0

Suara Indonesia News – Cirebon, Telah terjadi kebakaran dikawasan Pt. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Palimanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon. Informasi awal yang diterima telah terjadi kebakaran di kawasan Pabrik Indocement, yang kebakaran itu adalah gudang barang bekas dan gudang semen yang lokasinya berada dikawasan Pabrik Indocement.

Amukan si jago merah yang sangat besar ini langsung di tangani oleh tim kebakaran Indocement dan dinas pemadaman kab. Cirebon. Kebakaran yang telah terjadi dikawasan Pabrik Indocement ini di jl. Raya Cirebon-Bandung hingga banyak warga masyarakat juga berkerumun untuk melihat amukan si jago merah ini yang cukup besar.

Hingga saat ini, Baik awak media dan warga masyarakat sekitar dilarang masuk dan mendekati  lokasi kebakaran kawasan pabrik Indocement Palimanan Kab. Cirebon. Karena penyebab kebakaran juga belum diketahui. (Fi)

0

Suara Indonesia News – Cirebon, Tersangka inisal AS alias Ari, adalah warga Desa di Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, digelandang keruang Sat Reserse Narkoba Polres Cirebon yang bersangkutan kedapatan tengah menjual obat-obatan sediaan farmasi jenis Triyhexypenidhil pada elasa (06/10/2019).

Tim Opsnal awalnya mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai seseorang yang sering mengedarkan obat-obatan tersebut diwilayah Kec. Babakan, Kab. Cirebon.

Tak mau buruannya lepas melakukan langsung Tim Opsnal langsung dipimpin Kasat Narkoba AKP joni melakukan pendalaman atas info tersebut.

Dan benar saja didepan sebuah rumah makan di pinggir jalan Kec.Babakan Cirebon, Tim Opsnal mencurigai gerak gerik seseorang yang terlihat gelisah sedang menunggu, kemudian pada saat bersamaan ada seorang yang mendekatinya dan seperti memberikan sesuatu.

Kemudian Tim langsung menyergap terduga, dan benar saja ditangan terduga, ditemukan barang haram berupa 28 strip sebanyak 280 (dua ratus delapan puluh) butir Pil jenis Triyhexypenidhil, Uang hasil penjualan sebesar Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) dan   1 (satu) buah Hp merk OPPO A3S warna Ungu dan barang milik terduga AS alias Ari disita petugas sebagai barang bukti.

Menurut keterangan tersangka AS alias Ari, obat-obatan tersebut didapat dari seorang perempuan yang tidak diketahui namanya dan hanya tau panggilan Sdri. Mba yang yang dikenalnya di daerah Terminal Kota Cirebon.

Tersangka AS alias Ari dijerat Pasal 196  jo Pasal 197   UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maximal 15 tahun penjara.

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto, melalui Kasat Reserse Narkoba AKP Joni menyatakan, akan terus memerangi peredaran Narkoba diwilayah Kab. Cirebon, dan diharapkan peran serta masyarakat dalam mencegah peredaran Narkoba tentunya, ini juga tersangka AS yang kami tangkap sebagai bentuk dan komitmen Sat Narkoba Polres Cirebon dalam memberantas Narkoba dan akan kami kejar pemasok obat-obatan kepada tersangka AS, pungkasnya, (11/10-19)

Juga, Polres Cirebon bersama-sama BNN Kab. Cirebon secara masif melakukan pencegahan peredaran Narkoba. Selain melakukan tindakan hukum secara tegas dan Profesional kepada Bandar maupun kurir Narkoba juga, dan juga pencegahannya yaitu memberikan sosialisasi kepada pelajar, masyarakat dan instansi swasta maupun pemerintah dengan memberikan pembinaan dan penyuluhan tentang Bahaya Narkoba dengan program Deda Bersinar (bersih dari narkoba).

AKP Joni dalam akhir pernyataannya menyampaikan kepada masyarakat Kab. Cirebon untuk bersama sama memerangi narkoba dan tidak mengkonsumsi Narkoba. (Fi)

0

Suara Indonesia News – Aceh Singkil, Dinas Parawisata Kabupaten Aceh Singkil, melakukan Diskusi tentang Potensi Wisata di Kabupaten itu, Jumat11/10/2019. Bertempat di Of rom Setda Kab. Aceh singkil.

Hadir dalam acara itu Bupati Aceh singkik, Sekda dan beberapa kepala SKPK, juga Unsur Masyarakat dan Pegiat Wisata, acara di buka langsung Kadis Parawisata Pemuda dan Olah Raga Aceh singkil Paisal Spd.

Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, dalam Sambutannya mengatakan, sangat mendukung kegiatan itu karena dikatakan bahwa sektor parawisata merupakan penghasil devisa untuk Daerah dan juga dapat di rasakan masyarakat manfaatnya.

Ia menambahkan,  masukan dan saran dari masyarakat dan pegiat LSM, sangat di perlukan untuk Kemajuan dan perkembangan Wisata di daerah ini tentu untuk menunjang perekonomian Aceh Singkil dan pulau banyak sebagai K E K ( kawasn ekonomi khusus).

Dalam kegiatan itu, sesi pertama Pihak panitia menayangkan video obyek wisata terkait potensi wisata pantai, dan air terjun, juga Rawa singkil. Dan untuk sesi kedua, Tentang Tanya jawab.

Sekda Aceh Singkil mengawali dengan menyampaikan, bahwa Aceh Singkil, bukan daerah pinggiran tetapi bisa nenjadi daerah sentral, jika Obyek wisata di kembangkan karena Daerah Kabupaten Aceh singkil, di dikelilingi beberapa kabupaten tetangga. Sehingga pangsa pasarnya tidak jauh karena daerah tetangga tersebut tidak memiliki Potensi Wisata seperti yang ada di Aceh singkil ujar Sekda.

Kemudian Azwir kadis, BPM, sebagai pembicara kedua  memberi pertanyaan, bagaimana upaya  untuk konsep untuk mengembangkan potensi wisata dengan melibatkan Seluruh Kepala kepala Dinas, Ia menyarankan maka di buat Perbub terkait itu, kemudian di buat iklan dan Situs urainya, kemudian dari pihak tokoh masyarakat,

Fazri mengatakan, diskusi tentang wisata tidak  bisa hanya sekali kemuduan menyarankan untuk membangun perguruan tinggi tentang Parawisata di Aceh Singkil, dengan demikian maka akan tergaraplah semua Potensi Wisata yang begitu lengkap di Aceh singkil ini, mulai dari Wisata Pantai, laut, Air terjun, Rawa juga Wisata Kuliner dan Budaya urai Fazri. (S.Kabeakan)

0

Suara Indonesia News – Batam Kepri, Ajang Pesta Pelajar Provinsi Kepulauan Riau, yang dilaksanakan di Kota Batam, 09 s/d 11 Oktober 2019, Dua Atlit SMPN 18 Numbing mewakili Kabupaten Bintan.

Dua perwakilan dari SMP Negeri 18 Numbing antaranya Seftika Syafika, dan Rendi Agustiawan, ikut dalam cabang atletik Lompat Tinggi di Pesta Pelajar Kepri kamis, (10/10/19).

Cabang atletik Lompat Tinggi Putri Seftika Syafika, sukses menjuarai ajang tersebut dan mendapatkan juara dua, sedangkan untuk kelas putra masih di pertandingkan.

Kepala Sekolah SMP Negeri 18 Numbing Uspianto S.Pd.I, saat di konfirmasi awak media menyampaikan, “Sangat bersyukur dua orang anak didik kita bisa ikut di Pesta Pelajar Prov Kepri, kita berharap dalam pertandingan nanti bisa mengharumkan nama sekolah dan Bintan.

Bahkan bukan hanya ajang ini aja mudah mudahan kedepannya bisa ke tingkat Nasional ucapnya,”

Seftika Syafika, saat dikonfirmasi lewat via Handphone mengatakan, dalam pertandingan ini saya sudah berusaha semampu mungkin untuk menjadi juara.

Alhamdulillah dalam final dapat juara 2, kegembiraan ini juga langsung dia sampaikan kepada orang tua dan Kepala Sekolah, tuturnya. (Obet)

0

Suara Indonesia News – Tebingtinggi Sumut, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Karya Kota Tebing Tinggi kamis, (10/10-2019), melaksanakan Wisuda sebanyak 267 Orang Sarjana yang terdiri dari SI angkatan ke -12 sebanyak 238 orang Sarjana, Manajemen Ekonomi dan D3 angkatan ke -13 sebanyak 29 Orang Ahli Madya Akuntansi. STIE Bina Karya yang bertempat di Aula Gedung Wisma Mangampu Tua, Jl. Prof. Dr. Hamka, Kecamatan Bajenis, kota Tebingtinggi.

Walikota Tebingtinggi IR. Umar Junaidi, Hasibuan yang  Di wakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi Drs. H. Pardamean Siregar  menyampaikan, berbagai hal diantaranya merasa bangga dan senang serta berterima kasih kepada Bapak Drs. Loekito Cahyadi, sebagai Ketua Yayasan STIE Bina Karya yang telah berhasil mendirikan Perguruan Tinggi Swasta di Kota Tebing Tinggi ini sehingga menjadikan Perguruan ini menjadi satu-satunya Idola Masyarakat dan telah berhasil dan banyak menamatkan Ribuan orang siswa /i. Sejak berdiri Tahun 2001.

Dan hingga saat ini, STIE Bina Karya sudah terakreditasi “B”, sekaligus mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada orangtua murid karena telah berhasil membina Putra-Putrinya sehingga dapat meraih Sarjana di Yayasan STIE Bina Karya ini.

Beliau juga mengatakan bahwa Pemerintah Kota Tebing Tinggi, sebenarnya punya keinginan untuk membangun Perguruan Tinggi Negeri di Kota Tebing Tinggi ini namun saat ini masih terbentur dengan pengadaan lahan yang tidak memadai.

Sementara itu, Ketua Yayasan STIE Bina Karya Bapak Drs. Loekita Cahyadi mengatakan, bahwa mereka yang mau Sekolah di STIE Bina Karya ini hanya semata-mata ingin melakukan perubahan dari yang miskin menjadi Kaya tentunya pada Bidang Ilmu.

Banyak Sarjana yang tidak berhasil karena mereka belum maksimal mempergunakan akalnya dengan baik, tuturnya. Namun Beliau menghimbau teruslah belajar karena yang anda kejar itu bukanlah Nilai melainkan yang anda raih itu adalah ilmu yang bermanfaat.

Beliau juga mengajak, janganlah selalu mengurusi Pemerintahan karena urusan itu sudah ada yang berkompeten, disamping itu juga dingatkan agar jangan menjadi Pecundang Politik akan tetapi jadilah pentolan Politik ujarnya, seraya mengucapkan terima kasih kepada Orangtua Siswa karena keberhasilan para Mahasiswa tentunya merupakan peran serta daripada Orangtua, Beliau juga menyampaikan bahwa Tahun depan Yayasan STIE Bina Karya akan membuka S2 dan membuka Fakultas baru yaitu Manajemen Pariwisata. (A.Chan)

0
Foto: Bupati Amril Mukminin menyerahkan beasiswa prestasi akademik dan non akademik tahun 2019 kepada salah seorang penerimanya.

Suara Indonesia News – Bengkalis, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pendidikan (Disdik) telah menyalurkan dana beasiswa kepada 309 pelajar berpestasi tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Sederajat, jumlahnya mencapai Rp334.750.000.

“Dana tersebut dibagikan kepada 309 pelajar berprestasi juara umum 1, 2 dan 3 dari 103 SMP baik negeri maupun swasata di Kabupaten Bengkalis,” jelas Kepala Disdik, Edi Sakura diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMP, Randy Vernanda.

Seperti yang di sampaikan Randy, sudah menjadi komitmen Disdik Bengkalis untuk memberi penghargaan kepada pelajar berprestasi sebagai motivasi.

Dijelaskan rinciannya lagi, bagi pelajar juara umum 1 mendapatkan Rp1.500.000, juara umum 2 sebesar Rp1.000.000 dan juara umum 3 mendapatkan Rp750.000. Masing-masing sekolah menerima Rp3.250.000. “Dana tersebut sudah ditransfer ke rekening sekolah, tanggal 8 Oktober 2019 kemarin,” terangnya.

Oleh karena itu, sebagai bentuk pertanggungjawaban, Randy meminta seluruh sekolah agar segera menyampaikan laporan berisi, daftar tanda terima beasiswa, surat pertanggungjawaban mutlak bermaterai 6000, slip penarikan dana dari bank berwarna merah dan foto penyerahan beasiswa kepada siswa penerima.

Berkas tadi harus dijilid rangkap dua asli dan foto copy, dikirim ke Korwil Pendidikan kecamatan, selanjutkan diteruskan kepada Disdik Bengkalis, paling lambat 7 (tujuh) hari setelah dana diterima. tuturnya (Musrialdi/Diskominfotik)

0
Foto: Saat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkalis Kasmarni Amril menyerahkan hadiah kepada salah satu pemenang lomba P2WKSS.

Suara Indonesia News – Bengkalis, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP & PA) bekerjasama dengan Kelompok Kerja (Pokja) I TP PKK Kabupaten Bengkalis menggelar seminar peningkatan kualitas kesejahteraan keluarga.

Seminar yang mengusung tema “Perempuan sebagai Pondasi Ketahanan Keluarga Mewujudkan Generasi Emas” yang diadakan diruang pertemuan Pantai Marina Hotel, dibuka secara resmi Ketua TP PKK Kabupaten Bengkalis Kasmarni, Rabu malam, 9 Oktober 2019.

Kasmarni menyambut baik serta memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan seminar tersebut. Adapun peserta seminar ini, dari organisasi wanita di Kabupaten Bengkalis dan kecamatan se-Kabupaten Bengkalis, dengan jumlah 150 orang.

Seminar ini mendatangkan narasumber dari pusat, yaitu Liska Prasetyo, yang akan menjelaskan bagaimana meningkatkan ketahanan keluarga dan pemenuhan hak anak di era digital. Sedangkan dari Provinsi Riau yakni Syarifah Lisa Darati, yang akan menyampaikan tentang membangun ketahanan keluarga dengan pola asuh anak dan remaja.

Kasmarni mengatakan, TP PKK bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, khususnya melalui DP & PA, sudah melaksanakan program terpadu, program tersebut, imbuhnya, peningkatan peranan wanita menuju keluarga sehat dan sejahtera atau disebut Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS).

“Program P2WKSS ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia, alam dan lingkungan guna mewujudkan dan mengembangkan keluarga sehat dan bahagia dengan perempuan sebagai penggeraknya,” ungkap Kasmarni.

Selain program P2WKSS, sambungnya, juga ada program Gerakan Sayang Ibu (GSI). Program GSI ini bermanfaat untuk kaum hawa. Yakni untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan melalui berbagai kegiatan.

DI bagian lain, istri orang nomor satu di Kabupaten Bengkalis berharap, seluruh peserta agar agar benar-benar serius mengikuti seminar tersebut dan sampai tuntas.

“Ikuti seminar ini dengan serius dan tuntas. Jangan lupa sampaikan dan kemudian implementasikan kepada masyarakat ilmu-ilmu yang didapat dari kegiatan ini. Kami percaya ibu-ibu yang hadir pada kegiatan ini semuanya kader-kader yang terbaik,” pesan Kasmarni.

Pada acara tersebut Kasmarni juga diminta untuk menyerahkan hadiah kepada pemenang P2WKSS dan pemenang lomba gerakan Kecamatan Sayang Ibu (KSI) tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2019.

Untuk lomba P2KWSS, juara I diraih Desa Tanjung Belit (Kecamatan Siak Kecil). Sedangkan pemenang II dan III masing-masing direbut Bathin Betuah (Mandau) dan Bantan Timur (Bantan).

Sementara untuk KSI, juara I direbut Siak Kecil. Sedangkan terbaik II dan III diraih Kecamatan Mandau dan Rupat Utara.

Hadir pada pembukaan seminar itu, Kepala Dinas PP & PA Kabupaten Bengkalis H Mustafa, Wakil Ketua III TP PKK Kabupaten Bengkalis Hj Akna Juita, Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Dina PP & PA Kabupaten Bengkalis Wasiah, anggota Persit dan Bhayangkari Bengkalis, serta para tamu undangan lainnya. (Musrialdi/Diskominfotik)

0

Suara Indonesia News – Aceh Singkil, Bangunan Perkantoran dan fasilitas publik di Pemkab Aceh singkil banyak terlantar dan tak difungsikan. Seperti Pantauan media suara indonesia news di lingkup Pemkab Aceh singkil. Kamis (09/10/2019).

Seperti Bangunan di Dinas Perindusterian dan Perdagangan, banyak bangunan Ruko tidak di fungsikan, bahkan terlihat kondisi bangunan ruko sudah berlumut dan halamannya sudah di tumbuhi rumput. Dan kondisi ini terjadi di seluruh pasar pasar yang ada di Kabupaten Aceh Singkil.

Seorang pedagang pakaian Rusdi bertutur,  warga Rimo mengatakan Bahwa dirinya pernah mengajukan permohonan ke Dinas Perdagangan supaya di beri kios di Pasar Sianjo anjo Kecamatan Gunung Meriah, tapi harapan itu kandas, karena kata pihak perdagangan semua kios sudah ada yang punya, sementara menurut pengakuan Berutu, banyak Kios kios tak di tempati, bahkan Ia mengatakan justru yang punya Kios kios apalagi di tempat strategis seperti di pinggir jalan lintas adalah orang orang dekat penguasa padahal mereka bukan pedagang jelasnya.

Demikian juga Di dinas Kesehatan Banyak Pustu pustu tak di fungsikan, juga di Dinas Parawisata Pemuda dan Olah raga Banyak Lapangan bola tak di rawat bahkan tidak di fungsikan, seperti Stadion mini di Belakang Rumah sakit Daerah Aceh singkil, kecamatan Gunung meriah, bahkan Stadion Utama Kabupaten Aceh Singkil, di Desa Ketapang Indah, sepertinya tidak terurus.

Berdasarkan informasih yang didapat, Media ini menanyakan langsung kepihak Dinas Parawisata Pemuda dan Olah raga, melalui Kepala Dinas Paisal.S.Pd, mengatakan, bahwa Terkait Stadion Ketapang indah, itu bukan urusan Dinasnya, tapi di katakan langsung di urus oleh Setda kabupaten. Dan ketika pihak Setda di komfirmasi media ini, juga mengatakan senada.

Demikian juga di Dinas Lingkungan Hidup, Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang terletak di jantung Ibu kota aceh singkil, tidak berfungsi bahkan sudah seperti hutan rumput belantara dan taman tempat bermain tak tampak lagi wujudnya, tumbuhan hijau yang dapat menyerap kadar karbondioksida (CO2) menambah oksigen dan menurunkan suhu dengan keteduhan dan kesejukan, menjadi area serapan Air serta meredam kebisingan tak ada lagi. Yang ada hanya semak belukar dan tiang pagar yang berlumut dan tanaman yang gersang.

Terkait hal ini, Pengamat lingkungan sekaligus Ketua Lsm Komunitas Peduli Pembangunan Aceh singkil ( KPPAS) S. Kabeakan memberi tanggapan, dan mengatakan Pemerintah Aceh singkil taunya hanya pandai pogram, tapi tidak tau untuk menggunakannya. Demikian juga DPRK pandainya cuma jago mensahkan Anggaran tapi Abai dalam Pengawasan, dan inilah akar masalah terkait banyaknya Bangunan Pemerintah yang tak berfungsi.

Di tambah lagi Kepala Bappedanya kurang memahami fungsinya, dan sejatinya Kepala Bappeda Wajib Orang Pintar minimal S2,  demikian juga Kabid kabidnya harus minimal S1 di bidangnya masing masing, kenapa kata Kabeakan, karena tugas mereka menganalisis dan merumuskan kebijakan perencanaan pembangunan daerah secara holistik, tematik dan integratif, spesial dalam penyusunan dokumen perencanaan, pemantauan, evaluasi, pengendalian pelaksanaan pembangunan serta melaksanakan penelitian.

Dan Kabeakan menambahkan, Kepala Bappeda harus Berintegritas tinggi, kenapa jika tidak maka ia akan tergoda dengan iming iming dari para Kepala Dinas supaya Anggaran yang di ajukan di terima, dan hal ini bukan rahasia umum. Untuk itu lanjut Kabeakan Ia meminta kepada Bupati untuk senantiasa melakukan Sidak kesetiap Proyek proyek yang sedang di kerjakan dan di ikut sertakan pihak media, dan jangan sidak di saat pekerjaan sudah selesai. Itulah salah satu untuk meminimalisir banyaknya Bangunan yang tak di fungsikan ujarnya. (S.Kabeakan)