0

Suara Indonesia News – Konawe. Pemerintah Daerah (Pemkab) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, melalui Kepala Bagian Pemerintahan Setda Konawe menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD kabupaten Konawe.

Turut hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut AKBP Ahmad Setiadi SIK, Kapolsek Routa, Iptu Imam Supardi, Kasat Reskrim, AKP.Moch Jocub Kamaru, LSM Lentera dan Pihak Perusahaan Sulawesi Cahaya Mineral (SCM). (25/05-2023)

Rapat Dengar Pendapat atau RDP ini membahas terkait pembayaran ganti rugi tanaman tumbuh dalam areal IUP Perusahaan PT SCM yang disuarakan oleh masyarakat Routa.

Armin Majid selaku Kabag Pemerintahan Setda Konawe mengatakan, saat ini tim yang dibentuk oleh Pemerintah telah  mengambil langkah tepat dalam menyelesaikan persoalan ganti rugi tanaman tumbuh yang melibatkan masyarakat Routa dengan PT Sulawesi Cahaya Mineral atau SCM.

“Tim telah lakukan Verifikasi, dengan turun ke lokasi untuk memastikan apakah benar diareal tersebut terdapat perkebunan Kopi atau tidak, dan hasilnya benar disitu ada lahan perkebunan kopi,” ungkapnya.

Selanjutnya Tim akan kembali turun untuk melakukan verifikasi di masyarakat terkait lahan perkebunan kopi yang di maksud.

Armin mengemukakan alasan mengapa saat melakukan verifikasi tahap pertama tidak melibatkan keduanya (pihak SCM dan masyarakat) dengan alasan menjaga sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi,” jelasnya.

Rapat Dengar Pendapat terkait tuntutan masyarakat Routa pembayaran ganti rugi lahan perkebunan Kopi menghasilkan beberapa kesimpulan diantaranya Pemerintah bersama DPRD akan melakukan verifikasi data-data, secara transparan yang mana hasilnya akan diserahkan kepada pihak PT SCM untuk dilakukan pembayaran kepada masyarakat. (Rls)

0

Suara Indonesia News – Konawe. Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala Bagian Pemerintahan Sekertaris Daerah (Setda) Kabupaten Konawe, terkait tuntututan masyarakat Routa terhadap PT SCM.

Tampak Ketua DPRD Konawe, Dr.H.Ardin,S.Sos,M.Si., memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut, di dampingi, Angota DPRD Konawe, H. Alaudin dan Beni Setiadi Burhan serta Sekwan DPRD Konawe Sumanti, S.Sos.M.si.

Turut hadir dalam RDP tersebut AKBP Ahmad Setiadi SIK, Kapolsek Routa, Iptu Imam Supardi, Kasat Reskrim, AKP.Moch Jocub Kamaru, LSM Lentera dan Pihak Perusahaan PT. Sulawesi Cahaya Mineral (SCM).

Rapat Dengar Pendapat atau RDP ini membahas terkait pembayaran ganti rugi tanaman tumbuh dalam areal IUP Perusahaan PT SCM yang disuarakan oleh masyarakat Routa.

Untuk di ketahui, beberapa waktu yang lalu puluhan warga Kecamatan Routa kembali mendatangi kantor DPRD Kabupaten Konawe guna menyampaikan aspirasi mereka, perihal ganti rugi tanaman tumbuh milik warga yang sampai hari ini belum juga direalisasikan oleh pihak perusahaan PT SCM.

Aksi Amrul cs pada tanggal 22 Mei 2023 kemarin di kantor DPRD Kabupaten Konawe, juga mengurai dugaan pemalsuan dokumen tanda tangan pencairan ganti rugi yang dilakukan oleh oknum Camat Routa.

Imbasnya Ketua DPRD Kabupaten Konawe dan beberapa Ketua Komisi dan anggota DPRD Kabupaten Konawe berang, kesal hingga mengingatkan agar Pemda Konawe tidak main-main terhadap kepentingan masyarakat.

Ketua DPRD Konawe Dr. H. Ardin,S.sos,M.Si., mengatakan, kita tidak pernah menolak investasi, bahkan kita mendukung investasi asalkan masyarakat medapatkan manfaat, polemik 100 hektare tanaman milik warga di Routa kami ingatkan agar Pemerintah Daerah jangan main-main,

“Jangan ada warga yang benar-benar pemilik lahan kehilangan hak-haknya,” ucap H.  Ardin saat Hearing bersama Management PT SCM, Jajaran Polres Konawe serta unsur pemerhati masyarakat Kecamatan Routa.

Dalam RDP tersebut, Kabag Pemerintahan Setda Konawe, Armin Majid mengatakan, saat ini tim yang dibentuk oleh Pemerintah telah mengambil langkah tepat dalam menyelesaikan persoalan ganti rugi tanaman tumbuh yang melibatkan masyarakat Routa dengan PT Sulawesi Cahaya Mineral atau SCM.

” Tim telah lakukan Verifikasi, dengan turun ke lokasi untuk memastikan apakah benar diareal tersebut terdapat perkebunan Kopi atau tidak, dan hasilnya benar disitu ada lahan perkebunan kopi,” ungkapnya.

Selanjutnya Tim akan kembali turun untuk melakukan verifikasi di masyarakat terkait lahan perkebunan kopi yang di maksud.

Armin mengemukakan alasan mengapa saat melakukan verifikasi tahap pertama tidak melibatkan keduanya (pihak SCM dan masyarakat) dengan alasan menjaga sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi,” jelasnya.

Rapat Dengar Pendapat terkait tuntutan masyarakat Routa pembayaran ganti rugi lahan perkebunan Kopi menghasilkan beberapa kesimpulan diantaranya Pemerintah bersama DPRD akan melakukan verifikasi data-data, secara transparan yang mana hasilnya akan diserahkan kepada pihak PT SCM untuk dilakukan pembayaran kepada masyarakat. (Red SI)

0

Suara Indonesia News – Mamuju. Pengurus lembaga dakwah darul As’adiyah kabupaten Mamuju kembali diberikan mandat surat tugas dari Majelis ulama Indonesia (MUI) provinsi Sulawesi barat untuk mengikuti Training of Trainers (TOT) Da’i penggiat ekonomi dan keuangan syariah dengan tema ” Sinergi dan inovasi ekonomi keuangan syariah melalui dakwah” yang terselenggara atas kerjasama kpw bank Indonesia provinsi Sulawesi barat dengan MUI provinsi Sulawesi barat. D’Maleo Hotel Kamis 25 Mei 2023

Hadir dalam acara Training of Trainers (TOT) da’i penggiat ekonomi dan keuangan syariah adalah  Kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Barat diwakili oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Sulbar Ahma ketua majlis ulama (MUI) Sulawesi barat diwakili oleh Ust.DR.Wahyun Mawardi,S.Ag.M.Pd,salah satu pengurus MUI Sulbar, Drs.Abd Mannan Usa, M.si, serta pemateri dari praktisi ekonomi syariah sekaligus dosen ekonomi syariah Dr. Neng Fathin..Cucu KH. Abdul Wahab Chasbullah. Ketua harian serta sekretaris lembaga dakwah darul As’adiyah kabupaten Mamuju.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sulbar Ahmad, secara resmi membuka acara, dalam sambutannya beliau menyampaikan banyak terimakasih kepada seluruh peserta terutama pihak pengurus MUI atas kolaborasinya didalam mendorong Da’i untuk menjadi penggiat ekonomi dan keuangan syariah.

Selanjutnya, pihak MUI dalam sambutannya yang diwakili oleh DR.Wahyun Mawardi menyampaikan” bahwa dengan adanya MoU MUI dengan BI dalam Training of Trainers (TOT)ini  semoga dapat terjalin kerjasama dengan baik. (Hamma)

0

Oleh: Makdoem Ibrahim S.Th.i MA. (Kasubag bina mental  & spritual kesra provinsi Sulbar)

Suara Indonesia News. Sekuat Apapun Kau Tahan, Yang Pergi Akan Tetap Pergi. Demikianlah Takdir Allah

Di mana ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan

Di mana ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan. Di mana ada awal, pasti akan ada akhir.

Di dunia ini tidak ada yang abadi, semuanya akan sirna pergi.

Allah Ta’ala berfirman,

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ

“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” (QS. An Nahl: 96).

Saudaraku, semua kenikmatan di dunia ini pasti akan sirna. Keluarga yang saling mengasihi, sahabat dekat, teman setia, harta yang melimpah, jabatan tinggi, wanita idaman, semua ini bagian dari kenikmatan dunia. Sedangkan yang ada di sisi Allah Ta’ala, pahala terbaik berupa surga yang abadi, itulah yang akan kekal. Namun sayangnya, betapa banyak yang terlena dengan dunianya yang nanti akan sirna, lalu lebih mementingkannya daripada kehidupan kekal yang ada di akhirat. (Hamma)

0

Suara Indonesia News – Purwakarta. Pihak Kepolisian Republik Indonesia hampir diberbagai daerah berlakukan kembali tilang manual begitu juga di  Polres Purwakarta Jawa Barat memberlakukan kembali tindakan bukti pelanggaran (tilang) manual dalam penindakan pelanggaran lalu lintas di lapangan.

Penerapan kembali aturan lama ini karena diduga banyak terjadi pelanggaran oleh para pengendara bermotor yang mengakibatkan kecelakaan.

Kapolres Purwakarta, AKBP Edwar Zulkarnain memberikan Arahan saat Apel Fungsi Satuan Lalu Lintas, terkait tilang manual diberlakukan sebagai pelapis penegakan electronic traffic law enforcement (ETLE).

“Tilang manual akan kembali diterapkan di Kabupaten Purwakarta. Pemberlakuan kembali tilang manual hanya melengkapi dan sifatnya hanya mendukung kekurangan dari penindakan pelanggaran melalui tilang elektronik yang sudah dilaksanakan dan menjadi atensi pimpinan Polri,” ucap  Edwar itu, pada Rabu, (24 /52023)

Kapolres menjelaskan salah satu alasan pihaknya menerapkan kembali tilang manual karena banyaknya pelanggaran yang tak bisa ditindak melalui sistem tilang elektronik atau ETLE.

“Sekarang kan banyak melanggar atau yang tidak ter-cover oleh ETLE. Atau yang membahayakan pengendara baik dirinya atau orang lain,” Ucap orang nomor satu di Polres Purwakarta itu.

Pihak Kepolisian menyebut ada 12 pelanggaran prioritas yang bakal ditilang secara manual.

“Di antaranya yaitu berkendara di bawah umur, berboncengan lebih dari dua orang, mengemudi tidak wajar, atau menggunakan ponsel saat berkendara, menerobos lampu merah, tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, melampaui batas kecepatan,” katanya.

Edwar memastikan pelaksanaan tilang manual kali ini akan lebih tertata dari sebelumnya. Pihaknya juga bakal mengantisipasi potensi pungutan liar (pungli) dari oknum polisi yang melakukan tilang manual.

Oleh karena itu, ia berharap masyarakat tidak menitipkan pembayaran tilang manual kepada petugas. Semua pelanggar akan diarahkan ke bank untuk melakukan pembayaran.

“Semua petugas yang akan melakukan penilangan manual sudah ada kualifikasinya, sehingga memantapkan anggota bertindak sesuai SOP,” ujar perwira polisi yang terkenal murah senyum itu.

Ia memastikan, polisi melaksanakan tilang manual bukan untuk mencari kesalahan, tapi semata-mata untuk menjaga Kamseltibcarlantas di Kabupaten Purwakarta.

Edwar mengimbau kepada masyarakat Purwakarta untuk tertib berlalu lintas, menjaga ketertiban berlalu lintas, jaga keselamatan pribadi dan orang lain.

“Jangan ugal-ugalan berkendara dan santunlah dalam berkendara,” ucap AKBP Edwar Zulkarnain. (fuljo/Christ)

0

Suara Indonesia News – Tanjungbalai. Sekolah yang selama ini menjadi salah satu sekolah favorit di Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai, kini terlihat kumuh sejak Firdilia Kurnia menjabat sebagai Kepala Sekolah kurang lebih sudah Enam Bulan. Dimana sekolah tersebut saat ini terlihat kumuh akibat di penuhi tumbuhan rerumputan selain itu di bagian belakang dan sampingnya terlihat genangan air.

Hal itu di katakan salah seorang orang tua siswa yang enggan menyebutkan namanya mengatakan “Sejak Pak Sri Gunawan pindah dari sekolah itu banyak perobahan nya, dimana rerumputan tidak pernah di cabut disemprot racun atau di babat sehingga tidak sedap dipandang mata. Selain itu banyak terlihat genangan air dan juga penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) tidak diketahui kemana di gunakan,” Katanya.

“Saya berharap kepada Walikota Tanjungbalai H. Waris Tholib khususnya Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai Hj. Delima agar menempatkan seorang Kepala Sekolah yang bisa membangun SMP negeri 7 Kota Tanjungbalai ke yang lebih baik bukan hanya untuk menggrogoti Dana Bos sekolah tersebut,” Tegasnya.

Amatan Awak media Rabu 24-05-2023 papan penggunaan Dana Bos yang di pajang didinding adalah laporan penggunaan Bos pada Tahun 2021, selain itu masih banyak ruangan yang amburadul serta sekolah itu juga di penuhi tumbuhan rerumputan seperti tidak pernah di lakukan gotong royong pada hari Jum’at dan Sabtu.

Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Kota Tanjungbalai Firdilia Kurnia yang dijumpai diruang kerjanya terlihat sibuk, melalui telepon WhatsApp nya mengatakan, “Sudah Kami laksanakan penimbunan sikit demi sedikit sampai saat ini sudah 10 mobil pasir yang di timbun, sudah dilakukan penyemprotan racun rumput tapi kurang, ini musim hujan jadi tidak di lakukan lagi penyemprotan. Nanti akan dilakukan kembali penyemprotan atau racun rumput,” Katanya

Terkait papan penggunaan Dana Bos Tahun 2023 dari Januari hingga Mei, Firdilia mengatakan “Masalah papan Bos sudah Kami tempah, cuma salah cetak masih 3 tahap dibuat. Makanya belum Kami isi untuk Tahun 2023,” terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai Hj. Delima dijumpai diruang kerjanya tidak berada di tempat, dihubungi melalui WhatsApp juga tidak aktip. Sampai berita ini di turunkan belum bisa di mintai tanggapan. (Taufik)

0

Suara Indonesia News – Rote Ndao. Badan jalan digunakan sebagai areal parkir di depan Gereja Salom, Beralamat di Kelurahan Mokdale yang kini  dialihfungsikan sebagai tempat parkir sejumlah kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat bagi pengunjung pembeli di toko MR D. I. Y Always Low.

Penggunaan badan jalan sebagai areal parkiran kendaraan, sangat merugikan para penjalan Kaki  dan pengguna jalan lainnya. Dan ini bisa berdampak terjadinya kecelakaan lalulintas dan tentunya dapat menimbulkan korban jiwa maupun korban materi.

Karena dipagari sebagian badan jalan untuk areal parkir pengunjung, akhirnya jalanan umum menjadi sempit, terpantau awak media ini, rabu malam (24/05/2023).

Sekitar dua meter depan Gereja Salom Mokdale, jalan di pagari keliling kendaraan roda dua maupun roda empat untuk di jadikan lahan parkir, jelas pantawan awak media.

Di Kelurahan Mokdale dana jalan pabean sendiri memang sudah marak sekali penggunaan badan jalan untuk lahan parkir. Sejumlah titik tersebut diantaranya sepanjang jalan di jadikan tempat parkir bahkan sebagian besar di gunakan sebagai lahan parkir.

Sampai dengan berita ini di turunkan pihak menejer toko MR D. I. Y Always Low belum dapat di konfirmasi, awak media akan upayakan dalam waktu dekat konfirmasi dan akan menayangkan pernyataan dari pihak toko MR D. I. Y. Always Low. (Dance henukh)

0

Suara Indonesia News – Indramayu. Terik panas sinar matahari yang menyengat di kulit tak menyurutkan antusiasme warga Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu untuk menyaksikan pembukaan Top Sedasa.

Bupati Indramayu Nina Agustina secara resmi membuka pelaksanaan Top Sedasa yang berlangsung di Lapangan Sinar Jaya Desa Margamulya, Kecamatan Bongas, Rabu (24/5/2023).

Top Sedasa sebagai event untuk menggelorakan kembali 10 program unggulan Pemerintah Kabupaten Indramayu menjadi momentum yang sangat penting untuk diketahui kembali dan diikuti oleh masyarakat Kecamatan Bongas Pada umumnya.

Pada pelaksanaan Top Sadasa masing-masing program unggulan Pemerintah Kabupaten Indramayu mendirikan stand. Hal ini untuk memudahkan dan mendekatkan kepada masyarakat yang ingin mendaftar dan merasakan kebermanfaatannya.

Stand program unggulan yang bisa diakses dan didapat oleh masyarakat Kecamatan Bongas meliputi  Perempuan Berdikari (Pe-Ri), Kredit Usaha Warung Kecil (Kruwcil), Berjamaah Subuh Keliling (Bersuling), Kejar Paket (Ja-Ket), Lacak Aset Daerah (Lada), Lebu Digital (Le-Dig), Indramayu Cepat Tanggap (I-Ceta), Dokter Masuk Rumah (Dokmaru), Desa Kebeh Terang (Dekat) dan Alun-alun Rakyat (Alur).

Bupati Indramayu Nina Agustina mengatakan, keberadaan Top Sedasa untuk mensosialisasikan kembali 10 program unggulan Pemerintah Kabupaten Indramayu dan program pembangunan yang sedang dan akan berjalan kepada masyarakat yang masih belum mengetahui.

“Alhamdulillah untuk Top Sedasa ini salah satu program yang sebenarnya kita memberitahukan atau mensosialisasikan kepada masyarakat pada umumnya. Karena bagaimana pun 10 program unggulan ini sudah berjalan selama 2 tahun, tapi terdapat masyarakat belum paham dan tidak tersosialisasi secara maksimal,” katanya.

Diharapkan dengan diselanggarakan Top Sedasa ini 10 program unggulan Pemerintah Kabupaten Indramayu dapat diketahui bahkan diikuti oleh masyarakat.

“Jadi dengan adanya Top Sedasa ini masyarakat bisa paham kembali terutama pembangunan yang ada di Kabupaten Indramayu,” katanya kepada awak Media.

Salah satu yang disampaikan kepada masyarakat tegas Bupati Nina, upaya pemerintah kabupaten melaksanakan pembangunan maupun perbaikan jalan yang sebenarnya tahap demi tahap sudah berjalan dengan skala prioritas.

“Seperti tadi contohnya terkait jalan bahwa sebenarnya kita ini berproses dan tidak semuanya perbaikan bisa jadi,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat bisa mengikuti program unggulan yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten, semisalnya program Jaket yang bertujuan meningkatkan rata-rata lama sekolah masyarakat sehingga kualitas pendidikan Kota Mangga bisa lebih baik.

“Kemudian adanya Jaket bagaimana pendidikan di Kabupaten Indramayu bisa meningkat kembali,” tambahnya.

Bupati Nina Agustina menyampaikan, bahwa sejumlah kepala perangkat daerah yang memprakarsai masing-masing dalam 10 program unggulan turut mensosialisasikan kepada masyarakat hingga pelaksanaan Top Sedasa yang akan berlangsung hingga Bulan Desember.

“Semuanya terdapat pengampu-pengampu program unggulan ikut turun mensosialisasikan kepada masyarakat. Top Sedasa ini dilaksanakan juga dibeberapa kecamatan selain setelah di Kecamatan Bongas hingga Bulan Desember,” lanjut Bupati Nina.

Bupati Nina Agustina menyakini melalui Top Sedasa ini 10 program unggulan Pemerintah Kabupaten Indramayu bisa tersampaikan kepada masyarakat termasuk upaya pengerjaan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan.

“Insya Allah dengan adanya Top Sedasa ini program unggulan bisa tersampaikan, terutama infrastruktur jangan sampai digoreng terus, karena sebenarnya setiap daerah problemnya sama. Tapi sekali lagi kita bertahap,” pungkasnya. (Toro)