0

Suara Indonesia News – Aceh Tenggara, Dilansir dari pemberitaan dari beberapa media terbitan aceh dan sumut,yang memeberitakan issu mark-up pekerjaan pengadaan bebek dari dinas pertanian. hal tersebut di bantah keras oleh PPK Dinas Pertanian Aceh Tenggara.

Marahalim,SP, pada saat di temui wartawan media ini di ruang kerjanya 03/01/2020,  beliau menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar. Memang harga bebek tersebut per ekornya Rp.102.900, namun dalam harga tersebut di dalamnya sudah termasuk biaya angkut dari asal ternak  Rp. 5.000 per ekor, pemeriksaan dan seleksi ternak Rp.6.000 per ekor, di karantina atau penampungan sementara, penjagaan, pakan, sewa kandang selama 14 hari Rp.7.700 per ekornya, biaya angkut dari penampunagan sementara ke titik bagi Rp.1.500 per ekornya dan Provit Rp.10.500 serta inflasi Rp.3.500, harga bebek tersebut per ekornya hanyalah Rp.70.000. Ini semua harus kita pahami.

Berapa jumlah bebek yang di salurkan tanya wartawan media ini, PPK menjelaskan, jumlah ternak bebek yang di salurkan sebanyak 84.452 ekor dan jumlah kelompok penerima bantuan 169 kelompok di beberapa desa dan kecamatan. Perkelompok dapat 500 ekor bebek dan peyaluran di mulai 05 juli 2019 dan berakhir awal bulan desember 2019 lalu.

Marahalim,SP menambahkan, saya harap kepada rekan rekan semua agar dapat meyimak dan menganalisa terlebih dahulu, agar issu tersebut jangan sampai membuat program pro rakyat ini jadi runyam, tegas PPK marahalim. (ysf)

0

Suara Indonesia News – Mamuju, Bertindak selaku Inspektur Upacara HAB Kemenag ke-74 yang berlangsung di Lapangan Rujab Bupati Majene tersebut Ka. kanwil Kemenag Sulbar DR. HM. Muflih Bachyt Fattah, MM. Upacara HAB Kementerian Agama RI kali ini mengusung tema “Umat Rukun, Indonesia Maju”, Jum’at 3/1/2020.

Hadir dalam upacara puncak peringatan Hari Amal Bhakti tersebut Gubernur Sulawesi Barat diwakili Asisten Gubernur, Ketua DPRD Provinsi, Bupati Majene, Forkopinda Prov. Sulbar dan Kab. Majene, Ka. Kanwil Kemenag Sulbar, para Ka. Kankemenag se Sulawesi Barat termasuk Ka. kankemenag Polewali Mandar Drs. H. Muliadi Rasyid, M.Pd. didampingi Ka. Subbag Tata Usaha H. Ismail, S.Ag, M.Ag. serta seluruh Ka. Seksi dan Penyelenggara di Lingkup Kantor Kemenag Kab. Polman, para pejabat eselon III dan IV serta seluruh ASN di Lingkup Kanwil Kementerian Agama Prov. Sulawesi Barat.

Di depan ribuan ASN Kementerian Agama se Sulbar, Ka. Kanwil Kemenag membacakan sambutan seragam Menteri Agama Fachrul Razi. Dalam sambutannya, Menag RI kembali tegaskan bahwa Undang-Undang Dasar negara kita, pasal 29, Menyatakan : “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.” dan “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”

Ketentuan tersebut mengandung pengertian dan makna sebagai berikut: Pertama, dasar Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan fundamen moral yang harus melandasi penyelenggaraan negara, pemerintahan dan pembangunan serta menyinari seluruh ruang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kedua, negara secara aktif melindungi hak dan kewajiban beragama dalam masyarakat serta kemerdekaan beribadat bagi setiap pemeluk agama.

Lanjut dalam sambutan Menag yang dibacakan Ka. Kanwil Kemenag Sulbar, siapa pun dengan alasan apa pun tidak diperkenankan melakukan propaganda anti-agama, penistaan terhadap ajaran agama dan simbol-simbol keagamaan, menyiarkan agama dengan pemaksaan, ujaran kebencian dan kekerasan terhadap pemeluk agama yang berbeda. Demikian pula segala kebijakan pemerintah tidak boleh bertentangan dengan kaidah agama dan ideologi negara.

Agama dan Negara saling membutuhkan dan saling mengokohkan untuk kebahagiaan hidup manusia. Sejarah dunia sampai abad kedua puluh hanya mengenal dua teori menyangkut hubungan agama dan negara, yaitu “teori integrasi”, penyatuan agama dengan negara, dan “teori sekularisasi”, pemisahan agama dengan negara. Para founding fathers negara kita dengan bimbingan Allah Yang Maha Kuasa mengenalkan teori alternatif, yaitu “teori akomodasi” menyangkut hubungan agama dan negara yang belum dikenal saat itu di negara manapun.

Menag juga tegaskan bahwa penguatan identitas keagamaan dan penguatan identitas kebangsaan tidak boleh dipisahkan, apalagi dipertentangkan, tetapi harus dalam “satu kotak” untuk melahirkan moderasi beragama dan bernegara. Penguatan identitas keagamaan bila dipisahkan dari spirit bernegara dapat melahirkan radikalisme beragama. Sebaliknya penguatan identitas bernegara bila dipisahkan dari spirit beragama dapat memberi peluang berkembangnya sekularisme dan liberalisme.

Keshalehan beragama dan loyalitas bernegara harus saling mendukung satu sama lain. Kita dapat menjadi umat beragama yang shaleh sekaligus menjadi warga negara yang baik. Saya ingin mengutip pesan Pahlawan Nasional almarhum Jenderal Besar TNI Dr. Abdul Haris Nasution yang sangat relevan dengan misi yang dijalankan oleh Kementeian Agama, yakni, “Sebagai negara baru kita tidaklah sekadar ingin mengejar ketertinggalan terhadap negara-negara maju, melainkan sebagai orang beriman kita ingin membangun kehidupan bermartabat spiritual dan material dengan ridla Allah.”

Sejalan dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun 2020 ialah, “Umat Rukun, Indonesia Maju”, saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama di Pusat dan di Daerah, agar menjadi agen perubahan dalam memperkuat kerukunan antar umat beragama di Tanah Air. Kerukunan antar umat beragama merupakan modal kita bersama untuk membangun negara dan menjaga integrasi nasional. Kementerian Agama hadir untuk melindungi kepentingan agama dan semua pemeluk agama. Untuk itu, seluruh jajaran Kementerian Agama harus bisa mengawal dan mengembangkan peran strategis Kementerian Agama secara kontekstual di tengah masyarakat.

Selama tujuh dekade perjalanan sejarah Kementerian Agama banyak perubahan dan kemajuan yang dicapai dalam spektrum tugas yang begitu luas, seperti dalam fungsi bimbingan masyarakat beragama, pelayanan nikah, pembinaan pengelolaan zakat dan wakaf serta dana sosial keagamaan lainnya, penyelenggaraan ibadah haji, pendidikan agama dan keagamaan di semua jenjang, penelitian dan pengembangan serta kediklatan, pembinaan kerukunan antar umat beragama, penyelenggaraan jaminan produk halal serta penguatan tata kelola manajemen dan organisasi sesuai dengan agenda Reformasi Birokrasi.

Dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya ditegaskan, “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya.” Pembangunan jiwa disebut lebih dulu daripada pembangunan raga atau fisik. Tugas utama Kementerian Agama adalah membangun jiwa manusia sebagai landasan terbentuknya mental bernegara yang baik. Meski pembangunan infrastruktur fisik juga dilakukan oleh

Kementerian Agama, namun itu dalam rangka menunjang pembangunan jiwa. Kementerian Agama menyelenggarakan dua fungsi strategis, yaitu fungsi agama dan fungsi pendidikan. (Hamma/Inmas Kemenag Sulbar)

0

Suara Indonesia News – Jakarta, Kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus men-dukungnya. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Van Eck buat indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tapi Indonesia buat Indonesia, – semua buat semua!

Jikalau saya peras yang lima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan “gotong-royong”. Negara Indonesia yang harus kita dirikan haruslah mendapat negara gotong royong!. Alangkah hebatnya! Negara Gotong Royong!, dan Gotong Royong” adalah faham yang dinamis, lebih dinamis dari “kekeluargaan”,demikian kutipan dari Pidato Presiden Sukarno tanggal 1 Juni 1945  dimana menggambarkan sekaligus amanah beliau agar semangat gotong-royong (unity) Itu tetap terpelihara Dan dilestarikan.

“Demikianlah semangat Itu pun  ditangkap oleh kami,  Yayasan Kerja Indonesia Jaya (YKIJ), Apalagi kegotong – royongan Itu pun diajarkan dalam semua agama. Apapun bentuk kegotong-royongan Itu, oleh siapa dilakukan dan untuk siapa diberikan sudah tidak penting lagi. Namun saat ada orang yang sedang kena musibah, selayaknya kita hadir disana, meringankan beban”, demikian Denny Darjaman Kustia – Ketua Harian  YKIJ melalui seluler, Jumat (3/1/2020)

Pada kesempatan lain, Rajuli atau yang akrab disapa Raju  – Wakil Sekum YKIJ mengatakan bahwa YKIJ kalau pun usianya masih muda, namun fokus bergerak di Bidang kemanusian Sosial, Ekonomi, Pendidikan dan Seni serta budaya. YKIJ lahir atas kepedulian dan niat tulus dari semua kalangan masyarakat indonesia yg berorientasi dalam meningkatkan mutu persatuan dan kesatuan melalui program program kreativitas, yang bertujuan melengkapi program kerja pemerintah di tengah masyarakat Indonesia.

Ditambahkan Iin Iryani – Ketua 2 Kesra & sosial YKIJ,  “Kami, YKIJ dalam musibah Banjir Jabotabek 2020 ini bergerak cepat,  memberikan bantuan kepada korban banjir Jabodetabek di beberapa titik. Oh ya, kami, YKIJ,  berkalaborasi dengan Yayasan cinta kasih 321 alhamdulilah telah menyalurkan bantuan makanan saji, mie instan, susu, pampers, pakaian layak pakai, air mineral di 2 titik terdampak banjir yaitu di Nanggewer dan Cibuluh, Bogor. Pada kesempatan ini pula kami mengucapkan terima kasih buat rekan2 donatur, diantaranya Gunther Gemparalam Dan Daryanto, serta semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satah-persatu, Terima kasih dan kita akan terus bersama, bergotong-royong.

Ditambahkannya lagi,  “YKIJ akan terus melakukan yang terbaik, sekuat tenaga, semampu kami. Apalagi Negara ini dikenal sebagai Negara The Ring Of Fire,  dan kami akan melakukan yang terbaik, maka melalui media ini kami membuka kesempatan kepada siapapun untuk memberikan donasi: baik donasi perorangan, lembaga, korporasi, dsb, untuk mendukung kami baik ketersediaan obat-obatan, makanan, minuman, selimut, pempres bayi dan orang tua, pakaian layak, dsb. Inshaa Allah”,demikian Iin kepada suaraindonesianews.com.

Saya sebagai pekerja media berharap banyak kiprah YKIJ akan lebih dahsyat lagi sebagaimana amanah Presiden Sukarno untuk terus ‘bergotong-royong.

SEKRETARIAT YKIJ

Jln. Timo No 5 RT 11/ RW 1, Duren Tiga Jakarta Selatan. ( 021 ) 79199558. Donasi dapat kirim ke BCA. No.7660247763 an.Iin Iryani (Rahma/PR)

0

Suara Indonesia News – Seram Bagian Barat,  Bupati Seram Bagian Barat Drs Hi Moh Yasin Payapo pimpin apel hari amal bhakti ke 74 kementerian agama, yang bertempat dilapangan upacara MAN 1 Seram Barat kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku. Jumaat, 3/1/2020.

Hadir pula, Wakil Bupati SBB Timotius Akerina, Kakakemenag SBB Taslim Tuasikal, ASN lingkup kementerian kabupaten Seram Bagian Barat, beserta forkopimda Seram Bagian Barat.

Bupati Seram Bagian Barat Drs Hi Moh Yasin Payapo, saat membacakan sambutan kementerian agama RI Fachrul Razi dikatakannya. Kaagamaan bila dipisahkan dari spirit bernegara dapat melahirkan radikalisme beragama, sebaliknya penguatan identitas beragama bila dipisahkan dari spirit beragama dapat memberi peluang berkembangnya sekularisme dan liberalisme kesalehan beragama dan loyalitas beragama.

“Harus saling mendukung satu sama lain kita menjadi umat beagama dan sekaligus menjadi warga negara yang baik. Saya ingin mengutip pesan pahlawan nasional almarhum Jenderal besar TNI Abdul Haris Nasution.” Ungkap Payapo.

Ditambahkannya, dengan visi dengan misi yang dijalankan oleh kementerian agama, yakni sebagai negara baru kita tidaklah sekedar ingin mengejar ketertinggalan terhadap negara-negara maju melainkan sebagai orang beriman.

Kita ingin membangun kehidupan berbangsa, dan material Allah subhanahuwata’ala saudara-saudara sekalian sejalan dengan tema hari amal Bhakti Kementerian Agama tahun 2020.

“Untuk indonesia maju, saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama di pusat dan di daerah akan menjadi agen perubahan dalam memperkuat kerukunan antara umat beragama di tanah air antara umat beragama merupakan modal kita bersama.” Ajaknya.

Dilanjutnya. Agama hadir untuk melindungi kepentingan agama dan semua pemeluk agama, untuk itu seluruh jajaran Kementerian Agama harus bisa mengawal dan mengembangkan peran strategi Kementerian Agama secara kontekstual di tengah masyarakat.

Potensi umat dalam semangat kebersamaan kerukunan persatuan dan moderasi beragama, dengan falsafah pancasila yang mempersatukan bangsa walaupun berbeda ras etnis agama dan golongan implementasikan visi dan misi pemerintah ke dalam program kerja Kementerian Agama di semua unit kerja pusat daerah dan perguruan tinggi keagamaan.” Tutup Payapo. ( Suneth)

0

Suara Indonesia News – Cirebon, Menjadi Kuwu, bukan cita-cita Prihatiningsih dalam kehidupan ini. Tapi karena pelayanan dan pelaksanaan pembangunan kurang memuaskan warga, maka dirinya didorong ikut dalam kontestasi Pilwu serentak lalu dan mendapat dukungan warga terbanyak sehingga terpilih menjadi kuwu Desa Kaliwulu.

Usai pelantikan Kuwu hasil Pilwu serentak di Radian Hotel (Sabtu, 28 Desember 2019 lalu), ditemui media dan tersenyum simpul tapi belum mau diwawancarai karena kecapean, di ruang kerjanya media berhasil bertemu dan mewawancarai Prihatiningsih, sehari setelah sertijab dengan pejabat Kuwu (Selasa, 31 Desember 2019),

Pesan yang berkesan dari sambutan bupati H. Imron saat pelantikan lalu, mengharapkan semua Kuwu bisa memberikan pelayanan yang terbaik dan mengikuti aturan yang berlaku dalam melaksanakan anggaran yang ada sehingga tidak terjadi masalah. Ditegaskan prihatiningsih Kuwu Desa Kaliwulu,  program utama yang akan dikerjakan untuk memperbaiki kinerja pelayanan terhadap masyarakat, sehingga warga tidak dipersulit dalam mendapatkan akses manfaat dari pemerintah yang berawal dari pemerintah desa di lingkup kecil, untuk pelaksanaan anggaran harus mengikuti aturan yang ada untuk kenyamanan semuanya.

Saat ada warga yang meminta tanda tangan untuk mengurus kartu keluarga Prihatiningsih, masih grogi dalam memberikan stempel Kuwunya. Media mengingatkan untuk tenang saja semua akan lancar dengan beriringnya waktu.

Ketika ditanya mengenai formasi perangkat yang ada, prihatiningsih menjelaskan, akan melihat kinerja mereka dalam 3 bulan kedepan, dalam pelayanan terhadap warga bila perlu ada penggantian untuk perbaikan kinerja kenapa tidak?  Toh itu untuk warga desa kaliwulu juga mendapatkan pelayanan terbaik dari pemdes nya, dan tidak perlu dilakukan saat kinerja mereka menunjukkan arah positif, ungkap Ningsih mengakhiri pembicaraan. (Hatta)

 

0

Suara Indonesia News – Bintan Kepri, Pembangunan Kantor Badan Pengawas Desa (BPD) Desa Air Glubi, Kecamatan Bintan Pesisir, yang dikerjakan CV.Tanjung Ayam Sakti dan pengawas CV. Gracona yang menggunakan anggaran APBD Kabupaten Bintan tahun 2019  sebesar Rp 174.754.490.44 dengan masa kerja 90 hari lamanya namun tampak asal jadi.

Sampai saat ini bangunan kantor BPD yang telah selesai dikerjakan semenjak bulan september 2019 sampai masuk tahun 2020,  belum juga diserah terimakan ke pihak Desa kamis, (03/01/2020).

Salah satu anggota BPD Desa Air Glubi, Hasan Azhari saat dikonfirmasi awak Media mengenai pembangunan Kantor BPD mengatakan,” Kita mengucapkan terimakasih pada Pemerintah Kabupaten Bintan yang telah memprioritaskan pembangunan Kantor BPD di Desa Air Glubi,

Namun sangat disayangkan dalam pelaksanaan pengerjaan Kantor tersebut tidak sesuai dengan standarisasi layak sebuah kantor penyelanggara Desa.

Apa lagi bangunan tersebut tidak dilengkapi dengan tempat pelayanan masyarakat ruang rapat dan toilet. Jika dilihat bangunan kantor BPD Desa Air Glubi seperti tempat kos kosan tidak layaknya seperti kantor.

Pada hal dalam UU No 6  tahun 2014 berbunyi, bahwa BPD merupakan Lembaga yang sangat jelas sebagai wadah aspirasi masyarakat dan pengawasan di setiap Desa, sebutnya. (OBET)

 

0

Suara Indonesia News – Tebingtinggi, Kepala UPTD Museum Kota Tebingtinggi, Propinsi Sumatera Utara, Drs. Binsar Pasaribu, kembali menggelar acara Pameran Temporer dengan mengangkat tema sikhlus kelahiran dan kematian, adanya pameran ini sebut Binsar Pasaribu dinilai sangat penting bagi masyarakat yang saat ini sudah memiliki pemikiran milineal, maka kami salah satu instansi Pemerintah dalam ruang lingkup kebudayaan merasa penting semua ini ditampilkan, karena ada hal hal yang mungkin banyak orang yang sudah melupakannya, untuk itu dipameran ini kami coba untuk tampil kembali dengan harapan semua yang kami sajikan dapat membekas dihati para pengunjung.

Acara pameran Temporer ini yang berlangsung sehari rabu ( 31/12-2019) lalu, dihalaman kantor gedung Museum jalan Balai kota, merupakan kegiatan rutin museum kota tebingtinggi yang digelar setiap tahunnya. Maksud dan tujuan acara ini sebut Binsar kepada sejumlah wartawan menyebutkan, agar museumTebingtinggi dapat memaksimalkan fungsi dan perannya sebagai pemelihara, pelestarian dan mempublikasikan nilai nilai budaya khlayak umum sebagai sumber refrensi pendidikan dan ilmu pengetahuan,

Memberi motivasi kepada masyarakat khususnya generasi muda, agar lebih mengenal dan mencintai nilai nilai luhur dan adat istiadatnya, serta menunjang pemerintah dalam membina dan melestarikan tradisi dan budaya lokal dalam upaya peningkatan apresiasi dan kecintaan masyarakat akan budayanya sesuai misi dan visi kota tebingtinggi yang bermartabat dan sekaligus menjadi media promosi baik tingkat nasional maupun internasional.

Selain hal tersebut ungkap Binsar, “include” dalam pameran temporer ini, bahwa museum juga menampiilkan beberapa koleksinya yang terdiri dari kategori etnografi seperti alat-alat upacara yang merupakan sarana penunjang dalam pameran kali ini, disamping itu museum juga menampilkan koleksi dari kategori arkeolog seperti batu nisan yang disesuaikan dengan tema yang diusung dengan kelahiran dan kematian. Jadi sarana yang dicapai dalam acara pameran tamporer yakni mensosialisasikan meseum sebagai tempat yang baik untuk belajar mengetahui tentang sejarah. (Julian)

 

0

Suara Indonesia News – Lhoksukon, Pelantikan pengurus karang taruna dan majelis pertimbangan karang taruna Kabupaten Aceh Utara, masa bhakti 2019 – 2024, resmi dilantik oleh Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib, di Aula Setdakab Aceh Utara, Kamis (02/01/2020).

Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib mengatakan, dengan dilantik dan dikukuhkannya saudara Sarjani, ST, sebagai Ketua Umum Karang Taruna dan saudara Fauzi Yusuf sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna Kabupaten Aceh Utara Masa Bhakti 2019-2024, beserta seluruh pengurusnya, kedepan harus melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dalam menjalankan amanah sebagai Ketua Karang Taruna.

Selain itu, Karang Taruna selaku Pageu Gampong organisasi yang diisi para pemuda, diharapkan menjadi garda terdepan yang mampu menggerakkan dan membawa inovasi di Gampong. Apalagi saat ini merupakan era revolusi industri 4.0, kemudahan untuk berkreativitas dan akses informasi terbuka lebar, tidak hanya di perkotaan tetapi juga di tingkat Gampong, Imbuhnya.

Kedepan, pemuda karang taruna  selaku pageu gampong harus siap menjadi garda terdepan dan terlibat aktif dalam setiap fase pembangunan baik di Kabupaten, Kecamatan dan Gampong, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan, sebab pemuda akan menjadi estafet kepemimpinan dimasa yang akan datang, harapnya.

Muhammad Thaib, juga meminta kepada Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Gampong di Aceh Utara, untuk dapat membentuk dan memberdayakan Karang Taruna di Kecamatan dan Gampong masing-masing, karena karang taruna sebagai pageu gampong memiliki potensi sumber daya manusia yang sangat besar dan energik untuk membantu pemerintah Gampong dalam melaksanakan pembangunan,” ujar Muhammad Thaib.

Karang Taruna sebagai Pageu Gampong juga dapat dilibatkan dalam banyak hal, mulai dari kegiatan sosial, menjaga ketentraman atau keamanan di gampong, mendukung pemerintahan dalam segala kegiatan di gampong, menegakkan hukum adat gampong bersama imum meunasah, menyelesaikan  sengketa  antara  pemuda  di gampong  dalam kehidupan bermasyarakat, olahraga, ekonomi dan lainnya.

Muhammad Thaib juga berharap, agar Pemerintah Gampong dapat mengalokasikan anggaran untuk memberdayakan Karang Taruna sebagaimana amanat Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa dan Permensos Nomor 23 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Karang Taruna serta Permensos Nomor 77/HUK/2010 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna. Gampong dan Dusun justru akan terbantu dengan keberadaan Karang Taruna,” kata Muhammad Thaib.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Aceh Utara Zulkarnaini, S.Pd, M.Pd, selaku Panitia Pelaksana mengatakan semua ini wujud dari pada regenerasi organisasi demi kelanjutan organisasi serta pembinaan anggota karang taruna, baik dimasa sekarang maupun masa yang akan datang. (18.N)