0

Suaraindonesianews.com, Jakarta – Tidak semua sekolah di Indonesia memiliki standar yang sama. Ada sejumlah sekolah yang sudah baik dalam infrastruktur, namun ada sebagian lagi yang masih kurang. Karena itulah perlu diterapkan standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan.

Lead Adviser on Skills Development Higher Education and Education Governance ACDP Indonesia, Abdul Malik, mengungkapkan, kualitas pendidikan di Indonesia sangat beragam. “Dari sekolah ke sekolah, daerah ke daerah, sangat bervariasi. Kelengkapan guru dan fasilitas juga berbeda,” ujarnya, di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (9/9/2015).

Malik menambahkan, sekolah-sekolah marginal hanya memiliki sedikit dana untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Ironisnya, para guru cenderung memilih sekolah-sekolah bagus untuk menjadi tempat mengajar.

Kebutuhan SPM pendidikan pun dirasa penting guna memperbaiki ketidaksetaraan ini. Bahkan, Uni Eropa menggelontorkan dana 37 juta euro kepada Indonesia untuk membangun SPM dalam bidang pendidikan.

Perwakilan program Pengembangan Kapasitas Standar Pelayanan Minimal (MSS-CDP) Uni Eropa-Asian Development Bank, John Strain, menyampaikan bahwa dana tersebut akan disalurkan ke 108 kabupaten/kota dari 16 provinsi terpilih. Setiap kabupaten/kota akan menerima Rp2,5 miliar.

“Dana hibah tersebut dipakai untuk melatih 50 ribu orang dari kalangan pemda, kepala sekolah, komite sekolah, dan guru untuk membuat SPM. Bahkan, pelatihan juga melibatkan sektor swasta,” kata John.

Salah satu bentuk SPM pendidikan, kata John, adalah penyusunan kurikulum dan rencana pembelajaran. Pembuatan dan pengaplikasian SPM sendiri akan mampu meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan pendidikan. (Kmp)

0

Suaraindonesianews.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini menguat dibandingkan perdagangan kemarin.

Data Bloomberg menyatakan, rupiah Rabu (9/9) pukul 10.20 WIB atau 11.15 waktu Singapura di pasar spot exchange berada di level Rp 14.263 per dolar AS atau menguat 16,5 (0,12 persen) dibandingkan perdagangan kemarin. Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.220-Rp 14.263 per dolar AS.

Mengacu data IMQ21, rupiah pagi ini hingga pukul 10.20 WIB di level Rp 14.222 per dolar AS atau menguat 54 poin (0,38 persen) dari posisi penutupan kemarin di level Rp 14.276 per dolar AS. Rupiah sempat menyentuh level terlemah Rp 14.260 per dolar AS dan terkuat Rp 14.215 per dolar AS. (Bs)

0

Suaraindonesianews.com, Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengemukakan pembelian pesawat amfibi masih diteliti dan dicermati. Penelitian terutama pesawat jenis apa yang bagus dan dari negara mana yang baik.

“Kita masih melihat yang mana yang bagus,” kata Ryamizard di Jakarta, Selasa (8/9).

Ia menjelaskan pembelian pesawat yang mendarat di air itu sangat perlu untuk bangsa ini. Pasalnya wilayah Indonesia rawan bencana dan sering kecelakaan.

“Sangat perlu karena kita ini kan di ring of fire, sering becana alam, sering kecelakaan. Di laut sangat perlu,” ujar mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini.

Dia menegaskan tawaran dari berbagai negara sudah ada. Tinggal Indonesia mau memilih dari negara mana.
“Ada dari Jepang, Jerman, Rusia. Mereka kan menawarkan semua, tinggal kita pilih,” tegasnya. (Bs)

0

Suaraindonesianews.com, Jakarta – Pada April lalu Kejaksaan Agung RI telah mengeksekusi mati Silvester Okiewe Nwaolise, mafia Narkoba yang menyelundupkan 1,2 kilogram heroin ke Indonesia. Dan kini giliran kaki tangannya yakni Riady alias Andi yang duduk dikursi pesakitan menghadapi tuntutan Jaksa dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Selasa (8/9/2015).

Dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim Arifin, Jaksa tidak memberi ampun kepada Riady alias Andi yang telah membantu mafia narkoba WN Nigeria yang menjalankan bisnis narkoba dari LP Nusakambangan itu. Melihat rekam jejak Andi, jaksa pun menuntut Andi dengan hukuman mati.

“Menyatakan terdakwa bersalah melanggar pasal 114 ayat 2 UU Narkotika dengan pidana hukuman mati,” tuntut Jaksa Guntoro dari Kejari Jakarta Pusat itu.

Menurut Jaksa, perbuatan terdakwa sangat meresahkan bangsa karena membantu peredaran narkoba. Dia juga terbukti dalam peredaran sabu seberat 7 kg.

“Sabu yang diantar merupakan milik Silvester dan peran Riady (Andi) membantu Silvester berkomunikasi dan mencari anak buah karena tidak lancar bahasa Indonesianya,” ungkap Jaksa dalam persidangan.

Silvester saat itu meringkuk di LP Nusakambangan, Andi lalu menghamba kepada Silvester dengan mengatur bisnis narkoba di luar penjara. Namun ulahnya ini tercium BNN sehingga akhirnya ia diringkus.

Atas tuntutan itu, Riady melalui kuasa hukumnya akan mengajukan pembelaan dalam sidang lanjutan. Dia pun meminta agar majelis hakim memberikan keringanan vonis. “Kami akan ajukan pledoi,” ucap kuasa hukum Riady.

Sidang yang dipimpin Hakim Arifin ini akan dilanjutkan 2 minggu lagi dengan agenda pembelaan terdakwa. “Sidang akan dilanjutkan 2 minggu lagi untuk pembelaan terdakwa,” ujar hakim Arifin. (Dn)

0

Suaraindonesianews.com, Jakarta – Pemerintah tengah mengupayakan pengambilalihan pengelolaan wilayah udara (flight information region/FIR) di atas wilayah Tanah Air yang berbatasan dengan Singapura dan Semenanjung Malaysia-Malaka, serta yang berbatasan dengan Malaysia di Kalimantan Utara.

“Arahan Presiden (Joko Widodo, Red), kita dalam 3-4 tahun ini mempersiapkan peralatan yang lebih baik, personel lebih baik sehingga ruang udara kita bisa dikelola oleh kita sendiri yang selama ini ditugaskan Singapura yang mengelolanya,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/9).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil sejumlah menteri untuk membicarakan masalah FIR tersebut.  Sejauh ini, FIR untuk penerbangan sipil di beberapa wilayah tersebut, menurut Jonan, dikelola oleh Singapura dan Malaysia. Sebagaimana, Indonesia mengelola FIR di atas Timor Leste dan Chrismas Island.

Untuk itu, kata Jonan, pihaknya melanjutkan langkah memodernisasi peralatan dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) untuk mengelolanya. Jika sudah siap, Indonesia akan meminta kembali pengelolaan FIR yang selama ini dikelola Singapura ataupun Malaysia.

“Kita juga akan bicara dengan Singapura dan Malaysia, kalau kita sudah siap akan ada pengalihan,” ungkap Jonan.

0

Suaraindonesianews.com, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (mendagri) Tjahjo Kumolo meyakini tidak akan ada kepala daerah yang berani melakukan penyelewengan terhadap dana desa. Apalagi digunakan untuk kepentingan pemilihan kepala daerah (pilkada).

“Tidak ada berani sekarang (menyalahgunakan dana desa). Tidak akan berani. Apalagi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) memonitor juga,” ujarnya, di Jakarta, Selasa (8/9).

Sebelumnya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Menteri Desa) Marwan Jafar mengungkapkan kecurigaannya akan upaya penggunaan dana desa untuk kepentingan pilkada.

“Dana desa itu jangan dimain-mainkan untuk pilkada karena itu untuk kesejahteraan rakyat. Ada yang sengaja menyandera dana itu untuk pilkada. Itu ditemukan merata di daerah yang mau pilkada,” ujar Marwan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/9).

Seperti diketahui, sekitar 74.000 desa belum menyerap dana desa yang dialokasikan sebesar Rp 20,7 triliun. Padahal, tahun 2015 ini, hanya tinggal menyisakan empat bulan. (Bs)

0

Suaraindonesianews.com, Kendari – Nilai ekspor Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Juli 2015 tercatat US$ 37,48 juta, mengalami peningkatan 26,45 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat US$ 29,64 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra Adi Nugroro di Kendari, Jumat, mengatakan walaupun nilai ekspor mengalami peningkatan, tetapi pada volume ekspor pada Juli 2015 tercatat 15,49 ribu ton atau mengalami penurunan sebesar 6,86 persen dibanding ekspor Juni 2015 sebesar 16,63 ribu ton.

“Ekspor Sultra selama Juli 2015, didominasi oleh kelompok komoditi besi dan baja dengan volume 12,41 ribu ton, atau senilai 36,94 juta dolar AS,” ujarnya.

Ia menambahkan, sementara untuk kelompok komoditi ikan dan udang dengan volume 0,12 ribu ton dengan nilai 0,46 juta dolar AS.

Negara tujuan ekspor Sultra yakni Hong Kong, India, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Tiongkok, dan Thailand.

Ekspor melalui pelabuhan Pomalaa tercatat 8,64 ribu ton atau senilai US$ 26,12 juta. Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya) tercatat 3,82 ribu ton atau senilai US$ 11 juta dan sisanya melalui Pelabuhan Bau Bau, Bandara Hasanuddin (Makassar) dan Pelabuhan Kendari.

Sedangkan untuk nilai impor, kata Kepala BPS Sultra itu, Juli 2015 tercatat US$ 29,40 juta atau mengalami penurunan sebesar 0,98 persen jika dibandingkan ekspor Juni 2015 yang tercatat US$ 29,64 juta.

Sementara volume impor pada Juli 2015 tercatat 51,73 ribu ton mengalami penurunan sebesar 14,46 persen dibanding impor Juni 2015 sebesar 51,73 ribu ton.

Impor Sultra didominasi oleh kelompok komoditi bahan bakar mineral, produk keramik, barang dari besi dan baja, mesin dan pesawat mekanik serta kapal laut dan bangunan terapung.

Untuk negara asal impor yakni Malaysia dan Singapura di mana volume terbesar berasal dari Singapura.(Bs/An)

0

Suaraindonesianews.com, Konawe – Upacara ritual Ngaben Asti Wedana di Desa Puasana, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara menjadi perhatian warga, termasuk yang berdatangan dari Kota Kendari.

Pantauan di Desa Puasana, Sabtu (5/9), rangkaian Ngaben yang tergolong upacara Pitra Yadnya atau upacara untuk leluhur dimulai dari pengambilan air suci dan penggalian 51 kerangka jenazah, menarik perhatian warga. “Kalau selama ini menyaksikan upacara Ngaben yang digelar di Bali melalui media televisi maka datanglah ke Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe akan menyaksikan secara langsung,” kata tokoh masyarakat Bisman Saranani (58).

Pemerintah daerah dan masyarakat Konawe patut bangga hidup berdampingan dengan saudara Hindu Bali yang setiap lima tahun menggelar Ngaben sebagai ritual keagamaan sekaligus menjadi ajang budaya. Oleh karena itu, ia mengimbau pemerintah Konawe membantu pengadaan peralatan penyelenggaraan Ngaben sehingga tidak harus mendatangkan dari Denpasar Bali dengan biaya mahal.

“Bisa dibayangkan Ngaben tahun ini harus mendatangkan 40 personil dan peralatan gamelan dari Bali dengan biaya mahal. Kalau peralatannya tersedia di Konawe maka cukup personil yang didatangkan,” kata Bisman.

Ketua panitia Ngaben Dewa Made Putra Yasa (59) mengatakan ritual Ngaben bagi warga eks transmigrasi asal Bali yang ada di Desa Puasana dan Desa Ulubenua Kecamatan Pondidaha dilaksanakan sejak 25 tahun lalu. “Sesama warga Hindu sangat kompak dan toleransi antarumat beragama harmonis,” kata Dewa.

Sekretaris Kabupaten Konawe Ridwan berjanji pemerintah dan DPRD akan memperhatikan peralatan pendukung upacara Ngaben sehingga pelaksanaan ritual lebih efisien dan efektif. “Pemerintah akan membantu pengadaan peralatan musik Gamelan. Ritual leluhur harus dilestarikan sebagai kekayaan bangsa,” kata Ridwan

Rangkaian Ngaben dimulai dari pengambilan air suci kemudian “ngagah”, yaitu menggali kembali kuburan dari orang yang bersangkutan untuk mengambil tulang belulang yang tersisa. Abu pembakaran jenazah yang dihanyutkan ke sungai, atau laut memiliki makna untuk melepaskan Sang Atma atau roh dari belenggu keduniawian sehingga dapat dengan mudah bersatu dengan Tuhan atau Mokshatam Atmanam.

Membakar jenazah juga merupakan suatu rangkaian upacara untuk mengembalikan segala unsur Panca Maha Bhuta atau lima unsur yang membangun fisik manusia. “Bagi pihak keluarga, upacara ini melambangkan keikhlasan atau merelakan kepergian almarhum ke Makingsan ring Pertiwi atau Menitipkan di Ibu Pertiwi. (Ro)

error: Content is protected !!