0

Suara Indonesia News – Aceh Singkil, Lsm Komunitas Peduli Pembangunan Aceh singkil (KPPAS), mendukung Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMK) Kabupaten Aceh Singkil, untuk memfasilitasi Pembentukan Bumdes Bersama  per Kecamatan Se- kabupaten Aceh singkil. Hai itu di sampaikan Bagas, Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan inovasi Lsm KPPAS, dalam acara diskusi carut marutnya pengelolaan dana bumdes di pemerintahan desa Kabupaten Aceh singkil, Sabtu 8/11/2019. Di Kantor Sekertariat Lsm. KPPAS Rimo Gunung meriah.

Ya Adanya Inisiatif Pihak DPMK Kabupaten Aceh Singkil, untuk memfasilitasi pembentukan bumdes bersama perkecamatan Se- Kabupaten Aceh Singkil perlu kita dukung kata Bagas, Ia melanjutkan dari Diskusi yang di Lakukan Lembaga Lsm. KPPAS akar Persoalan masih carut marutnya Pengelolaan Bumdes di Pemerintahan Desa Aceh singkil adalah, terkait Sumber Daya Manusia ( SDM) yang masih rendah.

Di katakan, Sejatinya Jajaran Pengurus Bumdes harus Minimal Tamatan SMA sederajat, agar dalam mengikuti Bimtek tentang Pengelolaan Bumdes supaya mampu menerima pelajaran yang di sampaikan Tutor.

Tapi menurut Pengakuan Bagas masih banyak Pengurus Bumdes di Aceh Singkil tidak tamatan SMA, sehingga walaupun berkali kali mengikuti Bimtek yah.. Mungkin materi yang di sampaikan Tutor, Masuk dari telinga Kanan tapi enggau tau  keluar entah kemana jelasnya bukan ke Otak, Artinya lanjut Bagas sejago apapun tutor maupun Nara sumber dalam mennyampaikan Materi pelajaran Mungkin Nalar mereka tidak mampu menerima.

Terkait dengan hal itu lanjut Bagas, mari kita dukung Niat baik Pihak DPMK Kabupaten Aceh Singkil untuk ikut memberi Masukan dan saran demi terwujudnya Bumdes yang berprestasi tentu demi tercapainya Desa yang Mandiri tentu demi kesejahteraan Warga desa di Kabupaten Aceh Singkil..yang kita cintai ini Ucapnya, adapun saran yang di sampaikan Lsm. KPPAS terkait hasil Diskusi yabg mereka lakukan adalah.

  1. Pembentukan Bumdes Bersama agar segera di wujudkan dengan Nensingkronkan Zona Perokonomian yang telah di gagas Pemkab Aceh singkil, yaitu Zona Perdagangan, Zona Pertanian dan Zona Parawisata. Dan Zona inilah di Singkronkan dengan jenis Usaha Bumdes tersebut.
  2. Untuk ketua ketua Bumdesnya cari orang yang berkompeten di bidang ekonomi minimal Sarjana S 1 Jurusan Ekonomi atau Sarjana S1 di bidang Manejemen.
  3. Di bentuk Bagian Pengawas dari Independen yang berintegritas Demikian Bagas. (S. kabeakan)

 

0

Suara Indonesia News – Kampar, Berhembusnya kabar adanya hubungan asmara antara MA Kepala Desa Teratak, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, dengan TR seorang gadis tuna wicara, warga Desa Pulau Payung, Kecamatan Rumbio Jaya, akhirnya dilaporkan pihak keluarga TR ke Polsek Kampar dan Dinas Perlindungan Anak Kabupaten Kampar.

Kepala Desa Teratak, MA, saat dikonfirmasi oleh awak media melalui telepon selulernya tak menyangkal kabar tersebut.

“Kalau menurut saya pemerkosaan itu tidak ada, ini salah. Kejadiannya itu sudah lama, bukan sekarang. Itu perbuatannya suka sama suka, kalau kasus pemerkosaan sudah masuk penjara saya bang,” tegasnya. Kamis malam, (07/11/19).

Ia pun menjelaskan terkait laporan pihak keluarga TR.

“Itu tidak laporan, tapi aduan. Aduan dengan laporan itu tidak sama, sebab masalah ini tidak bisa diproses secara hukum. Kalau perbuatan suka sama suka, dia bukan anak dibawah umur. Tidak bisa pula masalah ini diproses, dan saya tidak lari dari tanggungjawab, jadi masalahnya apa?” kata MA dengan nada tinggi kepada awak media.

“Kenapa pihak keluarga gadis bisu ini cepat – cepat mengadu ke Polisi, apa salahnya datang secara kekeluargaan dulu? Sekarang masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan, dan kejadiannya sudah lama,” kilah MA.

“Kapan kejadiannya saya tidak ingat lagi, cuma karena sekarang suasananya politik mulai mencuat lagi, diungkit – ungkitlah sama orang. Disangkanya saya mungkin mencalon Kades lagi, padahal saya tidak mencalon lagi. Kalau dari pihak keluarga gadis bisu ini tidak ada menghubungi saya, langsung saja dia membuat aduan. Setelah dikonfirmasi di Polsek Kampar, ternyata masalah ini tidak memenuhi unsur pidana. Lalu dimediasi secara kekeluargaan, sudah selesai masalah ini,” terang MA.

“Jadi itulah kronologis masalah ini, kejadiannya sudah lama. Yang uniknya orang ini kenapa sekarang baru dilaporkan, sudah itu di berita acara pidana tidak ada unsur pidananya. Setelah itu sudah di mediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan, nampaknya telah menuju titik terang, dan mau selesai. Pada waktu dilaporkan pihak gadis bisu ke Polsek Kampar, saya tidak ada panggilan. Kalau dipanggil saya dapat surat panggilan, jadi saya disuruh datang aja melalui telepon sama anggota Polsek Kampar untuk memberikan klarifikasi / keterangan,” lanjutnya.

Ketika ditanya hubungan MA dengan TR Ia membenarkan hal tersebut. “Hubungan saya dulunya dengan gadis bisu ini memang pacaran, sudah itu putus hubungan kami.  Namanya orang bercinta biasa saja kalau hubungannya itu putus, tidak cocok lagi. Status pada waktu itu kita sudah berumah tangga, sudah lama kejadiannya.

Sayapun tidak menduga kemarin, sebab sudah lama. Karena tidak sekarang, kalau sekarang  salah saya bang, saya ini Kades. Sewaktu itu saya belum menjabat Kades. Motif orang itu mau mencemarkan saya,  itu saja motifnya saya lihat”, katanya.

Di tempat terpisah, Kapolsek Kampar, AKP. Hendrizal Ghani, saat dikonfirmasi oleh awak media melalui telepon selulernya mengatakan, terkait permasalahan Kepala Desa Teratak ini dengan pihak Keluarga perempuan belum ada laporan. “Memang ada saya dengar itu, tapi belum ada laporan lagi,” jelasnya.

“Tetapi saya dengar anaknya sudah 24 tahun umurnya, jadi sudah dewasa. Ketegorinya belum taulah belum ada laporan,” kata Kapolsek Kampar.

Menurut ayah Kandung TR, berinisial KA kepada awak media di Danau Lancang Desa Teratak mengatakan, “sebenarnya putri kita ini agak bodoh. Dikatakan orang itu pacaran tidak pula, cuma anak gadis kita ini diajak jalan – jalan sama Kades Teratak itu. Sempat juga dijanjikan oleh kades itu kepada putri kita, seperti dilihatkan kepala desa itu uang banyaknya kepada putri kita. Dijanjikan kades itu akan dibuatkan rumah. Istrinya akan diceraikan,” jelas KA. Jumat sore, (08/11/19).

“Putri kita ini dibawa jalan-jalan ke Bangkinang, satu rumah bersama Kades Teratak itu. Kapan orang itu menjalin hubungan, saya tidak tahu. Tapi saya dapat informasi mulainya bulan puasa tahun 2019 ini, kalau kejadiannya entah bulan berapa saya kurang tahu juga. Sementara itu putri kita ini tidak pernah cerita sama kita, takut sama ibunya. Kita tahunya masalah ini tanggal 5 Oktober 2019 lalu, karena putri kita diputuskan sama Kades Teratak ini. Setelah putri kita menceritakan sama kawannya yang masih kakak beradik dengan putri kita tapi lain ibu.

Setelah itu, kawannya ini langsung mencerikan sama tantenya. Kami pun tahunya masalah ini pada jumat malam (01/11/19) minggu lalu, setelah itu kami sekeluarga langsung pergi ke Polsek Kampar untuk melaporkan masalah ini. Pada waktu itu tanggapan dari pihak polsek masalah ini tidak bisa dilanjutkan, karena anak kita ini sudah dewasa. Itu saja alasan anggota Polsek Kampar,” ungkap KA.

“Kita melaporkan Kades Teratak ini karena diduga sudah pernah melakukan hubungan badan dengan putri kita, dan sudah kami visum, hasilnya positif. Menurut pengakuan anak kita ini sudah tiga kali mereka bertemu, tetapi yang diganggu Kades Teratak ini sudah sekali. Saya selaku orang tua tidak bisa mengatakan, yang jelas saya sangat kecewa dan sedih. Mungkin karena putri kita ini bodoh,” kata KA.

“Selanjutnya untuk kedepan kami akan menunggu keputusan dari atas, seperti Polsek Kampar dan Dinas Perlindungan Anak sudah kita laporkan hari jumat ini. Untuk itikat baiknya Kades Teratak yang ingin menikahi putri kita hanya cerita sama orang, tapi kalau sama saya langsung tidak ada, dia berlawan sama saya, siap tempur ucap kades itu sama saya. Kalau dari pihak istrinya sudah tahu masalah ini, dan istrinya pun sudah kerumah kita pada waktu itu memohon supaya jangan diadukan dulu, dia minta sesudah pemilihan Kades baru diselesaikan. Kalau kedepannya tidak ada tindaklanjut laporan kami ini diatas, langkah kedepannya secara ninik mamak dan lain sebagainya akan saya lakukan. Ini menyangkut harga diri keluarga saya, dan diduga Kades Teratak ini tidak mempunyai etika. Ucapan Kades Teratak itu banyak bohongnya, dia bilang menjalin hubugan sama anak gadis saya ini sebelum dia Kades, itu bohong,” tegas KA. (Renaldi)

0

Suara Indonesia News – Aceh Singkil, Ketua LSM Komunitas Peduli pembangunan Aceh Singkil ( KPPAS) S. Kabeakan, meminta kepada kepala sekolah untuk tetap fokus aktif datang ke sekolah jika sekolahnya mendapat proyek khususnya swakelola. demikian disampaikan kepada Media ini, Jumat 8/11/2019. Di Kantor Sekertariat Lsm KPPAS Pekan Rimo.

Ia mengatakan, banyak Wali murid menyampaikan kepadanya ada beberapa Kepala Sekolah jarang masuk kalau sekolahnya mendapat proyek khususnya swakelola, dan ironisnya para kepala kepala sekolah tersebut ketika dapat Proyek Swakelola kerap banyak muncul alasan tidak masuk kesekolah, mulai dari alasan Sakit, Pesta Keluarga hingga rapat ke Dinas, sementara semua alasan itu tidak benar.

Kabeakan melanjutkan, bahwa beberapa tahun yang lalu, Lembaganya pernah menyurati menteri pendidikan terkait Regulasi adanya proyek swakekola di Dinas Pendidikan, karena lebih banyak mudharatnya dari manfaatnya, di katakan mudharatnya adalah, kebanyakan kepala kepala sekolah tidak melibatkan Komite Sekolah, sehingga yang mengerjakan justru kepala sekolah, dan akibatnya sang kepala sekolah jarang masuk sekolah, karena ia harus membeli bahan material juga mengurus keuangan baik ke Bank maupun ke Kantor Dinas, dan juga untuk menghindari wartawan dan Lsm,

Kemudian lanjutnya,  akibat Sekolah mendapat Proyek Swakelola apalagi tidak menerapkan aturan aturan swakelola, maka sering muncul konflik di sekolah tersebut antara Kepala sekolah dengan Komite sekolah, antara Kepala sekolah dengan Guru guru, bahkan antara pihak Dinas dengan Komite.

Dan Kabeakan melanjutkan. swakelola memang menguntungkan jika sistim dan aturan swakelola tersebut di jalankan dengan benar, karena esensi dari swakelola itu mengajarkan kepala sekolah dan komite sekolah dan seluruh guru guru di sekolah tersebut seperti Membangun Rumah sendiri, dimana jika Tukang tidak bagus bekerja atau mau mengurangi Volume atau mengurangi kwalitas bahan bahan material bangunan tersebut, tentu tidak di terima atau  campuran Semen dan pasir tidak standar tentu kita protes, karena dana untuk itu sudah di anggarkan. Demikian juga jika gambar yang kita   ajukan ke tukang tapi tidak di dilaksanakan dengan benar pasti kita protes dan tidak kita terima.

Untuk itu lanjut Ketua Lsm ini ia meminta kepada Kepala kepala Sekolah yang mendapat Proyek Swakelola, kerjakanlan seperti mengerjakan rumah sendiri, dan jangan mau kong kalikong dengan siapa saja termasuk dari pihak Dinas, pihak siapa saja termasuk pihak Hantu belau, karena yang anda kerjakan itu adalah rumahmu, rumah guru guru disana dan juga rumah besar anak anakmu (Siswa/Siswi) generasi Penerus harapan Bangsa Dan Negara tegas Kabeakan. (SK)

0

Suara Indonesia News – Batam Kepri, Eksiden jembatan ambruk di Resort Nongsa Batam Provinsi Kepulauan Riau.

Beberapa orang tamu mancanegara yang sedang berfoto dilokasi jembatan Montigo Resort Nongsa Batam mereka ikut jatuh setelah jembatan tersebut ambruk kamis. (07/11/19).

Humas Polda Kepri Kombes S. Erlangga menyampaikan,” Musibah ambruknya  jembatan Montigo Resort Nongsa Batam, beberapa orang warga Negara Malaysia dilarikan ke rumah sakit.

Terjadinya musibah tersebut di karenakan jembatan Montigi Resort Nongsa Batam tidak mampu menahan beban yang begitu banyak saat berada di atas jembatan sehingga dengan beban yang begitu banyak membuat jembatan Montigo ambruk.

Dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, hanya luka lecet saja,  ucapnya. (OBET)

0

Suara Indonesia News – Bengkalis, Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bengkalis, mengikuti kegiatan tahunan Seminar Nasional Applied Business Engineering Conference (ABEC). Kegiatan yang dilaksanakan di Politeknik Negeri Medan merupakan ABEC ke tujuh dilaksanakan. (08/11-19)

Adapun tema ABEC tahun ini ‘Revolusi Industri 4.0 dan Arah Baru Pergerakkan Politeknik’, kegiatan seminar ini yang ditujukan sebagai sarana publikasi dan silaturrahim antar insan peneliti, akademisi, praktisi dan masyarakat umum untuk dapat menambah pengetahuan dan bidang Engineering dan Bisnis terapan.

Kepala P3M Polbeng, Akmal Indra mengatakan Politeknik Negeri Bengkalis telah mengirimkan 4 orang dosen terbaiknya untuk berpartisipasi mengikuti kegiatan yang sangat bermanfaat ini, “Alhamdulilah salah satu dosen meraih terbaik ‘Best Paper’ Adrian Irnanda Pratama,” kata Akmal.

Akmal menambahkan, Adrian Irnanda Pratama merupakan dosen program studi Administrasi Bisnis Internasional dengan judul paper Ekobis Revitalisasi lahan gambut Pulau Bengkalis.

Akmal Indra, berharap dengan adanya kegiatan ini tentu dapat meningkatkan kualitas penelitian dosen di lingkungan Politeknik Negeri Bengkalis dan menghasilkan output yang berguna bagi bangsa kedepannya.

“Saya sangat mensupport penuh kegiatan akademik seperti ini, bukan hanya penelitian bahkan untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” kata Akmal.

Adapun yang menjadi Keynote Speakers dalam acara ini yaitu Dr. Kamal Zuhairi Zamli (Faculty Of Computer System & Software Engineering – Universiti Malaysia Pahang), Dr. Benny B Nasution, Dipl. Ing,. M.Eng (Ketua UPPM Politeknik Negeri Medan).

Kemudian, Dr. Totok Prasetyo, B.Eng., M.T (Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi) dan Dr. Eng. Hotmatua Daulay, M.Eng., B.Eng (Direktur Pengembangan Teknologi Industri Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikkan Tinggi). (Musrialdi/Diskominfotik)

0

Suara Indonesia News – Muara Enim SumSel, Kantor Desa Keban Agung Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan, terlihat sudah tidak layak huni hampir semua sudut terlihat retak retak dan dalam keadaan rusak berat berat dan perangkat maupun pjs Kepala Desa takut ketika akan menempati Kantor Desa tersebut.

Pjs Kepala Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan, menyampaikan kehawatirannya ketika dikonfirmasi awak media dilokasi Jumat (08/11/2019), “adanya kekhawatiran kami ketika ada angin yang kencang akan merobohkan bangunan tersebut karena disetiap sudut retak berat” jelas pjs kades Tanjung Agung.

“Saat ini kami lagi mengupayakan sewa kantor untuk sementara, sambil menunggu solusi yang mana dulunya kita pernah rapat ke pihak CSR PT Bukit Asam tbk mengenai kontribusi mereka akan membangun gedung Kantor Desa dua tingkat tapi sayang nya hingga saat ini belum terealisasi”, sambung pjs.

Jadi untuk sementara pelayanan Masyarakat Desa Keban Agung dipindahkan ke tempat yang baru dijelaskan juga dana operasional anggaran dana desa tidak mencukupi untuk lakukan rehab Kantor Desa Keban Agung Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan.”Untuk sementara pelayanan ke masyarakat desa kita pindahkan dulu karena perangkat takut untuk berkantor karena melihat kondisi bangunan kantor yang akan ambruk”, jelas pjs.

Menanggapi permasalahan Kantor Desa Keban Agung, Sekretaris Camat Lawang Kidul juga angkat bicara dan menyampaikan harapan nya kepada perusahaan tambang batubara terutama yang ada di wilayah Kecamatan Lawang Kidul.

“Agar kiranya perusahaan yang bergerak diwilayah Kecamatan Lawang Kidul agar dapat membantu memfasilitasi pjs Kepala Desa Keban Agung Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan untuk membangun Kantor yang layak karena kami pun prihatin dengan Kantor Desa hampir roboh tersebut”,ucap SekCam Lawang Kidul.

Semoga beberapa pihak terkait bisa membantu memfasilitasi Pemerintah Desa Keban Agung Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan terutama perusahaan tambang yang ada diwilayah Kecamatan Lawang Kidul khususnya. (Candra)

0

Suara Indonesia News – Cirebon, Polres Cirebon menggelar Nonton bareng film “hanya manusia” di Studio 2 Cinema XXI Ramayana Plered Cirebon, pada hari kamis 7 Oktober 2019. Rombongan dipimpin  Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto S.I.K., M.Si., dan ratusan jajaran personil polres dan polsek bersama keluarga masing-masing, serta rekan-rekan jurnalist cetak dan online.

Rombongan jajaran personil polisi dan rekan-rekan jurnalist, ikut menyaksikan nobar keseruan cerita dalam  film “hanya manusia” yang berdurasi selama 90 menit tersebut, dari total tiket yang ada 156 namun yang hadir sangat antusias sampai melebihi hingga 172 orang.

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto dalam keterangannya mengatakan, nobar film ‘Hanya Manusia’ ini menyampaikan pesan bahwa sosok polisi yang punya hati, tetapi tetap tegar untuk melakukan profesionalisme  kepolisian. Film ini menggambarkan tugas aparat penegak hukum seperti Polri diharapkan bisa membuat masyarakat dan polri lebih bersinergi lagi untuk menekan angka kriminalitas terutama dalam kasus Human Trafficking.

“Disamping mengemban sebuah amanat serta tugas sebagai anggota polisi mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat, polisi juga mempunyai rasa sedih lelah dan marah, namun di balik semua itu kita harus mengedepankan tingkat profesionalitas kita sebagai seorang polisi.”

Disampaikan pula pesan bahwa praktek perdagangan orang (human trafficking) bisa terjadi dengan berbagai macam modus operandi.  Pungkas Kapolres. (fi)

0
Foto : Suasana Pelatihan di  Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Utara.

Suara Indonesia News – Aceh Utara, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Utara, menggelar Pelatihan  Pengolahan Hasil Perikanan kepada kelompok masyarakat kelautan dan Perikanan di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara , Kamis (07/11/2019).

Ketua Panitia kegiatan Ir. Mukhlis, mengatakan Kegiatan pelatihan tersebut digelar dengan tujuan untuk meningkatkan SDM perempuan pengelohan dalam hal pengetahuan mengolah hasil perikanan sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan memperkuat program KKP dalam rangka mendukung program nasional penanganan stunting dan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

“Dengan pelatihan yang diselenggarakan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan perempuan pengolahan dalam mengolah hasil laut yang ada di Kabupaten Aceh Utara. Untuk peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah 52 orang yang berasal dari Kecamatan Muara batu, Dewantara, Syamtalira Bayu, Samudera, dan Penyuluh perikanan Kabupaten Aceh Utara ”,  katanya.

Ditempat sama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Ir. Jafar Ibrahim mengatakan, pelatihan sangat diperlukan bagi perempuan pengelohan di Kabupaten Aceh Utara khususnya, untuk memberikan pengetahuan umum tentang nilai gizi ikan, manfaat ikan dan nilai tambah dari produk olahan ikan

“Pelatihan ini dipandu oleh instruktur yang sudah berkompeten dalam melakukan proses pengolahan ikan, sehingga dapat memberikan pelajaran teknik pembuatan abon ikan tongkol dan dendeng bandeng,” kata Jafar.

Lanjutnya Jafar mengatakan, pemberdayaan masyarakat secara mental dalam rangka meningkatkan kemampuan dan persoalan daerah pesisir, ditekankan kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perluasan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha.

“Selain itu, peningkatan kemampuan dan peran serta perempuan pengelohan atau pesisir  dalam pelestarian lingkungan serta peningkatan  pendidikan, pelatihan, riset dan pengembangan di wilayah pesisir dan laut,” lanjut Jafar.

Jafar berharap, pelatihan tersebut dapat memberikan nilai tambah dan pengetahuan bagi perempuan pengelohan untuk meningkatkan pendapatannya.

“Apalagi bila produk tersebut bisa dikemas dengan sebaik mungkin maka dapat dipasarkan di toko-toko atau swalayan yang ada di Kabupaten Aceh Utara dan kota Lhokseumawe,” harapnya.

Reporter : Azhari