tim TCR, Tim Teknis Dinas PUPR, kepala Desa, perangkat Desa Mundek dan masyarakat meninjau lokasi  Bencana Banjir dan Longsor di Embung Ole Kahituk Desa Mundek Kecamatan Laoholu,Kabupaten Rote Ndao Hari ini  Rabu (01/03/2023) Sekitar Pukul 10.45 Wita

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rote Ndao Diksel S. Haning Seusai meninjau lokasi tersebut kepada Redaksi ini menjelaskan terjadinya Bencana di Embung tersebut akibat dari curan hujan dengan Intensitas Tinggi pada Selasa, 28 Februari 2023 kemaren, sehingga  merusak tanggul Embung Ole Kahituk pada bagian Spilway dan terjadi sedimentasi pada bagian tangkapan air pada Embung pertanian yang dibangun pada tahun 2016 silam

“untuk Korban Nihil, Spilway Embung mengalami Kerusakan Berat, terbawa banjir dan menyebabkan Longsoran, sepanjang 25 meter dengan tinggi 7 meter, Sedimentasi Area Tangkapan air embung sehingga mengalami pendangkalan di tangkapan, Kerusakan/kerugian mencapai Rp 100 juta rupiah ,” Jelas Diksel Haning.

Dijelaskan Diksel dampak dari kejadian tersebut adalah Kurangnya ketersediaan air untuk lokasi Holtikultura dan kurangnya ketersedian air

Sehingga tindakakan yang sudah dilakukan oleh tim teknis adalah  mendata  kerusakan/kerugian Embung  atau/ Lokasi pertama, dan tindakan yang di perlukan perbaikan tanggul dan spilway embung serta Pengerukan ,” Tegas Diksel.

Reporter : Dance Henukh

0

Suara Indonesia News – Konawe. Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe Ke 63 terus berlanjut, sebelumnya Pemkab Konawe  menghadirkan artis ibukota Fildan Rahayu jebolan D’Academy 4 Indosiar yang mengguncang masyarakat Konawe dengan aksi panggung yang begitu memukau.

Di malam kedua pagelaran festival Musik, masyarakat Konawe kembali di hibur dengan aksi panggung Kania Bintang Pantura. Aksi panggung Kania Pantura bagaikan magnet yang menampilkan penampilan panggung yang penuh perform hingga masyarakat Konawe yang hadir dapat melepas kerinduan akan hiburan. (28/02-2023)

Ribuan masyarakat Konawe tumpah ruah menyaksikan aksi panggung Artis Ibukota Kania Bintang Pantura yang membawakan lagu lagu hits dan mengajak para penonoton untuk berjoget bersama diiringi lantunan lagu merdu musik dangdut.

Ketua panitia HUT kabupaten Konawe Tam Sati Sam mengatakan, untuk ini malam kita menampilkan artis ibukota Kania Pantura, untuk besok malam kita akan menampilkan vokalis band Dadali.

“Tampilan pamungkas di malam tanggal 3, kita akan menampilkan artis legendaris Iwan Fals”, ucapnya.

Kita harapkan agar masyarakat konawe tetap menciptakan Kamtipmas yang aman dan nyaman, agar pagelaran musik ini dapat berlangsung dengan meriah, tutup Tam Sati Sam. (Red SI)

0

Suara Indonesia News – Kabupaten Cirebon. Sebanyak 26 desa dari 10 kecamatan di Kabupaten Cirebon akan dilakukan Audit Kasus Stunting (AKS). Rencananya, Audit Kasus Stunting ini akan dilaksanakan pada tahun 2023 ini.

Sebanyak 26 desa yang akan dilakukan audit kasus stunting dari 9 kecamatan di Kabupaten Cirebon tersebut yaitu, Kecamatan Waled, Ciledug, Astanajapura, Pangenan, Mundu, Talun, Jamblang, Weru, Kaliwedi, dan Kecamatan Klangenan. (01/03-2023)

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Hj Enny Suhaeni mengatakan, audit kasus stunting ini dilakukan berdasarkan jumlah kasus stunting tertinggi.

Ada 26 desa dari 10 kecamatan dan di 10 puskesmas yang akan dilakukan AKS ini,” kata Enny, Minggu, 19 Februari 2023.

Nantinya, sambung Enny, 26 desa dari 9 kecamatan tersebut akan dipilih 3 desa dengan kasus stunting tertinggi.

“Dan akan dipilih tiga desa, berdasarkan angka stuntingnya paling tinggi. 9 kecamatan itu tidak termasuk Kecamatan Sumber. Meskipun berdasarkan data yang diverifikasi keluarga kasus stuntingnya memang tinggi. Itu data dari Dinas Kesehatan,” terangnya.

Enny menjelaskan, dalam penangan stunting ini pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.

Sebab, kata dia, data stunting yang ada di DPPKBP3A berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.

Kemudian, diterangkan Enny, dalam penangan stunting ini pun pihaknya akan menghadirkan tim pakar. Di antaranya, dokter anak, psikolog ,dan ahli gizi, termasuk kuwu, camat, dan unsur muspikanya.

Hal itu dilakukan, sambung Enny, karena pihaknya ingin mencari tahu penyebab tingginya kasus stunting di wilayah setempat.

Setalah diketahui penyebabnya, kata Enny, DPPKBP3A Kabupaten Cirebon akan melakukan tindaklanjut di tingkat Kabupaten Cirebon.

Karena, Enny menerangkan, untuk penanganan stunting harus paripurna. Sehingga, intervensinya dari hulu ke hilir.

Hulunya intervensi sensitif 70 persen, sementara hilirnya 30 persen intervensi spesifik dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.

“Jadi, pada saat sudah dapat berapa kasus stunting yang saat ini ada kurang lebih 14 ribu kasus. Itulah Intervensi dari Dinas Kesehatan. Jadi kami adanya di hulu, yang tugasnya mendampingi keluarga-keluarga yang beresiko stunting,” terangnya.

Enny menjelaskan, dalam penangan stunting ini pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.

Sebab, kata dia, data stunting yang ada di DPPKBP3A berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.

Kemudian, diterangkan Enny, dalam penangan stunting ini pun pihaknya akan menghadirkan tim pakar. Di antaranya, dokter anak, psikolog ,dan ahli gizi, termasuk kuwu, camat, dan unsur muspikanya.

Hal itu dilakukan, sambung Enny, karena pihaknya ingin mencari tahu penyebab tingginya kasus stunting di wilayah setempat.

Misalnya, Enny mencontohkan, pasangan usia subur, calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan, kemudian keluarga yang memiliki anak usia 0 sampai 59 bulan.

“Mereka akan didampingi tim keluarga dari DPPKBP3A Kabupaten Cirebon yang jumlahnya ada 5.247,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj Neneng Hasanah menuturkan, angka stunting Kabupaten Cirebon mengalami penurunan dari 26,5 persen, menjadi 18,7 persen.

Penurunan angka stunting di Kabupaten Cirebon tersebut, kata Neneng, berkat kerja sama semua pihak.

“Di tahun 2023 ini, kami akan mencari inovasi agar stunting di Kabupaten Cirebon bisa turun hingga 2024 mendatang. Apalagi di tahun 2024 kita ada inovasi banting setir (bersama atasi stunting melalui skrining terintegrasi),” pungkasnya. (Hatta & Tim)

0

Suara Indonesia News – Indramayu. Pondok Pesantren Seluruh Indramayu adakan Pelatihan Operator guna melakukan pengajuan pakai data yang real, dilaksanakan di Aula PCNU, turut hadiri Kapolres Indramayu,Kemenag Indramayu,Kesra dan Basnas juga para tamu undangan lainnya. Selasa, (28/02-2023)

Dikatakan Azun selaku Ketua Forum Ponpes Indramayu, dengan dilakukan pelatihan operator supaya di era digital semua ajuan memakai data yang real baik jumlah santri,guru dan yang lainnya bertujuan agar tidak fiktif.

Menurutnya yang dilatih operator dengan keriteria muda,cekatan dan tentunya ahli IT brrtujuan untuk kemaslahatan Pondok Pesantren yang ada di Indramayu. Dirinya menegaskan tidak mau adanya data Ponpes di Indramayu fiktif.

Diketahui total keseluruhan Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Indramayu ada 169 yang telah melakukan izin operasional dan sekitar 60 Ponpes yang belum terdaftar, diharapkan terhadap Ponpes yang belum melakukan perizinan disegerakan karena dalam perizinan kini secara online semua, ini juga ikut serta membantu Pemda dalam keagamaan tentunya menuju Indramayu Bermartabat, ucapnya.

Untuk masing-masing Ponpes yang sudah terdaftar di kementrian agama diwajibkan mengirimkan operator untuk mengikuti pelatihan operator, supaya dikemudian hari tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, bahwa sebagai tuntutan negara dan pemerintah data itu harus online di era digitalisasi, untuk Ponpes yang tidak berizin agar segera mengikuti perizinan operasional secara online dengan kriteria persyaratan yang ada ditujukan ke kementrian agama Kabupaten Indramayu dan rekomendasi ke Kanwil Jabar kemudian Ke kementrian agama pusat setelah verifikasi selesai dengan kurun waktu empat bulan barulah turun izin operasional, tambahnya.

Ketua Forum Ponpes Indramayu Azun berharap,Pondok Pesantren yang ada di Indramayu lebih maju,data lebih akurat dan bisa kerjasama dengan Pemerintah Daerah,pungkasnya. (Toro)