0

Suara Indonesia News – Aceh Utara, Kreatifitas demi kreatifitas terus ditampilkan oleh setiap mahasiswa yang sedang melakukan pengabdian di pedesaaan. Salah satunya ialah mahasiswa KKN Unimal Kelompok 96 di Desa Pulo Barat, Kuta Makmur, Aceh Utara.

Mereka menyulap Pisang dan Jengkol menjadi Kerupuk Jengkol yang diberi nama Kerupuk Jayiang Loen dan Pisang yang di olah menjadi makanan modern yang di beri nama Pisang Pasir Pulo Barat.

“Kami melihat buah pisang dan jengkol yang berlimpah di gampong Pulo Barat ini dengan persetujuan dari Ibu Geuchik yang mewakili ibu-ibu PKK kami menjadikan bahan-bahan ini menjadi barang yang bernilai jual, ” kata perwakilan mahasiswa, Aina Putri dan Maiyuni, Senin (09/9/2019).

“Setelah mendapatkan persetujuan kami melakukan prakterknya di meunasah gampong, sembari mmengajari ibu-ibu gampong lainnya kami menjelaskan untuk proses pembuatannya tidak memakan banyak waktu, Untuk Jengkol kita hanya perlu menumbuknya hingga gepeng dan menambahkan sedikit garam lalu di goreng. Praktik ini sangat mudah dengan modal pembuatan yang sangat sedikit, hanya mengandalkan Penggiling, Garam, dan alat-alat penggorengan. Begitu juga untuk pisang hanya menambahkan coklat dan meses. Khususnya wilayah Aceh Utara merupakan wilayah yang memiliki tumbuhan pisang dan jengkol yang sangat subur dan menghasilkan buah yang melimpang. Oleh karena itu, mahasiswa KKN yang melakukan tugasnya di gampong akan memebantu sebisa mungkin.”

“Kami mendapatkan apresiasi dari warga desa. Kegiatan pengolahan baku tersebut menjadi sebuah produk yang sangat inovatif dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat gampong Pulo Barat nuntuk ke depannya.,” sebut Aina dan Maiyuni.

Sembari menikmati olahan makanan yang kami buat bersama ibu-ibu PKK, kami dari Kelompok 96 menyelipkan beberapa Materi untuk menambah Ilmu Ibu-ibu dalam menajalankan usahanya di waktu mendatang sebagai Starter Pack. Seperti dari ilmu sosial yang kegunaanya jika usaha ini berjalan akan mengurangi pengangguran, dari ilmu Pertanian bagaimana memilih bahan yang tepat, dan juga dari ekonomi bagaimana pemilihan brand dan target marketing yang tepat, serta dari hukum bagaimana mendaftarkan merk dagang kita agar tidak terkena pidana atau hal-hal yang berbau plagiat. (Manzahari)

0
Foto pada saat dilakukan pengisian bahan bakar solar ke dalam jerigen oleh pihak SPBU Tuah

Suara Indonesia News – Tanjungbalai, Menindak lanjuti pemberitaan terkait bebas dan maraknya penjualan bahan bakar solar pakai jerigen, yang dijual kelaut oleh pihak SPBU kepada agen-agen nakal yang sengaja menjual kepada nelayan pukat langgar, pukat apung dan piser, yang dilakukan SPBU Tuah 14 213 264 di Jalan Alteri Desa Sirantau Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai melalui Kasubag Humas Polres Tanjungbalai IPTU Ahmad Dahlan Panjaitan, mengatakan melalu Pesan WhasApp ” Bila ada ditemukan Tindak Pidana, maka Polri akan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku,” jawap Humas simpel.

Selain itu IPTU Ahmad Dahlan Panjaitan juga mengatakan “Terima kasih Infonya Pak, kita akan sampaikan kepada Sat Reskrim untuk Menyelidikinya,” tegasnya.

Sementara kegiatan yang terjadi pada SPBU Tuah 14 213 264 sudah lama berjalan belum pernah tersentuh hukum seperti yang dikatakan oleh Kasubbag Humas Polres Tanjungbalai tersebut.

Dimana sesuai Undang-undang No 22 / 2001 Pasal 55 yang berbunyi, setiap orang yang menyalah gunakan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah di pidana paling lama pidana 6 Tahun dan denda paling tinggi Rp 60 Milyar.

Yusman, pemerhati masyarakat Tanjungbalai pada media “Apabila SPBU tersebut jelas melanggar UU No 22 Tahun 2001 pasal 55, meminta pihak Kepolisian menangkap pihak pengusaha SPBU yang sudah jelas melakukan penyimpangan, dan kepada Pertamina Regoinal 1 Sumatra Utara agar melakukan evaluasi terhadap SPBU nakal dan bila perlu menutup SPBU tersebut,” kata nya.

Yusman juga megatakan “Apabila Polres Tanjungbalai tidak mampu menindak pengusaha SPBU nakal tersebut, diminta kepada Kapolda Sumut agar mencopot Kapolres Kota Tanjungbalai,” tegasnya. (Taufik)

0

Suara Indonesia News – Banyuwangi, Tradisi oncor di arak keliling kampung, selalu di nanti warga masyarakat khususnya Lingkungan Gombeng kelurahan Gombengsari, kec.Kalipuro, Banyuwangi, Jawa timur.

Tahun ini, tradisi oncor yang di gelar setiap bulan suro tersebut di lingkungan Gombeng krajan, jatuh pada selasa malam pkl 007.00 wib, (10/9/2019).

Bertempat di lingkungan Gombeng krajan, oncor-oncoran idermi tersebut di ikuti ratusan santriwan santri wati dari beberapa tempat pengajian yang ada di lingkungan Gombeng krajan.

Selain di ikuti ratusan santriwan santri wati, oncor-oncoran yang di arak keliling sudut kampung lingkungan krajan Gombeng tersebut, juga di ikuti puluhan ibu-ibu muda masyarakat Gombeng.

Seperti biasa tradisi oncor tahun ini tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, kegiatan oncor berjalan kaki dari kantor kelurahan yang baru menuju kelurahan lama dengan melintasi sudut kampung, jembatan dan area makam, dari setiap sudut kampung selalu di lantunkan suara azdan dan istiqfar.

Tardisi ini menurut tokoh adat Lingkungan Gombeng ustad Alimik, merupakan tradisi tahunan yang di gelar setiap bulan suro, bertujuan untuk selamatan kampung.

“kegiatan ini di peringati setiap tahunya agar warga lingkungan Gombeng terhindar dari balak” kata ustad imik.

Ia juga menambahkan, kegiatan tradisi semacam ini tidak pudar dengan berjalannya waktu.

“mudah-mudahan dengan berjalannya waktu tradisi oncor ider bumi ini bisa tetep terjaga” pungkasnya. (fur)

0

Suara Indonesia News – Dompak Kepulauan Riau, Sejumlah para awak media yang hendak mempublikasikan acara pelantikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau (DPRD) priode 2019 – 2024, senin (09/09/19) di Dompak sangat disesalkan para wartawan.

Hal tersebut dikarenakan para oknum panitia yang berjaga di pintu masuk ruang pelantikan terkesan sangat menghalang halangi para jurnalis yang hendak meliput kegiatan pelantikan anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau.

Salah satu oknum panitia pada saat itu mengatakan, “untuk wartawan yang hendak meliput sudah penuh sehingga ruangan tidak cukup katanya,”. Dengan alasan yang tidak masuk akal membuat para awak media merasa kesal dan geram.

Dalam liputan pelantikan anggota DPRD Provinsi Kepri para panitia terkesan pilih kasih.

Begitu juga yang dialami dengan awak media Suara Indonesia News Anwar, yang pada saat itu hendak masuk keruangan namun tidak di perbolehkan. (Obet)

0

Suara Indonesia News – Kaltim, Berkaitan dengan perayaan hari Pramuka ke 58, Kwartir Cabang (Kwarcab) Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur berhasil memecahkan rekor dunia mengumpulkan sampah plastik dengan peserta 18.872 anggota pramuka se kabupaten PPU, di Kecamatan Babulu. Sabtu kemarin (7/9/2019).

Kegiatan tersebut  tercatat di lembaga di Record Holders Republic (RHR) sebagai “The Most Plastic Waste Collector 18.872 People” Sertifikat rekor dunia RHR diserahkan langsung oleh Vice President of RHR Indonesia Lia Mutisari kepada penggagas atau kreator sekaligus Ketua Kwarcab PPU H. Sudirman, S.Sos, wakil ketua Kwarcab Suyanto dan Bupati PPU yang diwakili oleh wakil bupati PPU M. Hamdan.

Vice President of RHR Indonesia menjelaskan, Rekor “The Most Plastic Waste Collector 18.872 people” ini mengungguli rekor sebelumnya yang pernah terjadi di Jakarta dengan jumlah 8000 orang. “Setelah kami verifikasi tercatat 18.872 peserta yang mengumpulkan sampah, jumlah ini melebihi rekor sebelumnya yang tercatat di Jakarta dengan jumlah peserta yang tercatat 8000 orang”, ujar Lia.

Lia menambahkan, rekor ini merupakan rekor yang kedua di PPU yang tercatat oleh RHR setelah sebelumnya pada 2017 berhasil mengibarkan bendera raksasa berukuran 1000 meter persegi dengan tinggi pioneering bamboo mencapai 110 meter.

Lia berharap semoga kegiatan ini menjadi inspirasi gerakan cinta lingkungan dengan menyelamatkan bumi dari sampah plastic yang ada. “ Semoga dengan kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran akan bahasa sampah plastic dan semoga dengan pemecahan rekor ini dapat mengharumkan nama Indonesia khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara”, ujar Lia.

Ketua Kwarcab PPU sekaligus Kreator H. Sudirman, S.Sos Menjelaskan, Pemungutan sampah plastic ini dilakukan serentak di seluruh sekolah mulai dari SD, SMP dan SMA sederajat di Kabupaten PPU dengan melibatkan 12 ribu anggota pramuka dan 6872 siswa. Menurut Sudirman, kegiatan ini sebagai salah satu kampanye budaya menjaga lingkungan dimana PPU sebagai salah satu kandidat Ibu Kota Negara bisa terbebas dari sampah plastic dan Banjir.

“Sikap menjaga dan mencintai lingkungan tersirat dalam Dasa Darma Pramuka, maka dari itu kami tak bosan-bosan mengkampanyekan budaya menjaga lingkungan dan semoga dengan tercatat di RHR sebagai “The Most Plastic Waste Collector 18.872 people” bisa menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia khususnya di PPU untuk bisa menjaga lingkungan terbebas dari sampah khususnya sampah plastik” tegas Sudirman.

Hal senada dikatakan oleh Wakil Bupati PPU Hamdan, ia berharap melalui kegiatan ini seluruh pegawai ASN dan masyarakat bisa berperan dalam mengkampanyekan pengurangan sampah plastik di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Saya harap ASN dan masyarakat berperan aktif dalam memerangi sampah plastic, tak lupa kepada kreator dan juga penyelenggara acara ini saya ucapkan terima kasih telah mengharumkan nama Penajam Paser Utara”, pungkasnya. (Pi)

0
Foto: Dirjen Pendis Kementrian Agama RI Prof. Dr. Phil Kamaruddin Amin, MA peresmian pengunaan Gedung FEBI dimulai dengan pemotongan pita oleh bapak Dirjend di dampingi Rektor Kampus IAIN Dr. Hafifuddin, MA dan Dr. Iskandar, M. Si sebagai Dekan FEBI.

Suara Indonesia News – Lhokseumawe, Dirjen Pendis Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil Kamaruddin Amin, MA meresmikan penggunaan gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Kampus IAIN Lhokseumawe di Aula Febi Kota Lhokseumawe. Acara tersebut dimulai pukul 08.00 sampai pukul 10.00. Acara peresmian pengunaan Gedung FEBI dimulai dengan pemotongan pita oleh bapak Dirjend di dampingi Rektor Kampus IAIN Dr. Hafifuddin, MA dan Dr. Iskandar, M. Si sebagai Dekan FEBI. (08/09/19)

Dalam sambutanya Prof. Dr. Phil Kamaruddin Amin, MA mengharapkan kepada fakultas ekonomi untuk meningkatkan kontribusi dan perannya dalam pengembangan ekonomi syariah. Dalam kesempatan itu beliau juga mengharapkan agar seluruh civitas akademika agar meningkatkan kualitas karena persaingan kita semakin luas.

“Kita harus meningkatkan kualitas ke taraf dunia. Kemampuan dosen dan mahasiwa harus menyamai dosen dan mahasiawa di Eropa,” Untuk masa sekarang hal itu dapat terjadi karena kita tidak lagi disekat batas giografis dan tritorial.

Kita dapat juga mengakses ilmu pengetahuan dan literatur di berbagai negara dan benua. Kementerian Agama sangat konsen untuk meningkatkan kualitas pendidikan islam. tambahnya.

Dalam kesempatan itu Rektor IAIN Lhokseumawe Dr. Hafifuddin, MA mengharapkan agar civitas akademika FEBI untuk memaksimalkan fasilitas gedung baru ini untuk meningkatkan peran pendidikan, penelitian dan pengabdian sebagai tridarma perguruan tinggi. Acara peresmian ini diikuti oleh ratusan peserta dari civitas akademika IAIN Lhokseumawe dengan khitmat.

Reporter Iskandar Ibrahim.

0

Suara Indonesia News – Bintan Kepri, Ketua Melayu Raya Bintan Muhammad Najib, di dampingi Ketua Satgas Melayu Raya Bintan Dan Warga Kecamatan Mantang, meresmikan pelabuhan khusus ojek laut minggu (08/09/19) di Tekojo Kelurahan Kijang Kota.

Setelah terjadinya konflik masalah pelabuhan Kelurahan Sungai Enam yang merupakan akses tempuh transportasi laut dari Kecamatan Mantang ke Bintan Timur, sehingga harus pindah.

Ketua Melayu Raya Bintan Muhammad Najib menyampaikan,” Rasa terimakasih pada salah satu warga Rio 26 yang mengizinkan lahannya untuk dijadikan pelabuhan ojek warga mantang.

Walaupun pelabuhan sudah di resmikan, namun belum begitu sempurna sehingga melayu raya bintan siap untuk menyempurnakan sehingga bisa dikmati warga.

Disamping itu juga, Ketua Satgas Melayu Raya Bintan Hendy mengatakan,” Sangat sangat menyayangkan atas pindahnya pelabuhan penghubung dari Kecamatan Mantang ke Bintan Timur di Kelurahan Sungai Enam.

Pada hal mesalah sepele tersebut sebenarnya dapat diselesaikan oleh dua belah pihak, antara Kecamatan Mantang dan Kelurahan Sungai Enam.
Dia juga menyayangkan,” Dengan masalah ini sangat merugikan warga yang mempunyai usaha di lokasi tersebut ucapnya,”

Salah satu warga Mantang Pole (42) menyampaikan,” Sangat berterima kasih pada Melayu Raya Bintan yang telah mengambil peduli tentang pemindahan pelabuhan. Sehingga dengan diresmikanya pelabuhan ini benar benar dapat dirasakan warga mantang yang hendak ke Kijang tuturnya. (Obet)

0

Suara Indonesia News – Kepulauan Riau, Gubernur Kepri Plt Isdianto menghadiri acara pengukuhan Forum Pembahruan Kebangsaan (FPK) dan Forum Kewapadaan Dini Masyarakat (FKDM) minggu (08/09/19)
Di Gedung Daerah Kota Tanjung pinang.

Hadir dalam pengukuhan Dua Forum di Kepri FPK dan FKDM hadir Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri H. Abdul Razak. Kepala Kesbangpol Provinsi Kepri H. Ir. Lamidi, M.M. Rektor UMRAH Prof. Dr Syafsir Akhlus M.Sc. Wakil Ketua MUI Provinsi Kepri Bambang Hariono, M.Pd. Kepala Basarnas Kota Tanjungpinang Mu’min Maulana. Danlanud RHF Tanjungpinang diwakili Kadispers Letkol Adm Dimas Soleh, S, Kapolres Tanjungpinang diwakili Kasat Intelkam AKP Monang P. Silalahi. Dandim 0315 Bintan diwakili Kapten Inf Rusdianto, Gerakan Organisasi Wanita Se -Provinsi Kepri. Ormas, OKP dan LSM Provinsi Kepri. Siswa SMA Se -Kota Tanjungpinang.

Usai pengukuhan dua Forum teraebut langsung menggelar Deklarasi Kebangsaan yang di pandu oleh Ketua LAM Provinsi Kepri dengan menyatakan :

DEKLARASI KEBANGSAAN

Kami Masyarakat Provinsi Kepulauan Riau dari seluruh Suku dan Agama yang ada di Provinsi Kepulauan Riau.
sepakat menyatakan Deklarasi

1. Menjaga Persatuan Kesatuan dan Keutuhan Negara Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

2. Menjaga Budaya Hidup Rukun dan Damai dengan penuh kasih sayang.

3. Semoga Allah SWT Tuhan yang maha esa merestui usaha kita.

Pembacaan Deklarasi Kebangsaan menggenakan pakaian adat dari sabang sampai Marauke. Sesuai dengan berbagai suku bangsa yang tinggal di Provinsi Kepulauan Riau. (Anwar)