Para siswa Belajar di Gudang, SD Sungaira Butuh Perhatian Pemda Halsel

Para siswa Belajar di Gudang, SD Sungaira Butuh Perhatian Pemda Halsel

140 views
0
SHARE

Suara Indonesia News – Labuha, Sekolah Dasar (SD) yang baru berdiri pada tgl, 04/07/2019 di Desa Wayamiga Kecamatan Bacan Timur tepatnya dilingkungan Sungaira Desa Wayamiga, pada awal melaksanakan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sehari setelah persiapan terbentuk, yang meskipun kondisi Halsel masi belum stabil pasca terjadi gempa.

Berdasarkan pantauan wartawan dilokasi berlangsungnya Proses belajar mengajar di sekolah ini, masih menggunakan gedung bekas milik perusahaan yang sebelumnya dijadikan gudang.

Meskipun begitu sekolah ini belum secara resmi didirikan dan baru melakukan Proses KBM namun, dengan siswa yang berjumlah 17 Orang menandakan antusias warga setempat sangat besar dalam upaya mendirikan sekolah ini sampai-sampai menghibahkan sebidang tanah untuk pembangunan gedung sekolah.

Halifat Wahid, M.Pd. sebagai Inisiator Proses perencanaan pendirian Sekolah Dasar ini menyampaikan “Dalam Proses pendirian sekolah ini saya sudah wacanakan secara lisan kepada pihak Dinas Pendidikan dalam hal Ini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Selatan (KADIS), Nurlela Muhamad dan beliau pun sudah memberikan respon positif bahkan untuk Surat keputusan yayasannya sudah di tangan saya”. Tuturnya.

Lanjut nya, sebenarnya kita ini sifatnya memberanikan diri untuk mengambil inisiatif mendirikan sekolah ini dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat di lingkungan Sungaira yang mayoritas pendapatannya sangat bergantung pada kondisi sungai karena sebagian besar masyarakat dilingkungan ini pekerjaannya menambang pasir dan batu dalam memenuhi kebutuhan kesehariannya” Tutup Halifat yang juga sebagai Kepala Seksi Bidang PAUD Dinas Pendidikan saat dikonfirmasi awak media via telpon seluler 29/07-19.

Terpisah, Kepala Sekolah Sementara Sakina Kamarullah, S.Pd. yang ditunjuk langsung pengambil inisiator, mengutarakan bahwa. “Sangat terbantu dengan kehadiran sekolah ini karena masyarakat disini untuk menyekolahkan anak-anaknya harus menempuh jarak kurang lebih 1,2 kilo meter baik menuju Marabose maupun ke Wayamiga jaraknya hampir sama, makanya dengan kehadiran sekolah ini kami dari Dewan guru terdiri dari 4 orang yang ingin mengabdikan diri sangat mengharapkan antusias dari Pihak terkait yaitu Pemerintah Daerah agar sekiranya bisa membantu mempercepat proses perizinan sekolah ini”. Tandasnya. (Bur)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY