0

Suara Indonesia News – Banda Aceh, Gerakan Independen Advokasi Rakyat (GIAR) Aceh, melakukan diskusi publik yang bertema “Meningkatkan Perekonomian Rakyat Melalui Pemetaan Potensi Daerah di Provinsi Aceh” yang dilaksanakan di hotel 88 lamdingin, Rabu (01/01/2020).

Diskusi publik ini sekaligus dilakukan dengan peresmian organisasi Gerakan Independen Advokasi Rakyat (GIAR) Provinsi Aceh, dan juga diisi oleh pemateri yang hebat dan luar biasa, seperti Andi Harianto Sinulingga (Tokoh Nasional), Teuku Munandar (Deputi Kepala Bank Indonesia Aceh), Mohd Din (Wakil Ketua KADIN Aceh), Rizal Usman (Pemerhati Politik & Pembangunan) dan Tafaul Rijal (Manager & Comrel PT. Solusi Bangun Andalas), serta di pandu oleh moderator yang handal yaitu Zulfata (Penulis Buku Agapolisme).

Dedi Saputra dalam sambutan perdananya menjelaskan bahwa adanya diskusi publik karena supaya pemuda dan mahasiswa agar bisa memahami bagaimana statistik perekonomian di Aceh pada tahun 2020 serta apa yang harus di lakukan oleh pemuda.

“Apa lagi ini momentum di awal tahun 2020 kita semua harus memulai dengan hal yang baik dan melakukan yang biasanya tidak kita lakukan di awal tahun”, pungkas Dedi.

Dalam akhir diskusi publik, masing-masing pemateri memberikan statmen akhir untuk penutupan diskusi. Andi Harianto Sinulingga “Mari kita mandiri dan membangun usaha sendiri agar tidak terikat dengan pemerintah dan tidak percaya pada pemerintah”  dan Teuku Munandar “Untuk menghilangkan angka kemiskinan yang tinggi di Aceh, mari berbisnis dimulai dengan diri sendiri terlebih dahulu”. (Sulthan)

0

Suara Indonesia News – Aceh Singkil, Di Kabupaten  Aceh  Singkil  Banyak Proyek Tahun Anggaran 2019 belum selesai. Seperti  Pantuan Media ini Kamis, 2/01/2020.

Salah satu Proyek yang belum selesai pengerjaannya adalah Pagar  Pondopo  Bupati  Kabupaten Aceh Singkil, kemudian pagar Kantor Dinas Pendidikan yang bersebelahan  dengan Pondopo  Bupati,

Kemudian Pembangunan  Sekolah sekolah yang di kerjakan secara Swakelola,  banyak juga belum selesai, seperti SD Negeri 2  Gunung  Meriah, SMP Negeri 4 Singkil. Dan terkait hal itu, ketika di Hubungi Pihak yang berkompeten tentang  Proyek tersebut, sangat sulit untuk dihubungi.

Berkaitan dengan hal itu, ketika media ini meminta tanggapan Pihak LSM, Ketua LSM Komunitas Peduli Aceh Singkil (KPPAS) Drs.SL.Kabeakan mengatakan, Sangat kecewa melihat kinerja pihak Pemerintah  yang bekerja tidak tepat Waktu.

Terkait proyek  pemerintah yang belum kelar pengerjaannya di tahun 2019, apalagi alokasi anggarannya dari DAK (Dana Alokasi Khusus), Ketua Lsm itu juga menuturkan Kecewa melihat dinas yang menangani Pembangunan Pagar Pendopo Bupati  Aceh singkil, karena Pagar  tersebut belum selesai, padahal tahun anggaran pengerjaan nya sudah berakhir.

karena Orang akan berasumsi, masak bangunan pagar pondopo yang di ketahui rumah dinas nomor satu di kabupaten ini belum selesai, di mana marwah  pemimpin daerah  ini. Untuk itu Kata nya  Melanjutkan, Bupati supaya memanggil dinas yang menangani pembangunan pagar pendopo tersebut. (Salomo)

0

Suara Indonesia News – Subulusalam, Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, bersama wakilnya Drs. Salmaza, menghadiri peringatan maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Dayah Subulurrahmah, Desa Pulo Kedep, Sultan Daulat, Kamis, 2 Januari 2020.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Affan Alfian Bintang juga menyahuti permintaan pihak Dayah Subulurrahmah agar mendapat perhatian dari pihak pemerintah terkait pembangunan di kompleks pondok pesantren tersebut.

Di hadapan para pimpinan dayah dan santri dan unsur muspida serta para kepala dinas, Walikota Bintang berjanji akan mengupayakan pembangunan asrama putra Dayah Subulurrahmah pada perubahan APBK 2020 mendatang,

Selain asrama, Wali Kota Bintang juga membantu mesin genset, uang tunai Rp 10 juta dan beberapa tiang listrik untuk Dayah Subulurrahmah. Pasalnya, aliran listrik di sana masih mencangkok dari rumah warga sekitar.

“Terimakasih atas kehadiran bapak wali kota, telah membantu Dayah Subulurrahmah seperti bangunan asrama ,tiang listrik, mesin genset dan uang Rp10 juta,” kata Camat Sultan Daulat, Rahmad Fadli kepada Suara Indonesia, news.com, Kamis, 2 Januari 2020.

Fadli mengatakan pra sarana di Dayah Subulurrahmah masih sangat terbatas, mereka hanya memilik asrama putri, untuk putra belum ada, sehingga penginapan santri laki-laki harus berpencar-pencar.

“Mudah-mudah ke depan, sudah ada asrama putra, tadi pak wali bilang, akan dibantu,” kata Fadli. (Syahbudin Padang)

0

Suara Indonesia News – Bengkalis, Kapolres Bengkalis AKBP Sigit Adiwuryanto SIK, MH, resmi menaikkan pangkat 61 orang perwira dan bintara, mulai dari brigadir tingkat satu hingga perwira berpangkat pamen. Pada Kamis 2 Januari 2020 diaula serba guna Polres Bengkalis.

Dari 61 orang personil Polres Bengkalis, 1 di antaranya naik dari pangkat semula yaitu Ajun Komisaris Polisi (AKP) menjadi Komisaris Polisi (Kompol), sedangkan untuk Iptu ke AKP 5 orang, Ipda ke Iptu 3 orang, Aipda ke Aiptu 2 orang, Bripka ke Aipda 7 orang, Brigadir ke Bripka 23 orang, Briptu ke Brigadir 2 orang dan Bripda ke Briptu 18 orang.

Upacara yang langsung dipimpin Kapolres Bengkalis AKBP Sigit Adiwuryanto SIK, MH, sementara Ipda Haryanto Alex Sinaga S.H. bertindak sebagai Komandan Upacara.

Kapolres Bengkalis dalam kesempatannya sangat mengapresiasi kepada 61 personil Polri yang menerima anugerah kenaikan pangkat tersebut.

“Sangat apresiasi dan Selamat pada Anggota Polri, Khususnya Personil di Jajaran Polres Bengkalis yang menerima kenaikan pangkat, kiranya dapat menambah motivasi dalam bertugas,” suport Kapolres Bengkalis Adiwuryanto.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakapolres Bengkalis, para Kepala Bagian Polres Bengkalis, Kepala Satuan Polres Bengkalis, seluruh Kapolsek serta jajaran, Perwira Polres Bengkalis, Ketua Bhayangkari dan pengurus Cabang Bengkalis.

Kegiatan berakhir pada pukul 08.45 wib, selama kegiatan berlangsung keadaan aman dan lancar, dan di lanjutkan sesi photo bersama di Halaman Mako Polres Bengkalis. (Musrialdi)

0

Suara Indonesia News – Purwakarta, Akibat curah hujan yang tinggi dalam minggu ini, mengakibatkan jembatan longsor di sisi jalan antara kelurahan Tegal  Munjul – Pasawahan Purwakarta, Jawa Barat,  arus lalu lintas kedua arah terlihat tersendat.

Para petugas dari kelurahan dan pihak Pemda Purwakarta terlihat sedang memperbaiki jembatan ini.

“Jembatan yang longsor ini sudah terjadi sewaktu hujan besar kemaren, kita khawatir keselamatan pengendara.” Saepudin warga pada media di lokasi longsor,

Sisi jalan jembatan yang longsor ini di khawirkan mengancam keselamatan para pengendara yang melewati jembatan ini.

“Kita takut bila melewati jembatan ini karena belah longsor sisi jembatan , Pemda Purwakarta harus cepat menangani masalah ini,” tegas warga.

Selain jabatan belah dan longsor akibat curah hujan yang tinggi ini Tiang listrik dekat jembatan roboh. Namun beruntung dalam kejadian ini tidak ada yang memakan korban jiwa. (fuljo)

0

Suara Indonesia News – Jakarta, Salah satu tempat nongkrong, Kongkow, diskusi, seminar, meeting dengan klien, sampai acara pernikahan semua lengkap ada disini yaitu Papan Seiji atau Memoar Coffe and Eeatery.

Lokasi Resto Multi tersebut bertempat di Jalan Durian Jagakarsa Jakarta – Selatan, wilayah yang tenang dan suasana pedesaan Cafe  ini sangat recommended untuk sahabat pencinta kuliner yang ingin mencoba rasa dan tempat baru.

Untuk pencinta kuliner di sekitaran Jabodetabek wajib mampir ketempat ini, selain itu tempat ini dilengkapi pertunjukan musik baik musik klasik, pop, jazz serta lagu2 mancanegara lainnya.

Rugi deh jika tidak kunjungi tempat ini, Untuk harga sangat terjangkau jika melihat suasana dan tempat yang disediakan.

Lokasi Resto dan Cafe ini sangat berdekatan dengan Tempat wisata Nasional yaitu kebun Binatang Ragunan, ajak seluruh keluarga anda untuk menikmati suasana baru.

Untuk pasangan muda mudi yang pusing cari tempat baru untuk malam mingguan tempat ini sangat rekomendasi sekali, Jika kalian mencari kenyamanan tempat ini sangat cocok.

Penulis: Chandra

0

Suara Indonesia News – Banda Aceh, Sebagian besar Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (FSH UIN), merasa dicurangi oleh sistem demokrasi yang diterapkan dalam hasil sidang Musyawarah Besar (Mubes) yang telah ditetapkan oleh Presidium Sidang tentang pemilihan ketua lembaga Fakultas Syariah dan Hukum, Rabu (01/01/2020).

Sebagian besar aliansi Ormawa se-Fakultas Syariah dan Hukum yang terdiri atas Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Keluarga, HMPS Hukum Pidana Islam, HMPS Hukum Tata Negara dan HMPS Ilmu Hukum menyatakan sikap penolakan terhadap hasil Mubes sepihak yang menyatakan gugurnya Calon Gubernur Mahasiswa FSH yaitu Ikbal Afzal.

Penolakan tersebut mereka sampaikan dalam agenda jumpa Pers di UIN Ar-Raniry serta mengungkapkan kekecewaan terhadap hasil Mubes FSH yang ditetapkan oleh Presidium Sidang. Menurut mereka, dalam hal Mubes tersebut dicurigai adanya permainan politik sepihak dari Presidium Sidang yang terjadi di salah satu fakultas terbesar di kampus UIN Ar-Raniry tersebut.

“Pihak aliansi kami merasa dicurangi serta diperlakukan tidak adil dan tidak sewajarnya pada sidang Mubes. Padahal aturan Mubes yang telah disepakati adalah harus lebih dari 50 orang atau 50+1, namun Presidium Sidang melanggar aturan tersebut dan tetap melanjutkan Mubes tanpa adanya kami dalam forum istimewa tersebut. Dalam hal ini, kami 4 dari total 6 lembaga di fakultas, menolak hasil kecurangan Presidium Sidang!”, tegas Ketua Umum HMP Hukum Keluarga, Ikhwan Karazi Alsabi kepada awak media.

Selanjutnya, HMP Hukum Tata Negara yang dipimpin oleh Jumadil, menyatakan sikap untuk mendukung Ikbal Afzal sebagai Gubernur Mahasiswa yang sah dan mengecam demokrasi busuk yang ditetapkan oleh Presidium Sidang Mubes, SEMA dan Panitia KPR (komisi Pemilihan Raya).

“Kami mengecam dan menolak demokrasi busuk Presidium Sidang, KPR maupun SEMA, kami 4 dari total 6 lembaga di Fakultas Syariah dan Hukum tetap menyatakan Ikbal Afzal sebagai Gubernur Mahasiswa yang sah dan menolak hasil Mubes sepihak dan curang.

“Kalau berbicara keadilan padahal pada tanggal 26 Desember 2019 kemarin sudah  sangat jelas, yang seharusnya harus sesuai dengan AD/ART. Jika Anggota mubes tidak sampai 50% + (ditambah) 1, maka forum harus discor. Hal itu sudah terjadi di kedua belah pihak. Ketika terjadi di pihak paslon 02 pada tanggal 27 Desember 2019. KPR dan SEMA menunda mubes sampai lebih dalam peraturan, sedangkan ketika terjadi sama di paslon 01 pada tanggal 31 kenapa KPR dan SEMA dapat melanjutkannya sesuai dengan peraturan?”, ujar Jumadil.

“Seharusnya KPR harus bertindak adil dalam memegang jabatan sebagai komisi yang independen serta profesional! Karena suksesnya suatu pemilihan itu dikarenakan oleh KPR itu sendiri, bukannya malah meribetkan dan tidak konsisten dalam mekanisme pemilihan”, tegasnya.ujar Jumadil.

Kemudian Iqbal Maulana selaku Ketua Umum HMP Ilmu Hukum, mengatakan bahwa pihak mereka ingin adanya keterbukaan dari panitia Mubes serta pejabat lembaga se-Fakultas Syariah dan Hukum terkait permasalahan besar ini.

“Kami menekan bahwasanya masalah ini harus selesai dan jangan berlarut-larut! Jika masalah ini tidak bisa selesai, maka kami akan gugat sampai ke akar-akarnya siapa dalang dibalik masalah ini. Demokrasi kita dikebiri, kami anak hukum dan kami paham hukum, bukan asal bicara”, ungkap Iqbal Maulana.

Terakhir, Plt. Ketua Umum HMP Hukum Pidana Islam, Aji Herlambang, mengharapkan solusi dari pihak dekanan terutama dari Wakil Dekan III, terkait permasalahan yang tidak bisa selesai ini.

“Kami menuntut pihak dekanan terkhusus untuk Wakil Dekan III untuk mencari solusi dan mengadakan forum diskusi terkait masalah ini. Forum diskusi harus berisikan ketua-ketua lembaga dan pihak Komisi Pemilihan Raya tentunya. Solusi yang kami tawarkan ini agar terciptanya keterbukaan, jangan sampai masalah ini menciptakan mindset bahwa buruknya demokrasi di Fakultas Syariah dan Hukum yang kita cintai ini”, tutupnya. (Sulthan)

0

Suara Indonesia News – Aceh Tenggara, Dari hasil usulan musyawarah masyarakat dan pemuda desa penampakan, mengusulkan agar di bangun sarana perolahragaan di desa, yaitu pembangunan lapangang poli desa penampakan, kecamatan deleng pokhkisen, kabupaten Aceh tenggara, karena adanya usulan pembanguna lapang poli tersebut tidak di berbolehkan dari dana desa maka dari itu menimbang itu kegiatan yang positif maka pembangun lapangan poli tersebut kita ambil dari sumber dana Badan Usaha Milik Kute (BUMK) sebesar kurang lebih 100 juta, dana tersebut sebagian di alih kan ke pembangunan lapangan poli, dan lapangan poli tersebut nantinya akan di kelola oleh pengurus BUMK.

Disisi lain ada pun pembangunan Lapangan poli tersebut di bangun, diharapkan nantinya bisa menambah modal BUMK, dan mejadi kegiatan yang positif bagi masyarakat desa penampakan khususnya bagi pemuda, pemudi.

Efan,SE, kepala desa penampakan mengatakan kepada wartawan media ini, Rabu 1/1/20 dengan, adanya semangat pemuda untuk ber olahraga, maka dari itu kita fasilitasi lapang poli yang nantinya di harapkan bakat pemuda, pemudi bermain poli dengan rajinnya berlatih, nanti kalau ada turnamen poli bisa di ikut sertakan dan membawa nama baik desa penampakan, antar kabupaten , maupun antar provinsi, terlebih lagi bisa ikut loba nasional itu harapan kami semua.

Efan juga menambah kan di dalam pengelolaan dana desa ini kita harus sesuai dengan peraturan pemerintah, dan pemendari, agar tidak menyalahi aturan tersebut maka dari itu, kami sudah musyawarah sepakat pembangunan lapangan poli ini, anggaran dana nya kita ambil sebagai dari dana badan usaha milik Kute (BUMK) dan itu akan di kelola oleh ketua dan pengurusnya, maka dengan itu kami harapkan kepada masyarakat agar memantau dan menjaga lapangan poli ini bersama – sama karena lapang poli tersebut itu milik masyarakat desa yang di kelola oleh BUMK. (Yusuf)