0

Suara Indonesia News – Takengon, Ikatan Mahasiswa Tanjungbalai – Aceh (IMATAB-ACEH), membuat sejarah baru dalam dunia paguyuban dan organisasi kedaerahan dengan melaksanakan temu ramah dan malam keakraban (TRDMK) Se- Provinsi Aceh pada 6-8 September 2019 di Takengon, Aceh Tengah.

Dalam rangka mewujudkan persatuan mahasiswa Tanjungbalai di daerah Aceh, IMATAB – ACEH melaksanakan Kegiatan Temu Ramah Dan Malam Keakraban Se Provinsi Aceh yang dihadiri oleh Mahasiswa Tanjungbalai dari Meulaboh, Banda Aceh, Lhokseumawe dan Langsa.

Kegiatan yang mengusung tema “Mempererat Silaturahmi Demi Mewujudkan Generasi Loyal Organisasi Yang Kritis dan Berjiwa Pemimpin Hebat” telah dilaksanakan di Takengon, Aceh Tengah pada tanggal 6-8 September 2019 lalu. Bentuk kegiatan yang diusung adalah menjalin hubungan emosional antar mahasiswa Tanjungbalai yang berkuliah di provinsi Aceh.

Sekitar 72 mahasiswa hadir dalam acara ini, yang terdiri dari 34 mahasiswa baru dan 38 mahasiswa tingkat lanjut dari seluruh wilayah di provinsi Aceh seperti Meulaboh, Banda Aceh, Lhokseumawe dan Langsa yang terdiri dari mahasiswa perguruan tinggi negeri di Aceh (Universitas Teuku Umar Meulaboh, Universitas Syiah Kuala dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Universitas Malikussaleh dan IAIN Lhokseumawe, serta Universitas Samudera dan IAIN Cotkala Langsa).

Ketua Umum IMATAB – ACEH, Raja Anasri Fajar Winanta mengatakan, bahwa acara ini adalah rekor baru dalam sejarah IMATAB-ACEH maupun paguyuban dan organisasi mahasiswa daerah di Tanjungbalai maupun di aceh, yang berhasil menyatukan seluruh mahasiswa di provinsi Aceh dengan harapan menumbuhkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan antar mahasiswa Tanjungbalai di Bumi Aceh ini.

Yogi Murliansyah selaku ketua panitia acara menyampaikan bahwa telah terselenggaranya acara ini menandakan bahwa rasa cinta antar mahasiswa Tanjungbalai itu masih besar karena walaupun terkendala jarak dan waktu tidak menghalangi kami untuk berkumpul sebagai satu keluarga dalam Temu Ramah Dan Malam Keakraban ini.

“Saya sangat bangga berkumpul dengan kawan-kawan, abang-abang dan kakak-kakak dari tanjung balai yang berkuliah di Aceh, ternyata keluarga saya ada juga di sini, ternyata saya tidak sendiri disini”. Ungkap Agustini Samosir salah satu mahasiswa baru Tanjungbalai yang bekuliah di Universitas Samudera Langsa.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pembina dan Penasehat IMATAB-ACEH  serta Orangtua Mahasiswa dan Beberapa Sponsor yang turut mendukung acara ini. (Manzahari)

0

Suara Indonesia News – Bintan Kepri, Kepolisian Resor Bintan menggelar upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke 36 tahun 2019. Senin (09/0919), dilapangan apel Makopolres Bintan.

Upacara hari Haornas yang di selenggarakan Polres Bintan, mengusung tema “Ayo Olahraga”. Dimana saja dan Kapan saja merupakan bentuk satu motifasi menuju Bintan Gemilang. Selaku Inspektur upacara langsung dipimpin Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang SIK,M.Si.

Dalam kata sambutanya Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang SIK,M.Si menyampaikan, amanat dari Menteri Pemuda dan Olahraga sebagai berikut, ” Olahraga tidak hanya kebutuhan jasmani tetapi juga rohani, Dengan sehat jasmani berarti kita telah mendukung Kebijakan Presiden Republik Indonesia tentang revolusi mental serta Sumber Daya Manusia (SDM) unggul Indonesia maju.

Optimalisasi pembudayaan olahraga sesuai dengan intruksi Presiden Nomor 1 tahun 2017 tentang masyarakat hidup sehat, yang ditindak lanjuti dengan peraturan Menpora RI nomor 18 tahun 2017 tentang Gerakan Ayo Olahraga Bahwa gerakan olahraga harus di laksanakan dengan massif dan meluas di semua lapisan masyarakat.

Dengan amanat yang dibacakan semua warga Negara Indonesia dapat mencintai Olahraga dan memposisikan olahraga sebagai pilihan dan gaya untuk hidup sehat dan bugar, ucapnya.

Hadir dalam upacara pelaksanaan Hari Olahraga Nasional Wakapolres Bintan Kompol Dandung Putut Wibowo, SIK, MH, pejabat utama, dan Kapolsek jajaran Polres Bintan. Sementara itu peserta upacara terdiri dari personil Polres Bintan dan Polsek jajaran. (Obet)

0

Suara Indonesia News – Karimun Kepri, Ditreskarimun Polda Kepulauan Riau berhasil mengungkap kedok perdagangan wanita di Villa Garden no 58 A Kelurahan Kapling Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun Kepri. Senin (09/09/19).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S. Erlangga menyampaikan,” Pengungkapan kasus perdagangan wanita ini berawal pada hari jumat (05/09/19) adanya informasi mengenai tindak pidana perdagangan wanita di Karimun.

Pada tanggal (06/09/19), langsung melakukan penyelidikan di Salah Satu Komplek Villa Garden. Di situ kita menemukan para wanita sebanyak 30 orang, sedangkan 1 orang berada di Batam hendak pulang kampung, serta 1 orang papi berinisial Ahui alias Awi.

Pengembangan terus di lakukan sehingga mengetahui salah satu orang berinisial DP Alias Fahllen yang merupakan pemasok para wanita dari Pulau Jawa.

Dp alias Fahllen ditangkap pada tanggal (07/09/19) di Desa Cingondewalin Kecamatan Margasih Kabupaten Bandung.

DP alias Fehllen merekrut para korban dengan cara menawarkan pekerjaan di media sosial seperti Beetalk, Line Facebook serta mencantumkan nomor hendphone menerima pekerjaan sebagai pemandu lagu dan terapis Spa.

Setelah sampai di karimun para korban langsung di tampung Awi di komplek Villa Garden. Namun korban di pekerjakan sebagai pekerja Seks komersial, sebagai papi Awi menawarkan korban pada pria hidung belang dengan tarif Rp 600.000 sampai 2 juta Rupiah dan langsung di ajak ke Hotel.

Korban rata rata usia 19 tahun sampai 28 tahun, hasil bokingan para korban di bagi dua sama papi Awi.

Barang bukti yang di amankan 2 buku catatan tarif bokingan, 1 buku catatan korban, 1buku kasbon, uang sebanyak 15,5 juta rupiah, buku absen korban serta satu buah hendphone sebagai alat komunikasi.

Pelaku dikenakan pasal 2 undang undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang pasal 55 KUHP. Dengan hukuman paling ringan 3 sampai 15 tahun penjara. Ucapnya. (Obet)

0

Suara Indonesia News – Aceh Utara, Kreatifitas demi kreatifitas terus ditampilkan oleh setiap mahasiswa yang sedang melakukan pengabdian di pedesaaan. Salah satunya ialah mahasiswa KKN Unimal Kelompok 96 di Desa Pulo Barat, Kuta Makmur, Aceh Utara.

Mereka menyulap Pisang dan Jengkol menjadi Kerupuk Jengkol yang diberi nama Kerupuk Jayiang Loen dan Pisang yang di olah menjadi makanan modern yang di beri nama Pisang Pasir Pulo Barat.

“Kami melihat buah pisang dan jengkol yang berlimpah di gampong Pulo Barat ini dengan persetujuan dari Ibu Geuchik yang mewakili ibu-ibu PKK kami menjadikan bahan-bahan ini menjadi barang yang bernilai jual, ” kata perwakilan mahasiswa, Aina Putri dan Maiyuni, Senin (09/9/2019).

“Setelah mendapatkan persetujuan kami melakukan prakterknya di meunasah gampong, sembari mmengajari ibu-ibu gampong lainnya kami menjelaskan untuk proses pembuatannya tidak memakan banyak waktu, Untuk Jengkol kita hanya perlu menumbuknya hingga gepeng dan menambahkan sedikit garam lalu di goreng. Praktik ini sangat mudah dengan modal pembuatan yang sangat sedikit, hanya mengandalkan Penggiling, Garam, dan alat-alat penggorengan. Begitu juga untuk pisang hanya menambahkan coklat dan meses. Khususnya wilayah Aceh Utara merupakan wilayah yang memiliki tumbuhan pisang dan jengkol yang sangat subur dan menghasilkan buah yang melimpang. Oleh karena itu, mahasiswa KKN yang melakukan tugasnya di gampong akan memebantu sebisa mungkin.”

“Kami mendapatkan apresiasi dari warga desa. Kegiatan pengolahan baku tersebut menjadi sebuah produk yang sangat inovatif dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat gampong Pulo Barat nuntuk ke depannya.,” sebut Aina dan Maiyuni.

Sembari menikmati olahan makanan yang kami buat bersama ibu-ibu PKK, kami dari Kelompok 96 menyelipkan beberapa Materi untuk menambah Ilmu Ibu-ibu dalam menajalankan usahanya di waktu mendatang sebagai Starter Pack. Seperti dari ilmu sosial yang kegunaanya jika usaha ini berjalan akan mengurangi pengangguran, dari ilmu Pertanian bagaimana memilih bahan yang tepat, dan juga dari ekonomi bagaimana pemilihan brand dan target marketing yang tepat, serta dari hukum bagaimana mendaftarkan merk dagang kita agar tidak terkena pidana atau hal-hal yang berbau plagiat. (Manzahari)

0
Foto pada saat dilakukan pengisian bahan bakar solar ke dalam jerigen oleh pihak SPBU Tuah

Suara Indonesia News – Tanjungbalai, Menindak lanjuti pemberitaan terkait bebas dan maraknya penjualan bahan bakar solar pakai jerigen, yang dijual kelaut oleh pihak SPBU kepada agen-agen nakal yang sengaja menjual kepada nelayan pukat langgar, pukat apung dan piser, yang dilakukan SPBU Tuah 14 213 264 di Jalan Alteri Desa Sirantau Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai melalui Kasubag Humas Polres Tanjungbalai IPTU Ahmad Dahlan Panjaitan, mengatakan melalu Pesan WhasApp ” Bila ada ditemukan Tindak Pidana, maka Polri akan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku,” jawap Humas simpel.

Selain itu IPTU Ahmad Dahlan Panjaitan juga mengatakan “Terima kasih Infonya Pak, kita akan sampaikan kepada Sat Reskrim untuk Menyelidikinya,” tegasnya.

Sementara kegiatan yang terjadi pada SPBU Tuah 14 213 264 sudah lama berjalan belum pernah tersentuh hukum seperti yang dikatakan oleh Kasubbag Humas Polres Tanjungbalai tersebut.

Dimana sesuai Undang-undang No 22 / 2001 Pasal 55 yang berbunyi, setiap orang yang menyalah gunakan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah di pidana paling lama pidana 6 Tahun dan denda paling tinggi Rp 60 Milyar.

Yusman, pemerhati masyarakat Tanjungbalai pada media “Apabila SPBU tersebut jelas melanggar UU No 22 Tahun 2001 pasal 55, meminta pihak Kepolisian menangkap pihak pengusaha SPBU yang sudah jelas melakukan penyimpangan, dan kepada Pertamina Regoinal 1 Sumatra Utara agar melakukan evaluasi terhadap SPBU nakal dan bila perlu menutup SPBU tersebut,” kata nya.

Yusman juga megatakan “Apabila Polres Tanjungbalai tidak mampu menindak pengusaha SPBU nakal tersebut, diminta kepada Kapolda Sumut agar mencopot Kapolres Kota Tanjungbalai,” tegasnya. (Taufik)

0

Suara Indonesia News – Banyuwangi, Tradisi oncor di arak keliling kampung, selalu di nanti warga masyarakat khususnya Lingkungan Gombeng kelurahan Gombengsari, kec.Kalipuro, Banyuwangi, Jawa timur.

Tahun ini, tradisi oncor yang di gelar setiap bulan suro tersebut di lingkungan Gombeng krajan, jatuh pada selasa malam pkl 007.00 wib, (10/9/2019).

Bertempat di lingkungan Gombeng krajan, oncor-oncoran idermi tersebut di ikuti ratusan santriwan santri wati dari beberapa tempat pengajian yang ada di lingkungan Gombeng krajan.

Selain di ikuti ratusan santriwan santri wati, oncor-oncoran yang di arak keliling sudut kampung lingkungan krajan Gombeng tersebut, juga di ikuti puluhan ibu-ibu muda masyarakat Gombeng.

Seperti biasa tradisi oncor tahun ini tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, kegiatan oncor berjalan kaki dari kantor kelurahan yang baru menuju kelurahan lama dengan melintasi sudut kampung, jembatan dan area makam, dari setiap sudut kampung selalu di lantunkan suara azdan dan istiqfar.

Tardisi ini menurut tokoh adat Lingkungan Gombeng ustad Alimik, merupakan tradisi tahunan yang di gelar setiap bulan suro, bertujuan untuk selamatan kampung.

“kegiatan ini di peringati setiap tahunya agar warga lingkungan Gombeng terhindar dari balak” kata ustad imik.

Ia juga menambahkan, kegiatan tradisi semacam ini tidak pudar dengan berjalannya waktu.

“mudah-mudahan dengan berjalannya waktu tradisi oncor ider bumi ini bisa tetep terjaga” pungkasnya. (fur)

0

Suara Indonesia News – Dompak Kepulauan Riau, Sejumlah para awak media yang hendak mempublikasikan acara pelantikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau (DPRD) priode 2019 – 2024, senin (09/09/19) di Dompak sangat disesalkan para wartawan.

Hal tersebut dikarenakan para oknum panitia yang berjaga di pintu masuk ruang pelantikan terkesan sangat menghalang halangi para jurnalis yang hendak meliput kegiatan pelantikan anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau.

Salah satu oknum panitia pada saat itu mengatakan, “untuk wartawan yang hendak meliput sudah penuh sehingga ruangan tidak cukup katanya,”. Dengan alasan yang tidak masuk akal membuat para awak media merasa kesal dan geram.

Dalam liputan pelantikan anggota DPRD Provinsi Kepri para panitia terkesan pilih kasih.

Begitu juga yang dialami dengan awak media Suara Indonesia News Anwar, yang pada saat itu hendak masuk keruangan namun tidak di perbolehkan. (Obet)

0

Suara Indonesia News – Kaltim, Berkaitan dengan perayaan hari Pramuka ke 58, Kwartir Cabang (Kwarcab) Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur berhasil memecahkan rekor dunia mengumpulkan sampah plastik dengan peserta 18.872 anggota pramuka se kabupaten PPU, di Kecamatan Babulu. Sabtu kemarin (7/9/2019).

Kegiatan tersebut  tercatat di lembaga di Record Holders Republic (RHR) sebagai “The Most Plastic Waste Collector 18.872 People” Sertifikat rekor dunia RHR diserahkan langsung oleh Vice President of RHR Indonesia Lia Mutisari kepada penggagas atau kreator sekaligus Ketua Kwarcab PPU H. Sudirman, S.Sos, wakil ketua Kwarcab Suyanto dan Bupati PPU yang diwakili oleh wakil bupati PPU M. Hamdan.

Vice President of RHR Indonesia menjelaskan, Rekor “The Most Plastic Waste Collector 18.872 people” ini mengungguli rekor sebelumnya yang pernah terjadi di Jakarta dengan jumlah 8000 orang. “Setelah kami verifikasi tercatat 18.872 peserta yang mengumpulkan sampah, jumlah ini melebihi rekor sebelumnya yang tercatat di Jakarta dengan jumlah peserta yang tercatat 8000 orang”, ujar Lia.

Lia menambahkan, rekor ini merupakan rekor yang kedua di PPU yang tercatat oleh RHR setelah sebelumnya pada 2017 berhasil mengibarkan bendera raksasa berukuran 1000 meter persegi dengan tinggi pioneering bamboo mencapai 110 meter.

Lia berharap semoga kegiatan ini menjadi inspirasi gerakan cinta lingkungan dengan menyelamatkan bumi dari sampah plastic yang ada. “ Semoga dengan kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran akan bahasa sampah plastic dan semoga dengan pemecahan rekor ini dapat mengharumkan nama Indonesia khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara”, ujar Lia.

Ketua Kwarcab PPU sekaligus Kreator H. Sudirman, S.Sos Menjelaskan, Pemungutan sampah plastic ini dilakukan serentak di seluruh sekolah mulai dari SD, SMP dan SMA sederajat di Kabupaten PPU dengan melibatkan 12 ribu anggota pramuka dan 6872 siswa. Menurut Sudirman, kegiatan ini sebagai salah satu kampanye budaya menjaga lingkungan dimana PPU sebagai salah satu kandidat Ibu Kota Negara bisa terbebas dari sampah plastic dan Banjir.

“Sikap menjaga dan mencintai lingkungan tersirat dalam Dasa Darma Pramuka, maka dari itu kami tak bosan-bosan mengkampanyekan budaya menjaga lingkungan dan semoga dengan tercatat di RHR sebagai “The Most Plastic Waste Collector 18.872 people” bisa menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia khususnya di PPU untuk bisa menjaga lingkungan terbebas dari sampah khususnya sampah plastik” tegas Sudirman.

Hal senada dikatakan oleh Wakil Bupati PPU Hamdan, ia berharap melalui kegiatan ini seluruh pegawai ASN dan masyarakat bisa berperan dalam mengkampanyekan pengurangan sampah plastik di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Saya harap ASN dan masyarakat berperan aktif dalam memerangi sampah plastic, tak lupa kepada kreator dan juga penyelenggara acara ini saya ucapkan terima kasih telah mengharumkan nama Penajam Paser Utara”, pungkasnya. (Pi)